Ukus Kuswara: Joglosemar Membutuhkan Dukungan Pers Lewat Jarimu Pesonamu

0
265

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, M Iqbal Alamsyah saat membuka workshop di Hotel Sheraton Mustika, Jogjakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri).

JOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan slogan Jarimu, Pesonamu tepat di sosialisasikan pada unsur Pentahelix dalam pengembangan pariwisata nasional dari kalangan pers, kata Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara, hari ini.

Penyebaran informasi yang dilakukan oleh kalangan pers sebagai bagian dari Pentahelix yang terdiri dari lima unsur yaitu Academician, Business, Community, Government & Media ( ABCGM) adalah langsung dan mendunia karena lahir dari kemahiran wartawan meramu tulisan secara digital.

“ Wartawan di era digital ini bekerja mengandalkan jari-jari dan smartphone sehingga kalau ingin berkontribusi pada pengembangan pariwisata nasional maka slogan Jarimu menjadi Pesonamu sungguh tepat,” ujarnya santai.

Dia berbicara saat menjadi nara sumber pada Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang di Hotel Sheraton Mustika, Jogjakarta.

Hadir pula nara sumber lainnya yaitu Bupati Sleman H.Sri Purnomo, Ketua bidang SDM ASITA Provinsi DIY Heri Rudiyanto dan Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) Edi Setijono.

Ukus Kuswara mengatakan pemerintah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix.

Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Peserta workshop, kalangan pers dari Jogja, Solo, Semarang ( Joglosemar) plus Magelang bersama para nara sumber

Kegiatan workshop ini merupakan kali kedua, pertama belum lama ini dilakukan bagi para jurnalis di Greater Bali (Bali, NTB, dan NTT) kemudian dilanjutkan untuk jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang sebagai kota terdekat dengan destinasi Borobudur.

“Joglosemar merupakan pintu masuk (entry gate) bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah dan Jogjakarta, sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar,” kata Ukus Kuswara.

Ukus Kuswara menjelaskan, kesiapan Joglosemar sebagai destinasi unggulan terlihat dari aksesibilitastanya antara lain memiliki 3 bandara internasional (Bandara Achmad Yani, Bandara Adi Sucipto, dan Bandara Adi Soemarmo).

Joglosemar sudah lama menjadi detinasi favorit bagai wisatawan kapal pesiar (cruise) dunia yang singgah di pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Semarang- Borobudur –Solo-Jogjakarta) serta menjadi destinas favorit bagi wisman Eropa yang mengikuti paket tour Java-Bali Overland.

“Kesiapan ini menjadikan Joglosemar ditetapkannya sebagai destinasi wisata yang dibranding (destination branding) oleh Wonderful Indonesia; selain Greater Jakarta, Greater Bali, Greater Kepri (Kepulauan Riau), Wakatobi Bunaken, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, dan Bandung.

Dengan ditetapkan sebagai destination branding, Kemenpar gencar melakukan strategi branding dan integrated marketing communication Joglosemar bersama Wonderful Indonesia ke mancanegara.

Joglosemar mempunyai Borobudur sebagai magnet utama dalam menarik kunjungan wisman. Borobudur sebagai UNESCO Heritage Site setelah menjadi destinasi prioritas atau menjadi “Bali Baru” dengan sistem pengelolaan single management diharapkan kunjungan wisman ke sana akan meningkat pesat.

Sebagai perbandingan (banch marking) tahun 2014 Borobudur dikunjungi sebanyak 254.082 wisman, sedangkan Angkorwat Kamboja dan Georgetown Penang Malaysia juga sebagai UNESCO Heritage Site masing-masing dikunjung 2,3 juta dan 720 ribu wisman.

“Target pariwisata Indonesia tahun 2019 berada di peringkat 30 dunia. Ini menjadi tantangan besar untuk mewujudkan target tersebut dan memperlukan peran serta semua semua pihak dalam Indonesia Incorporated. (*/HAS)

 

LEAVE A REPLY