wisatawan Asing Keluhkan Tiket Masuk Pantai Pink Lombok

0
126
Pantai Pink Lombok NTB (Foto: Yumantoko.blogspot.com)

MATARAM, Bisniswisata.co.id: Tiket masuk ke Pantai Pink Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) seharga Rp 50 ribu per orang dikeluhkan wisatawan asing. Mereka menganggap penarikan uang tiket masuk oleh petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) tersebut dinilai sangat memberatkan wisatawan.

Hal itu diketahui dari video rekaman antara salah seorang pelaku wisata dengan beberapa orang wisatawan di Pantai Pink, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam video tersebut, para pria yang kebanyakan bertelanjang dada itu mengeluhkan harga tiket mahal yang ditarik petugas untuk bisa menikmati pantai berwarna merah muda.

“Tadi kami ke sini diminta oleh petugas untuk membayar Rp 50.000. Kami pun tak mau bayar, namun petugas itu memaksa kami untuk membayar. Kami rasa ini tindakan tidak normal, ini tindakan mafia,” ucap salah seorang wisatawan seperti dilansir laman Liputan6.com, Selasa (19/09/2017).

Namun, karena penasaran dengan Pantai Pink, para wisatawan itu terpaksa membeli tiket. Meskipun, menurut mereka berwisata ke pantai dengan cara membayar itu adalah sesuatu yang tidak biasa.

“Kami rasa, normalnya kita tidak perlu membayar jika harus ke pantai. Pantai itu gratis, tapi di sini kami harus membayar. Jika tidak bayar, kami disuruh pergi. Saya tidak setuju dengan ini,” kata salah satu turis dalam video itu.

Di menit terakhir video tersebut, mendadak sontak seluruh turis asing yang berjumlah tujuh orang itu mengecam tindakan penarikan tiket yang dianggap mahal itu dengan mengucap serentak kalimat “Beach is Free, Beach is Free”, yang berarti “Pantai itu gratis”.

Sebelumnya, banyak dari wisatawan mengaku kapok dan mengancam tidak akan berkunjung ke Pantai Pink lagi akibat harga tiket yang dinilai kemahalan.

Para pelaku wisata setempat mengungkapkan pemberlakuan tiket seharga Rp 50 ribu per orang bagi wisatawan asing dan Rp 10 ribu per orang bagi wisatawan lokal dikhawatirkan akan membuat Pantai Pink tidak diminati lagi. Bahkan membuat para pelancong asing kapok dan enggan berkunjung ke pantai berpasir warna kemerah-merahan.

“Sebelumnya, setiap hari ada seratus lebih, sekarang menurun drastis. Bahkan saking sepinya, beberapa hari yang lalu saya lihat cuma dua orang bule aja di sana,” ujar Jayadi Kusuma, Pelaku Wisata di Daerah Selatan Lombok.

Tak hanya itu, sambung Jayadi, pemberlakuan tiket masuk juga membuat wisatawan dalam negeri dan mancanegara geram karena tiket tersebut dinilai terlalu mahal. Akibatnya, banyak wisatawan yang berjanji tidak akan berkunjung lagi ke Pantai Pink.

Tentunya, pemberlakuan tiket masuk yang lumayan mahal tersebut dikhawatirkan akan mengubur nama Pantai Pink yang saat ini dikenal dunia. “Setelah saya tanya ke beberapa wisatawan luar dan lokal, mereka menjawab menyerah dan berjanji tidak akan lagi berkunjung ke pantai ini. Gimana tempat ini mau ramai nantinya?” kata Jayadi.

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur, Lombok Timur mengaku pemberlakuan tiket masuk tersebut bukan mengada-ada, melainkan karena mengikuti aturan Perda Propinsi NTB Nomor 6 Tahun 2016, tentang pemberlakuan tiket masuk di kawasan wisata.

Pihak KPHL mengaku, memberlakukan tiket masuk tersebut karena telah menjadi aturan yang ditetapkan Perda. Namun, untuk sementara, pihaknya akan menyiasati cara agar karcis masuk Pantai Pink tidak memberatkan wisatawan yang datang berkunjung.

“Siasatnya, untuk sementara mungkin kalau yang datang lebih dari dua orang, akan diberikan diskon 50 persen sambil kami bicarakan dengan pimpinan kami,” kata Aminudin, Kepala KPHL Rinjani Timur. (*/LEO)

LEAVE A REPLY