Travelport: Turis Digital Dunia, Indonesia Peringkat 3

0
36

JAKARTA, Bisniswisata.coid: Platform travel niaga Travelport mengeluarkan hasil survei perilaku wisatawan global dalam menggunakan alat digital saat merencanakan travel, pemesanan, hingga traveling. Ternyata, Indonesia menjadi negara di peringkat ke tiga terbesar dalam kategori wisatawan digital. Peringkat pertama diduduki China disusul India.

Saat merencanakan perjalanan, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan, 93 persen menggunakan video dan foto dari media sosial (rata-rata Asia Pasifik adalah 76 persen), 71 persen menggunakan pencarian suara atau voice search (kedua setelah China di 72 persen) dan 84 persen masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan profesional.

“Riset ini menunjukkan betapa pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan. Pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan 25,68 persen sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya,” ungkap Managing Director Asia Pasifik Travelport, Mark Meehan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (14/11/2017).

Dilanjutkan survei ini dilakukan terhadap 11.000 responden di seluruh dunia dengan menyoroti penggunaan alat digital berdasarkan kegiatan wisatawan yang telah merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan.

“Temuan ini menunjukkan pentingnya alat digutal bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. Kami mengidentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global senilai USD7,6 triliun untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat bagi pelanggan,” sambungnya.

Menurut Mark, survei wisatawan global ini dilakukan terhadap mereka yang tahun lalu setidaknya telah melakukan minimal satu kali perjalanan pulang pergi menggunakan moda transportasi udara. Survei tersebut mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik, yang disediakan oleh maskapai penerbangan.

“Ini menunjukkan kegemaran dan kecenderungan wisatawan Indonesia menggunakan alat digital di setiap bagian dan proses ketika mereka melakukan perjalanan,” sambungnya.

Menurut Mark, survei wisatawan global ini dilakukan terhadap mereka yang tahun lalu setidaknya telah melakukan minimal satu kali perjalanan pulang pergi menggunakan moda transportasi udara. Survei tersebut mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik, yang disediakan oleh maskapai penerbangan.

Director Travelport Indonesia, Raymond Setokusumo mengatakan, Travelport Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan. “Peningkatan ada, kalau saya boleh bilang di Indonesia saja kami kira-kira bertumbuh sekitar 25 persen (year to date)” kata Raymond.

Head of Organization & inter institution ASTINDO (Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan), Bagus Priatna menambahkan, prospek bisnis travel saat ini memang tumbuh cukup tinggi. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para agen perjalanan di Indonesia untuk bisa segera beralih ke digital.

Bagus menjelaskan, untuk tren perjalanan hingga tahun depan masih unggul wisata domestik. Sementara untuk destinasi internasional ada Korea dan Jepang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY