Ulos, Batik & Lurik Pikat Carnaval International de Victoria

0
683
Kostum dalam Karnaval (Foto: yovitaliwanuru.blogspot.com)

JEMBER, test.test.bisniswisata.co.id: Penampilan Jember Carnaval Festival pada gelaran Carnaval International de Victoria, 22-24 April 2016, mendapat sambutan luar biasa.

Dengan menampilkan kreasi kostum busana etnik khas Indonesia demi mengangkat dan memperkenalkan kepada dunia tentang ciri khas dan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, mampu memikat ribuan wisatawan dan warga Seychelles yang menyaksikan karnaval tahunan ini.

“Kami menggunakan kain-kain tradisional seperti ulos, batik, dan lurik. Tentunya dengan sentuhan konsep karnaval, yakni glamour dan grande,” papar Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynan Faris, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (30/4/2016).

Sepanjang karnaval, sambung dia, peserta juga menari sesuai kostum dan suku yang diangkat sehingga sambutan dari penonton yang memadati sepanjang jalan sangat menakjubkan.

Hasilnya memang tidak sia-sia, kontingen Jember Carnaval mendapat gelar second runner up dunia, pada gelaran Carnaval International de Victoria, 22-24 April 2016. “Alhamdulillah kontingen Jember Carnaval Festival memboyong gelar 2nd runner up Carnaval International de Victoria 2016,” ungkap Dynan.

Victoria merupakan Ibu Kota Negara Seychelles di kepulauan kecil Samudera Hindia berdekatan dengan Benua Afrika. Carnaval International de Victoria itu menjadi ajang festival busana dunia yang amat dikenal.

Konsep penilaiannya menggabungkan antara eksibisi atau pameran kostum selama tiga hari dan dilanjutkan dengan street dance presentation di seputaran jalan Boise de Rose Avenue. Untuk Street Carnival, penilaian di titik beratkan pada performance, musik, fungsional kostum, artistik, serta kesesuaian konsep.

Dynan mengaku bangga dengan prestasi internasional itu. Maklum, di Sychelles prestasi kontingen Indonesia mampu mengalahkan 23 tim internasional lainnya. Indonesia hanya bisa dipatahkan kontingen Notting Hill (Amerika Serikat) dan Reunion (Prancis).

Brasil, Kamboja, Tiongkok Jerman Inggris, Afrika Selatan Zambia, Spanyol, Italia, Swiss, Kenya, Swedia, Rusia, Bahama, Maroko, Pantai Gading dan Mauritius dipaksa takluk.

“Yang paling penting, ada lebih dari 100 jurnalis internasional yang meliput agenda ini, Nama Indonesia dan Jember Carnaval Festival makin jadi sorotan karena ada di podium juara. Ini benar-benar sangat mengesankan,” tambah Dynan.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada kontingen Jember Carnaval yang terus menorehkan prestasi dunia. Kementerian Pariwisata selalu membawa busana carnival karya seniman-seniman daerah, baik dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, maupun Malang Carnival di berbagai Travel Mart di berbagai belahan dunia.

Menteri berharap agar fashion itu tidak berhenti di carnaval, tetapi sampai ke bisnis fashion. “Tidak boleh berhenti sampai di sini, harus didorong untuk masuk ke komersialisasi karya fashion. Ini termasuk industry kreatif yang penting buat pariwisata,” jelas dia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.