Tour de Singkarak Majukan Pariwisata Pesisir Selatan

0
706
tour de singkarak

PAINAN, test.test.bisniswisata.co.id: Tour de Singkarak, perhelatan akbar lomba balap sepeda internasional ternyata mampu memajukan pariwisata di daerah, yang selama ini kurang mendunia. Selain memajukan, Sport tourism ini juga menjadi daya tarik sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara.

“Dulu wilayah Pesisir Selatan Sumatera Barat hanya dikunjungi segelintir wisatawan, namun sejak ada event Tour de Singkarak hasilnya sangat luar biasa karena dikunjungi 2 juta wisatawan lokal, nasional dan internasional,” ungkap chairman Tour de Singkarak Sapta Nirwandar saat meresmikan pembukaan Tour de Singkarak di kota Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (02/10/2015) malam.

Selain meningkatkan pariwisata, sambung mantan Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Tour de Singkarak juga mampu meningkatkan kebudayaan setempat sekaligus perekonomian daerah. “Masyarakat Painan memperoleh pendapatan dari menjual kuliner, souvenir dan lainnya,” jelas Sapta.

Diakuinya, sejak ada lomba balap sepeda internaional ini, Pesisir Selatan yang memiliki daya tarik wisata alam dengan jembatan akar alami yang ada sejak puluhan tahun, juga ada wisata sejarah berupa kapal peninggalan Belanda yang ditembak Jepang, saat perang dunia kedua. Hingga kini kapal masih tenggelam di perairan kawasan Mandai.

Juga wisata bahari dengan menawarkan pantai yang indah dan kepulauan untuk yang aman dikunjungi itu, terus berbenah dalam infrastrukturnya agar wisatawan dapat menikmati pesona wisata dengan aman, nyaman dan menyenangkan, sambungnya.

Wisata bahari yang ditawarkan adalah pantai Carocok dengan menjual watersport dan paralayang. Dan kini dipersiapkan pantai Mandai yang menawarkan keindahan alam dan wisata mancing atau fishing sport, snorkling juga diving.

Sekitar 163 pebalap dunia dari 21 negara ambilagian dalam ajang balap sepeda Tour de Singkarak 2015, yang dimulai hari ini, 3 Oktober sampai 11 Oktober 2015. Beberapa di antaranya bahkan pernah mengikuti gelaran Tour de France.

“Tour de Singkarak tahun ini diikuti banyak tim yang berpengalaman dalam lomba balap sepeda internasional,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, Jumat (2/10) malam.

Salah satu di antaranya, sambung Arseno, adalah Track Team Astana. Tim asal Kazakhstan ini pernah mengikuti Tour de France. Tour de Singkarak telah masuk kalender Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO). Menurut data yang mereka miliki, Tour de Singkarak menjadi salah satu ajang balap sepeda yang memiliki penonton terbanyak.

Ajang ini sebelumnya digelar sekitar Juni setiap tahun. Jadwal perpaduan kegiatan olahraga dan pariwisata pun berubah mengikuti UCI Road Calendar Asia Tour.

Tour de Singkarak kali ini diikuti 21 tim dari 36 negara. Di antaranya adalah Asian Racing Team (Jepang), Arbo Denzel Cliff (Austria), 7 Eleven Roadbike (Filipina), Holy Brother Cycling Team (Republik Rakyat Cina), Attaque Team Gusto (Taiwan), National Sports Council (Malaysia), dan Pegasus Continental Cycling Team (Indonesia).

Masih ada juga Pishgaman Giant Team (Iran), St. George Merida Cycling Team (Australia), Singaha Infinite Cycling Team (Thailand), Team Diferdance Gigi Losch (Luksemburg), Track Team Astana (Kazakhstan), Uzbekistan National Team (Uzbekistan).

Pada gelaran kali ini pebalap akan melintasi 18 kabupaten/kota dan menempuh jarak sejauh 1.341,5 km. Para peserta diajak menyusuri beragam lansekap alam dan pedesaan yang indah di Sumatera Barat, seperti Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan mematikan di Bukit Sileh. Tour de Singkarak 2015 memilik garis start di Pesisir Selatan dan finis di Kota Padang pada hari kesembilan. (endy poerwanto)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.