Hati-hati Wisata ke Singapura, Virus Zika Menghantui

0
304

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Virus Zika yang melanda Singapura terus merebak. Singapura mengkonfirmasi kasus pertama Zika terjadi pada akhir Mei 2016 yang diidap pria yang awal tahun 2016 mengunjungi Sao Paulo Brasil. Dan, hingga kini jumlahnya meningkat cepat menjadi 115 kasus.

Vikas Swarup, juru bicara Kementerian Luar Negeri India mengatakan 13 warga negara India yang berada di Singapura dinyatakan positif virus zika. Bahkan Malaysia – negara tetangganya juga mengonfirmasi kasus pertama Zika menimpa warga Malaysia usai mengunjungi Singapura selama tiga hari sekitar dua pekan lalu.

Tidak ingin kecolongan, Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan travel advisory atau imbauan bagi warganya agar tidak bepergian, berwisata ke Singapura. Travel advisory itu dikeluarkan terkait merebaknya virus zika di Singapura. Jika tetap memaksa tetap ke Singapura, hendaknya meningkatkan kewaspadaan mengingat virus Zuika terus menghantui.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya juga menginstruksikan seluruh kantor kesehatan di tiap pelabuhan dan dinas kesehatan seperti di Batam untuk mengawasi penyebaran virus zika. Bahkan kata dia, dalam persoalan tersebut organisasi kesehatan dunia (WHO) juga menerbitkan public health emergency of consult. “Kemudian pelabuhan besar seperti Batam, atau Cengkareng untuk memasang thermal scanner,” ujar Nila di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Dia mengimbau bagi warga yang terkena demam sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Menurutnya salah satu indikasi orang yang terkena virus zika mengalami demam mirip demam berdarah. “Kita mengeluarkan travel advisory tadi pagi kita komunikasikan dengan Kementerian Luar Negeri karena harus ada advice dari Kementerian Luar Negeri,” ucapnya.

Memang perkembangan virus Zika seakan menjadi isu hangat yang masih menjadi perbincangan di masyarakat. World Health Organization mengumumkan penyakit ini sebagai dengan status kegawatdaruratan kesehatan dunia lintas benua dengan penyebarannya sangat cepat “Kami menyampaikan himbauan kepada masyarakat Indonesia, WNI termasuk ibu hamil yang berkunjung ke negara yang mengalami kejadian luar biasa virus Zika, dianjurkan untuk memakai pakaian panjang atau tertutup,” ujar Menkes Nila.

Sebagai upaya pencegahan lain, masyarakat untuk tetap menggunakan obat oles nyamuk, tidur dengan menggunakan kelambu, serta kawat kasa anti nyamuk. Apabila seseorang mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, nyeri sendi atau otot, sakit kepala, dan mata merah, segeralah berkonsultasi ke dokter. Terutama bagi warga yang baru saja kembali dari wilayah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) virus ZIka.

“Bagi siapa saja yang baru kembali dari negara yang mengalami KLB virus zika, diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah tiba di Indonesia dan segera memeriksakan diri ke dokter. Pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas, rumah sakit, di seluruh Indonesia dalam mewaspadai kasus virus Zika,” pinta Menkes

Sementara untuk menekan penyebaran virus Zka, Pemerintah Singapura melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Zika lebih luas lagi, di antaranya dengan menerapkan denda besar hingga Rp40 juta bagi rumah yang terdapat sarang nyamuk di dalamnya.

Badan Lingkungan Nasional Singapura, NEA, telah melakukan pengecekan ke daerah-daerah rawan zika dan melakukan pengasapan untuk mematikan nyamuk. NEA mengatakan telah memeriksa 5.000 dari 6.000 rumah di wilayah terinfeksi pada Senin lalu dan menghancurkan 39 tempat berkembang biak nyamuk.

Zika terdeteksi di 59 negara, terbanyak penderitanya di Brasil. Bagi orang biasa, zika hanya menyebabkan gejala ringan seperti ruam dan demam. Namun bagi wanita hamil, zika bisa menyebabkan kelainan janin. Bayi dengan ibu penderita zika bisa menderita mikrosephalus, penyakit kelainan ukuran otak dan kepala. (endy)

LEAVE A REPLY