Walt Disney Tertarik Investasi Perfilman di Indonesia

0
343

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan perusahaan perfilman yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Walt Disney Picture berminat untuk berinvestasi di Indonesia di sektor perfilman.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan, perusahaan film tersebut melihat potensi pasar yang sangat besar di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak daerah yang cocok dijadikan lokasi syuting film. “Setelah saya kemarin ke Kanada, ke Amerika bertemu dengan Disney. Waduh, minatnya luar biasa. Merek tuh minat dari sisi lokasi, potensi pasar, dan tingkat kompetensi masyarakat di Indonesia untuk film sangat besar. Tapi belum optimal,” ujar dia di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Namun untuk merealisasikan minat tersebut, Disney bertanya soal proses investasi dan insentif yang diberikan oleh pemerintah hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor perfilman. “Mereka mempertanyakan ada beberapa beberapa tentang pembajakan, hak cipta, bagaimana kesiapan SDM. Kemudian kemudahan perizinan prosesnya dan insentifnya,” kata dia.

Franky menyatakan pihaknya belum bisa menjanjikan apa-apa soal insentif bagi investasi tersebut. ‎Namun dia berharap minat ini bisa teralisasi sehingga akan mendorong perkembangan dunia perfilman Indonesia. “Film itu saya belum bisa janjikan apakah bentuknya insentif, karena masih sangat awal,” tandas dia.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada investor asal Korea Selatan yang tertarik masuk ke dalam industri perfilman Indonesia. “Sudah ada investor asing yang tertarik, investor dari Korea. Bioskop asing yang ingin berbisnis di Indonesia harus menayangkan film Indonesia sekurang-kurangnya 60 persen dari seluruh jam pertunjukan film. Hal itu sejalan dengan Undang Undang (UU) Nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman, terutama di pasal 32,” katanya.

Menurut Franky, aturan tersebut mampu melindungi industri film dalam negeri dari gempuran film asing. Akan tetapi, aturan tersebut dinilai tak sejalan dengan kondisi industri perfilman dalam negeri oleh Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng. “Jumlah film nasional memang bertambah, tapi market share justru menurun,” katanya.

Sementara Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengaku menawarkan potensi pasar film Indonesia ke beberapa perusahaan film besar, termasuk Walt Disney. Triwan bertandang ke kantor Walt Disney dan Pixar di Amerika Serikat guna membahas soal investasi film di Indonesia pekan ini.

Triawan akan bernegosiasi soal kemungkinan Disney untuk berinvestasi di Indonesia. Berdasarkan penuturannya kepada Kontan, ia pun merasa optimis Disney akan membuka kantor di Indonesia. “Disney akan buka kantor di Indonesia,” ujarnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY