Waspada, Pemandu Wisata Hollywood gemar Tipu-tipu

0
204

HOLLYWOOD, test.test.bisniswisata.co.id: Para pemandu wisata di Hollywood, California, Amerika Serikat, menjadi andalan bagi wisatawan yang ingin menjelajah kawasan selebriti dunia. Boleh dikatakan, para pemandu wisata adalah ‘perlengkapan’ penting di hampir setiap tur di California, termasuk Los Angeles. Mereka mengetahui ruas jalan beserta sejarahnya.

Melintasi rumah-rumah megah di perbukitan Hollywood memang menjadi tur yang menarik. Turis pun kerap merasa selangkah lebih dekat dengan kehidupan sang idola. Ternyata banyak tur wisata yang tidak sepenuhnya dapat diandalkan. Sebatas menemani dan mengantar mungkin bisa dilakukan oleh para pemandu, tetapi lokasi yang mereka tunjukkan ternyata belum tentu benar.

Setidaknya demikian hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jaringan televisi lokal di Los Angeles. Mereka menemukan fakta bahwa banyak pemandu wisata yang keliru menunjukkan rumah para selebriti miliuner.

Dalam satu kasus, pemandu wisata menunjukkan kepada wisatawan sebuah rumah di Los Angeles dan menyebutnya sebagai tempat Michael Jackson terlihat mengayunkan bayi di balkon, padahal insiden itu terjadi di Berlin. Atau dalam kasus lain, ketika seorang pria pemilik sebuah rumah di Hollywood diganggu oleh turis yang percaya bahwa rumah tersebut adalah kediaman Julia Roberts.

“Kami menerima pesan terkait operator tur bus yang bekerja untuk beberapa perusahaan wisata di Hollywood Boulevard. Setelah mulai naik bus, kami menyadari banyak operator yang tidak hanya memberikan informasi yang salah, tetapi mereka juga mengabaikan masalah keamanan,” ungkap Reporter Jenna Susko dari NBC4 LA mengatakan kepada Lonely Planet, Kamis (18/08/2016)

Jenna menyarankan para turis menaati beberapa langkah agar tidak tertipu mengikuti tur rumah-rumah selebriti Hollywood yang abal-abal, melainkan yang orisinal. “Pertama-tama,” kata Jenna, “saya menyarankan wisatawan untuk memeriksa Yelp dan meminta untuk melihat kendaraan yang akan Anda tumpangi untuk tur.”

“Kami menemukan beberapa operator menampilkan sebuah van yang bagus,” kata Jenna, “tapi kemudian menumpuk wisatawan di satu van butut tanpa sabuk pengaman.”

Selain itu, pastikan tur berjalan sesuai jadwal. Hal itu dapat menjadi antisipasi agar Anda tidak berlama-lama di dalam mobil lantaran harus menunggu wisatawan lain. (*/CIO)

LEAVE A REPLY