Turis Swiss Hilang, Gunung Semeru Ditutup bagi Wisatawan

0
557
Tiga turis tersesat

MALANG, test.test.bisniswisata.co.id: Hilang sejak Selasa (7/6/2016) hingga kini belum ditemukan Tim SAR gabungan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengeluarkan surat pengumuman bernomor PG.300/BBTNBTS/BT.1/2016 tertanggal 9 Juni 2016, menyatakan penutupan pendakian ke Puncak Gunung Semeru untuk umum.

Surat ditandatangani Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie. “Diumumkan kepada seluruh pihak yang berkepentingan bahwa dengan adanya salah satu pendaki yang tersesat atau hilang, guna kepentingan dan kelancaran operasi SAR, mulai ditandatanganinya pengumuman ini untuk sementara jalur pendakian Gunung Semeru dinyatakan tertutup untuk umum,” tulis pengumuman tersebut.

Pengumuman penutupan tersebut berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pembukaan akan diumumkan kembali di waktu kemudian. “Berdasarkan pengumuman ini, pengumuman Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru No PG.275/BBTNBTS/BT.1/2016 tanggal 27 Mei 2016 tentang pembukaan jalur pendakian gunung Semeru dinyatakan tidak berlaku,” tulis surat tersebut.

Penutupan jalur pendakian Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, terpaksa dilakukan mengingat hingga kini Lionel Du Creaux (26), wisatawan pendaki asal Swiss, dinyatakan hilang saat mendaki ke puncak Semeru. Lionel berangkat bersama temannya, Alice Guignard (Perancis) dari Malang, 3 Juni 2016.

Alice sendiri sempat tersesat selama 2 hari sebelum ditemukan oleh seorang guide. Sejak saat Alice melaporkan secara resmi, Kamis (9/6) Tim SAR bekerja melakukan pencarian. Namun hingga kini belum membuahkan hasil. Turis Swiss dan Perancis naik gunung Semeru secara ilegal, tanpa melaporkan lebih dulu ke pos penjagaan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie menjelaskan kronologi kejadian berawal dari pelapor bernama Alice Guignard yang merupakan kawan survivor. Pada Jumat 3 Juni 2016, Leonil Du Creaux (Swiss) dan Alice Guignard (Perancis) berangkat dari Malang, dan masuk ke Desa Ranupani pukul 07.00 WIB. “Mereka langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos dan tanpa register,” kata John.

Selanjutnya, pada pukul 10.22 WIB mereka tiba di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati dan posisi di Kalimati pukul 11.55 WIB. Mereka lalu mendaki ke puncak sampai di daerah Watu Gede jam 14.01 WIB. Pada jam 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan ke puncak karena tidak kuat, namun Leonil tetap melanjutkan ke puncak.

Alice memutuskan kembali ke Kalimati, tetapi karena tidak tahu jalan Alice tersesat tidak melalui jalur track sebelumnya, menuju punggungan bukit arah ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi Alice bertahan dan menunggu selama 2 hari. Pada Senin 6 Juni, Alice ditemukan oleh Heri Sumantri dari tim Haspala Malang yang sedang mengantar tamu pada jam 22.00 WIB karena mendengar teriakan-teriakan minta tolong.

Selanjutnya Alice dibawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016 melaporkan resmi kepada petugas Resort Ranu Pani. Rabu (8/6/2016) diberangkatkan tim advance sebanyak 20 orang (porter, saver, gimbal alas, dan potensi SAR lainnya) untuk melakukan SAR awal di titik-titik yang diidentifikasi menjadi lokasi hilangnya survivor. (endy marcapada)

LEAVE A REPLY