Travel Warning Pupuskan Wisman Kunjungi Indonesia

0
385
elephant expedition di Bali (foto: http://balilives.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: DAMPAK peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan sejumlah negara pasca kejadian bom Thamrin Jakarta, pada Januari 2016, mengakibatkan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari 2016, pelancong asing yang kunjungi Indonesia mengalami grafik penurunan 17,44 persen dibandingkan Desember 2015. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2016 mencapai 814,3 ribu kunjungan. Namun, jika dibandingkan secara tahunan naik 3,60 persen dibanding kunjungan Januari 2015.

“Kami duga ada dampak dari kejadian bom bulan Januari 2016, sehingga secara nasional mengalami penurunan. Bahkan, kunjungan wisman ke Bali juga sempat turun,” papar Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/3).

Jika dilihat secara tahunan, kunjungan wisman ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali memang mengalami kenaikan 19,02 persen. Namun, jika dibanding Desember 2015, jumlah kunjungan wisman reguler melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun, sebesar 5,53 persen.

Selain dampak aksi teror, pergeseran tanggal hari raya Tahun Baru Imlek juga mempengaruhi jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. akibat imlek 2016 yang jatuh pada bulan Januari, sementara tahun ini Imlek jatuh di bulan Februari. “Tahun lalu, imlek di Januari jadi banyak yang datang. Tahun ini di Februari, jadi Januari tidak begitu signifikan kenaikannya,” jelas Suryamin.

Sementara untuk jumlah kunjungan wisman reguler ke Indonesia pada Januari 2016 mencapai 740,6 ribu kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dibanding jumlah kunjungan wisman reguler pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah kunjungan wisman reguler Januari 2015 tersebut terjadi hanya di delapan pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok/BIL, Nusa Tenggara Barat sebesar 84,82 persen, sedangkan, kenaikan terendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sebesar 1,49 persen.

Penurunan jumlah kunjungan wisman reguler Januari 2016 terjadi di sebagian besar pintu masuk, dengan penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 72,20 persen, dan penurunan paling kecil terjadi di Pintu Masuk Batam, Kepulauan Riau 4,88 persen.

Dari 740,6 ribu kunjungan wisman reguler yang datang ke Indonesia selama Januari 2016, diantaranya dilakukan oleh wisman asal China 15,50 persen, Singapura 13,07 persen, Australia 12,71 persen, Malaysia 11,26 persen, dan Korea Selatan 4,57 persen. (*/e)

LEAVE A REPLY