Walikota Semarang Sambut Kelahiran Gernasta Kota Semarang

0
606

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Walikota Semarang Ita dan pengurus Gernasta kota Semarang dan pusat ( foto hss)

SEMARANG,test.test.bisniswisata.co.id: Walikota Semarang Hendrar Prihadi sambut baik kelahiran pengurus  Gernasta kota Semarang sebagai gerakan moral masyarakat untuk lebih memperkenalkan obyek-obyek wisata di kota Semarang dan menjadi mitra pemerintah dalam memanfaatkan berkah keanekaragaman yang ada.

“Kota Semarang itu memiliki berkah keanekaragaman obyek wisata seperti Kota Lama, Sam Poo Kong, Gua Kreo dan obyek lainnya bahkan keanekaragaman suku dan agama yang ada menjadi suatu kekuatan tersendiri.  Suku Jawa,  Tionghoa dan suku lainnya hidup rukun dan damai di kota ini, “ ujar Walikota di halaman Balaikota saat membuka Semarang Sound Expo and Festival.

Walikota berharap organisasi Gerakan Nasional Sadar Wisata (Gernasta) kota Semarang yang diketuai oleh Titah Listiorini, Dirut PT Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PT PRPP) bisa menjadi motor penggerak bagi warga kota Semarang untuk lebih mencintai keanekaragaman dan keunikan wisata kota.

“Melalui Gernasta  kami berharap sadar wisata masyarakat meningkat dan kami titip pada Gernasta agar  Semarang lebih populer sebagai destinasi wisata di tingkat nasional maupun internasional” kata Hendrar Prihadi yang didampingi Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanto yang akrab dengan panggilan Ita.

Titah Listiorini mengatakan organisasi yang dipimpinnya lahir dari kepedulian masyarakat untuk meningkatkan produk dan promosi wisata di daerahnya masing-masing sehingga akhirnya menyebar  di 22 provinsi dan 14 kota di luar negri diwakili oleh dispora atau orang-orang Indonesia yang menetap di mancanegara namun tetap peduli dengan pengembangan pariwisata di tanah air.

“Di tengah kita hadir Gangsar Sembodo dan Hilda Sabri Sulistyo mewakili Gernasta Pusat atau Dewan Pengurus Nasional. Kami adalah mitra pemerintah dalam pengembangan pariwisata nasional terutama dalam menyiapkan SDM yang Sadar Wisata dan menerapkan Sapta Pesona yaitu menciptakan rasa aman, tertib, nyaman, bersih, sejuk, ramah tamah dan kenangan,” kata Titah.

Titah menambahkan bahwa di kota Semarang sudah ada komunitas Penggiat Wisata sehingga kehadiran Gernasta dapat melebur semua komunitas yang ada dalam suatu wadah Gernasta dan menjadi suatu kekuatan baru untuk membangkitkan wisata kota Semarang termasuk kawasan rekreasi PRPP yang dipimpinnya.

“Di PRPP kami setiap malam minggu menggelar program M2M  merangkul beragam komunitas untuk malam mingguan di Maerokoco (PRPP) dengan menfasilitasi hiburan musik dari berbagai genre dan fansclub seperti Beatles, Iwan Fals, Koes plus dan lainnya sambil menikmati fasilitas di kawasan rekreasi kami dengan hanya  menbayar biaya masuk Rp 10.000 serta lokasinya di pusat kota Semarang,” jelasnya.

 

IMG-20160314-WA0010

Acara ini  dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri yang juga menjadi motor penggerak lahirnya Gernasta Kota Semarang. Masdiana yang akrab dipanggil bu Din ini menyatakan pihaknya memang banyak meranggkul komunitas masyarakat untuk membuat berbagai event di kota Semarang.

“Kami minta setiap minggu ada event dan kegiatan kita hari ini adalah Semarang Sound Expo dan Festival kami fasilitasi gratis di halaman Balaikota agar aktivitas masyarakat menyebar ke kawasan perkantoran.Karena di saat week-end seperti halaman kantor dinas Walikota Semarang ini bisa dimanfaatkan untuk event apalagi arealnya luas,”  ujar Masdiana.

Sebanyak puluhan peserta antusias mengikuti pagelaran Semarang Sound Expo and  Fest 2016 yang digelar Community Sound System Semarang (CSSS) bertempat di Halaman Kompleks Balai Kota Semarang Jalan Pemuda Semarang.

Panitia Semarang Sound Expo and Festival,  Daryono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan para anggota dalam wadah komunitas sound system di Semarang agar ikut meramaikan industri kreatif sebagai tulang punggung pariwisata Semarang sekaligus sosialisasi kelahiran Gernasta Kota Semarang.

Sosialisasi dilakukan usai Walikota memotong tumpeng hari ulang tahun ke satu komunitas CSSS dilanjutkan sambutan Hendrar Priyadi dan Titah Listiorini. Sekitar 500 anak penggiat pariwusata dari berbagai sekolah baik SMP dan SMA melakukan flashmob goyang Semarang dan memperkenalkan salam Semarang dengan menyatukan jari tengah dan jempol dan menempatkannya di dada.

Flashmob dan salam Semarang yang dipopulerkan oleh para instruktur Klub Merby pimpinan Grace W Susanto, dokter gigi penggiat wisata budaya khas Semarang ini mendapat sambutan meriah sehingga walikota, wakil walikota dan semua jajaran Muspida turun ke lapangan menyatu dengan para pelajar dan mengikuti gerakan para instruktur. (hildasabri@yahoo.com).

LEAVE A REPLY