Untuk Keselamatan, Wisman dan Pekerja Tinggalkan 3 Gili

0
23

LOMBOK PRAYA, mbok bisniswisata.co.id : Gempa susulan, pasca gempa 7 SR pada Minggu petang (5/8) masih terjadi dengan intensitas guncangan rendah. Hingga Senin 6/8/2018 pukul 17.00 WIB tercatat sebanyak 176 kali gempa susulan. Sementara itu evakuasi terhadap wisatawan yang ada di Gili Terawangan, Gili Air dan Meno masih dilakukan hingga hari Selasa ini.

“Tidak ada data resmi berapa jumlah wisatawan, baik wisatawan asing mau pun domestik yang berada di di Gili Terawangan, Gili Air dan Meno. Perkiraan awal terdapat sekitar 1.000 orang. Ternyata jumlahnya lebih banyak, “ jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 2.700 orang wisatawan asing dan domestik dari ketiga pulau tersebut kemarin pukul 15.00 WIB. Wisatawan dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara menggunakan 9 kapal yaitu 1 unit kapal SAR Mataram, 1 unit KAL Belongas, 1 unit kapal SAR Denpasar,  1 unit kapal Pelni, 1 uit kapan Dharma Citra Tiga, 3 unit kapal cepat/ferry Eka Jaya, dan 1 unit kapal cepat/ferry Bali Nusa.

Ribuan wisatawan dan karyawan hotel masih dalam proses evakuasi keluar dari ketiga pulau tersebut.
Sementara yang dievakuasi ke Bali menggunakan KM Binaiya mengangkut 1000 penumpang yang sandar pukul 24.00 wita, Bounty Cruise sandar jam 01.00 wita (Selasa subuh) dengan 700 penumpang.

Mereka trauma dengan guncangan gempa 7 SR yang diikuti peringatan dini tsunami. Dari ratusan penumpang tersebut tercatat 175 wisatawan asal Belanda, ikut dievakuasi.  Mereka juga khawatir adanya gempa susulan yang lebih besar diikuti tsunami karena banyak beredar informasi yang menyesatkan (hoax).

Berita Hoax tersebut beredar luas di wilayah Lombok sehingga membuat warga dan wisatawan takut. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, berapa magnitudenya, dimana, dan kapan secara pasti.

ASITA Bali

Wisatawan, pekerja bidang pariwisata dan sektor informal yang mengungsi dari Gili Meno, Gili Air mau pun Gili Terawangan di Bali mendapat layanan transportasi yang dikoordinir DPD Asita Bali.

Tercatat 3 bus 35 seat dan 3 communter disiapkan Probali Tour, 2 bus 35 seat dari Asia Tour, Jendi transport Bali 6 commuter dan 10 AVP/Avansa, Mercy’s Tour 2 bus, Gajah Bali 2 bus, Polresta 2 bus dinas, Penjor Bali 3 bus, 3 Elf short dan 2 Elf long, Yayasan Pelangi Bali 1 Xenia dan 2 pick- up dan sejumlah kendaraan pribadi lainnya.

LEAVE A REPLY