Warung Pedaaas Parah, Resto Bagi Penggila Masakan Pedas

Aidil Akbar Madjid, pemilik Warung Pedas Paraaah, Jatiwaringin Bekasi. (Foto.evi)

0
6927

Bisniswisata.co.id: Apakah Anda tergolong suka dengan masakan bercitarasa pedas? Jika iya, Warung Pedas Paraaah milik Aidil Akbar Madjid yang terletak di Jalan Jatiwaringin Raya No 33, Jatiwaringin Bekasi dapat menjadi pilihan.

“Warung makan yang baru saya buka pada awal September ini berbeda dengan warung makan pedas lainnya, karena warung kami memiliki rasa pedas yang sangat nikmat tanpa mengurangi rasa asli dari makanan,” ujar pria yang biasa disapa Akbar saat ditemui Bisniswisata.co.id.

Akbar yang juga berprofesi sebagai perencana keuangan ini mengatakan, “Di tempat lain, semakin pedas masakannya biasanya rasa yang menonjol adalah rasa pahit dari cabe, tetapi dalam masakan saya berbeda, rasa masakan asli terasa dan pedasnya jangan ditanya”.

Menu yang ditawarkan di warung ini antara lain nasi goreng paraaah, nasi goreng sambal matah Bali paraaah, nasi goreng jambal paraaah, mie goreng paraaah, dan campuran nasi mie goreng paraaah.

Selain itu ada menu lain, seperti ayam goreng spesial paraaah, lele goreng tepung special paraaah, tahu atau tempe goreng spesial paraaah, dan tentunya tak ketinggalan sup jambal asam pedas parah yang rasanya sekilas mirip tom yum.

Dari menu tersebut, pengunjung masih dapat menambahkan pilihan topping yang bisa dipilih sesuai selera, yakni mulai dari telur, kornet, sosis, keju, bakso hingga tambahan pangsit bagi pecinta gorengan.

Menu sup jambal asam pedas level 2 menjadi pilihan Bisniswisata.co.id untuk segera menyantapnya dengan sepiring nasi putih dan kerupuk.  Rasa pedas dan campuran rempah-rempahnya memang juara. akbar2

Campuran tomat, daun bawang, dan daun jeruk dengan sambal yang sudah diberi rempah mengeluarkan aroma sup yang menggiurkan di warung yang berkapasitas 60 orang ini.

“Penggunaan ikan di sup ini, ikan jambal rotinya digoreng kering dulu lalu diangkat dan diberi tepung kemudian di goreng  lagi sebelum dimasukkan ke dalam sup. Hal ini untuk mengurangi rasa asin dari ikan jambal,” ungkap Akbar yang lama tinggal di Amerika dan pernah bekerja di salah satu restoran Indonesia di Tokyo.

Menurut Akbar yang juga pemilik dari Warung Iga di Mampang dan Kantin di Bhakti Mulya Al Ikhlas ini, kedepannya akan membuka restoran baru khusus untuk menu sup jambal. “Saya akan buat banyak kreasi dengan ikan jambal di restoran baru nanti, aneka sup jambal,” tegasnya.

Rencananya Warung Pedas Paraaah akan segera membuka cabang di Tebet, Margonda, dan Kebayoran. Akbar mengaku akan membuka 7 hingga 10 cabang dulu di Jabodetabek.

Dalam pembuatan sambal yang pedasnya parah ini, Akbar mengatakan kalau cabe yang digunakannya didatangkan dari luar daerah. “Cabe merah keriting dari Jawa Tengah sedangkan cabe rawit dari, Tasikmalaya, Jawa Barat. Biasa saya menghabiskan 30 hingga 50 kg untuk stock 3-5 hari,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kalau cabe rawit Tasik itu ukurannya lebih kecil dan pendek, tapi gemuk dan bijinya banyak, Satu buah cabe rawit Tasik rasanya setara dengan 5-10 cabe rawit biasa.

Di warung ini, Akbar juga memberikan kesempatan berkompetisi bagi para petualang pedas untuk mendapatkan gelar Master of Hot (MH), karena mampu menikmati masakan pedas sampai level tertinggi yakni level 10.

“Jika belum berani menikmati level 10, asalkan pengunjung mampu menikmati makanan level di atas 6 dan habis, para staf akan mengambil foto pengunjung dan memajangnya di wall of fame yang sudah di desain cantik dengan thermometer berlevel dan bertuliskan How Hot Are You,” tutur pria asal Palembang ini.

Bila pengunjung sudah dapat melewati level 10, masih ada lagi tingkat kepedasan bagi pecinta masakan pedas, yakni level 11-15 yang diberi nama level “jahanam”.

Hingga sekarang menurutnya pengunjung yang sudah mencoba menu pedas di level 10 baru 50 orang, sisanya dominan di level 5. “Saya sendiri baru bisa makan santai sampai level 5, kalau level 7 hanya sanggup 4 sendok,” ungkapnya.

Datang ke warung ini tidak perlu khawatir mengenai harga, karena harga yang ditawarkan relatif murah mulai dari Rp7.500 hingga Rp27.000.

“Harganya murah karena yang kita jual disini minuman, makan satu menu minumnya bisa 10 kali. Bahkan pernah saking murahnya ada pengunjung yang membayar Rp50,000 tidak meminta kembalian,” ujar Akbar sambil tertawa.

Harga yang ditawarkan di warung yang buka pukul 11.00-23.00 ini menurutnya harga yang pas bagi kantong mahasiswa dan masyarakat menengah ke bawah.

Tunggu apalagi, ayo pecinta pedas tunjukkan tingkat kepedasan yang kalian miliki hanya di Warung Pedas Paraaah!. (evi)

LEAVE A REPLY