Tren Fashion 2016 Dipengaruhi Gaya 1990-an

0
810
Tren fesyen 2016. (foto:fashionista)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: TREN model busana biasanya memang hanya akan berputar-putar saja dari tahun ke tahun, namun tetap akan ditambah inovasi baru dari para perancang. Bahkan untuk 2016 ini, tren busana tahun 1990-an akan tetap berjaya.

Di luar negeri, tren fesyen lebih berfokus pada musim semi yang jatuh pada bulan Maret hingga Juni untuk bagian utara dan September hingga Desember untuk bagian selatan.

Masih ada model fesyen lain yang akan mewarnai tahun 2016 seperti pajama dressing yang terkesan santai, Latin influence yang artinya akan didominasi warna merah dan merumbai serta descontructed Oxfords nyatanya tak selalu cocok untuk semua tipe pakaian.

Di Indonesia, desainer kawakan Widhi Budimulia yang berkarir di dunia fesyen selama 30 tahun tidak berniat mengubah mode pakaian yang telah ia ciptakan sejak awal. Ciri khas gaya klasik, sederhana, dan elegan rupanya akan terus dipertahankan oleh Widhi hingga 2016.

“Beberapa klien yang sudah lama, sejak awal saya memulai karir, masih senang menggunakan karya yang saya buat saat itu. Jadi saya akan tetap memakai konsep klasik,” ujarnya.

Berikut adalah tren busana 2016 seperti dilansir dari Fashionista di kota mode New York, London, Milan, dan Paris.

01. Tren tahun 1990-an

Tren satu ini nampaknya tak akan pernah tenggelam. Kali ini Saint Laurent, Vetments, Alexander Wang, dan Chloe akan memamerkan mode lawas ini pada musim semi 2016, seperti dilansir Marie Claire.

02. Model berkibar atau volume

Model ini akan menjadi kunci fesyen 2016 bagi Michael Kors, Miu Miu, Roberto Cavalli, Mary Katrantzou, dan Marques Almeida. Bagian atasan dan bawahan akan dibuat mengembang dengan adanya tambahan kain yang akan memberi kesan bervolume.

03. Pamer bahu
Model yang lebih dikenal dengan ‘cold shoulder’ ini berarti bagian bahu akan lebih terbuka, seperti model ‘shoulder cutouts’ yang masih menutupi bagian leher namun tetap menonjolkan bagian bahu, ‘off the shoulder’ yang memamerkan tulang selangka dan leher sehingga bentuk leher lebih terlihat seksi, dan model ‘asymmetrical necklines’ yang menunjukkan ketidakseimbangan di bagian leher dan terbuka pada bagian bahu. Beberapa label berbasis New York dan Paris telah memamerkan koleksinya untuk 2016 dengan model ini, seperti Bernard Chandran, Guy Laroche, Paul & Joe, Peter Pilotto, Antonio Marras, Sacai, dan Versace.

04. Bahan kusut

Busana seperti ini tidak akan membuat Anda tampak berantakan, justru memunculkan gaya yang unik. Karena itu, label ternama seperti Margaret Howell, Bottega Veneta, Givenchy, Alexander McQueen, and Nina Ricci menggunakannya sebagai tren fesyen 2016.

05. Lipatan mikro

Model dengan menggunakan lipatan-lipatan yang detail dan kecil akan menghiasi fesyen tahun depan. J.Mendel, Gabriele Colangelo, Sonia Rykiel, Giles, and Stella McCartney adalah beberapa label yang menggunakan model ini tahun 2016.

06. Victorian

Leher tinggi, bahan kusut, pita, dan lubang tali memang ciri khas Victorian yang juga akan dipakai beberapa label; seperti Emilia Wickstead, Fendi, Zimmermann, Erdem, and Etro sebagai tren 2016.

07. Memiliki ekor

Seperti layaknya ekor komet, jumbai (baik tipis, lebar, kain, atau tali) tampaknya akan menghiasi fesyen tahun depan, entah dalam bentuk pita atau hiasan semata. Label Boss, Marc Jacobs, Derek Lam, Michael Kors, and Joseph adalah label yang memasukkan model ini untuk musim semi 2016. (*/m)

LEAVE A REPLY