Tujuh Pencuri Spesialis Bus Pariwisata Dibekuk

0
250
Ilustrasi dipenjara

BEKASI, bisniswisata.co.id: Sebanyak tujuh anggota komplotan pencuri spesialis bus pariwisata, Kamis (9/2/2017) petang dibekuk, tanpa melakukan perlawanan. Mereka ditangkap karena menggasak sebuah bus yang terparkir di Jalan Mawar VI RT 03/09, Kalibaru, Medansatria, Kota Bekasi.

Ketujuh pencuri yang ditangkap berinisial SU (21), AO (32) dan T (41), C (47), S (59), BH (40), dan SF (33). Mereka diamankan di tempat berbeda, yaitu di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan.

“Mereka kami amankan tanpa perlawanan berikut komponen bus hasil curian. Para pelaku dan korban ini saling kenal, karena tersangka juga bekerja sebagai sopir bus,” kata Kapolsek Medansatria Kompol Sukadi pada Jumat (10/2/2017).

Kapolsek menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari peristiwa pencurian bus Isuzu bernopol B 7209 FGA, sopir bernama Hidayat, 43 tahun melapor ke Polsek Medansatria.

Hidayat melapor bahwa kendaraan milik perusahaannya telah raib saat diparkir di Jalan Mawar VI, Medansatria pada 15 Desember 2016. “Korban memang biasa memarkirkan kendaraannya di sana karena dekat dengan rumahnya,” jelas Kapolsek.

Meski sudah melapor ke polisi, rupanya para pelaku tidak kunjung tertangkap. Hidayat lalu berkeliling ke beberapa pool bus yang ada di Kota Bekasi. Pada Kamis (9/2/2017) pagi, laju sepeda motornya mendadak terhenti saat melihat sebuah badan bus yang berada di pool bus di daerah Kranji, Bekasi Barat. Dia curiga dengan badan bus di sana karena memiliki ciri-ciri yang sama seperti bus yang hilang. Namun bentuk badan bus sudah berubah warna. “Korban lalu melaporkan hal ini ke anggota dan kami bergegas mengeceknya,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Medansatria, AKP David Djauhari menambahkan, petugas kemudian melakukan penyelidikan di lokasi dan langsung mengamankan SU di rumahnya di daerah Jakarta Timur. “Anggota terus melakukan pengembangan dengan menangkap enam pelaku lain di rumahnya daerah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan,” kata AKP David.

Berdasarkan penyelidikan, tersangka SU, OA dan T berperan membawa kabur bus dari lokasi kejadian ke tempat persembunyiannya menggunakan kunci duplikat. Setelah itu, bus tersebut diserahkan ke pelaku C di daerah Rempo, Tangerang Selatan. Oleh pelaku lainnya C, BH dan SF bagian bus dipreteli dan dijual ke berbagai tempat.

Bagian sasis dan mesinnya telah dijual ke wilayah Rembang, Jawa Tengah seharga Rp 25 juta, sedangkan badan bus dijual ke Kota Bekasi seharga Rp 150 juta. “Namun mereka baru mendapat Rp 80 juta karena pembeli belum membayar barang itu secara penuh,” ujar AKP David.

Kepada polisi, para tersangka yang juga bekerja sebagai sopir bus ini, mengaku baru beraksi sebanyak satu kali. Meski begitu, polisi tidak mempercayainya karena posisi komponen bus sudah pindah tangan ke beberapa tempat. Diduga, para pencuri telah memiliki jaringan penadah yang kuat untuk menjualnya. Akibat perbuatannya, para tersangka bakal dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (END)

LEAVE A REPLY