Tu7uh Rumah Produksi bikin Film Drama Religi

0
1220
Pemain dfilm 2 Batas Waktu

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Sudah lama film nasional bergenre drama religi, tidak ada bahkan tak pernah dibuat. Kini, Tu7uh Rumah Produksi, pendatang baru dikancah perfileman nasional hadir menyemarakkan film Indonesia dengan film perdananya yang mengangkat Drama Religi. Menariknya dalam film bertajuk “2 Batas Waktu”, menceritakan pengalaman nyata tokoh Tiara yang mengalami kejadian spiritual pada masa kuliahnya era tahun 2004.

Sederet bintang muda bahkan bintang tua, memperkuat film ini. Bintang muda Irish Bella dan Christhoper, akan bertemu dengan Ike Muti dan Cok Simbara, sebagai sosok pemain tua. Juga sederet puluhan pemain muda, yang direkrut melalui proses casting yang sangat panjang sekaligus seleksi yang ketat.

Film yang digarap sutradara Irwan Siregar diyakini bahwa film ini meraup kesuksesan. Keyakinan itu sangat beralasan, mengingat setiap film yang dipegang Irwan Siregar selalu sukses seperti Rumah Pondok Indah (2006), Tapi Bukan Aku (2008), Rumah Bekas Kuburan (2011), Main Dukun (2014), Miss Call (2015) dan Aku Cinta Kamu Titik (2015).

Selain itu, cerita Film 2 Batas Waktu merupakan pengalaman nyata, sehingga sangat menarik untuk disimak. Dan cerita ini kerap dialami umat manusia. “Jadi ini pengalaman saya yang paling berat dalam membuat film. Ini tantangan, yang harus saya kerjakan,” papar Sutradara Irwan Siregar saat ditemui acara syukuran pembuatan film 2 Batas Waktu di kawasan Cikretek, Pancawati Bogor, Minggu (8/11) malam.

Syuting perdana dimulai Senin (9/11) di kawasan Pancawati Bogor selama kurang lebih 14 hari. Seluruh pemain disewakan villa dan mengikuti aktifitas syuting dari pagi hingga petang, kemudian istirahat dan esok paginya dilanjutkan lagi. “Jika syuting di Jakarta, kami tidak bisa memanage pemain dan crew, karena mereka begitu syuting langsung hilang besok datang terlambat, alasannya macet. Di kawasan ini, mereka tak bisa sederet alasan,” papar Irwan.

Produser Tirta Wijaya mengharapkan film ini akan ditayangkan pada Februari 2016. Bahkan akan diikutkan dalam festival film di Malaysia sekaligus diedarkan di negara tetangga, juga akan diikutkan di festival film internasional lainnya. “Kami berani melangkah ke luar Indonesia, karena cerita film ini sangat menarik juga kami punya link dengan yang ada di luar negeri,” jelasnya.

Film Drama relegi ini, skenarionya berdasarkan sebuah pengalaman nyata tokoh Tiara. Wanita ini mengalami kejadian-kejadian spiritual pada tahun 2004. Tiara (Irish Bella) adalah seorang mahasiswi di Jakarta juga nyambi sebagai pekerja hiburan. Tiara berpibadi sangat cuek, tomboy, sayangnya sakit-sakitan. Dia lahir dari keluarga sederhana yang muslim.
Meski demikian, kehidupan beragama di keluarganya tidak cukup mendalam. Saat gamang akan keyakinannya, Tiara mencari Tuhan pada setiap ajaran yang dikenalnya. Berbagai pertanyaan hadir menguji keimanannya. Dalam proses pencariannya, Tiara kemudian menyadari adanya sosok lain yang selalu membayangi dirinya.

Sosok tersebut tidak menggangu, justru selalu melindungi Tiara dan menjaganya dari kejahatan yang akan menimpanya. Sebaliknya teman-teman kuliah Tiara menuding bahwa tiara tengah mengalami gangguan kejiwaan. Sosok ghoib itu menuntun Tiara menemukan jawaban-jawaban dari berbagai pertanyaan hidupnya. Sampai suatu saat dia bertemu ustad yang membantu memberinya pemahaman dan membuatnya mulai percaya diri.

“Ini merupakan kesempatan buatku karena bisa bermain di film yang berbeda. Di film ini, aku berperan sebagai Tiara. Memerankan Tiara di film ini cukup menantang karena berdasarkan kisah nyata yang bersinggungan dengan dunia lain. Saya berharap semoga masyarakat pecinta film Indonesia menyukai fil ini,’’komentar Irish Bella saat dimintai tanggapannya soal film terbarunya ini.

Aktor senior Cok Simbara mengaku tidak terlalu kesulitan dalam memerankah ayah Tiara. “Karakter itu kita selalu kompromi, Tapi kitakan ada pengalaman hidup, itu pelajaran yang akan membuat kita mampu memahami karakter dengan baik. Lewat pengamatan, maka tidak terlalu sulit, terlebih sama latar belakang Tapanuli”, jelasnya.

Senada dengan Cok Simbara, pemeran ibu Tiara, Ike Muti juga tidak mengalami kesulitan berarti, sebab disamping peran ibu yang umum dilakoni, juga dirinya pernah mengalami pengalaman-pengalaman roh, yang mana membuatnya lebih mudah memahami karakter ibu dengan anak seperti Tiara. “Ada sisi lain. Namun tidak boleh musrik. Tapi banyak yang mengalami. Termasuk saya. Itu harus kita terima. Karena itu, meski massage film ini tidak banyak, tapi berat. Saya senang bisa memerankan ibu dengan anak seperti itu”, ucapnya.

Sutradara “2 Batas Waktu” Irwan Siregar – Penulis Jimmy S. Johansyah – Produser Eksekutif Tirta Siregar, Prayitno Suprawijaya, Bernadus Tokan – Associate Produser Mercelina Matasya – Line Produser Parlin Hasibuan – Produsser Andre Murtono, SP. Pemain Irish Bella, Cok Simbara, Egi Fedly, Faye Nicole, Ike Muti, Clara, Christopher, Audrey, Tasya, Cindy, Ferdy, Wijaya, Mamen Aris, Artha Pratama, Bijak Baginda, Efan Fatah. (endy)

LEAVE A REPLY