Tour de Singkarak jadi Balap Sepeda Paling Populer di Dunia

0
486
PADANG, INDONESIA - AUGUST 07: Cyclists compete pass through Kelok Sembilan during Stage 2 of the 2016 Tour de Singkarak, Limapuluh Kota (Lembah Harau) - Tanah Datar (Istana Basa Pagaruyung) 119,5 km on August 7, 2016 in Padang, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)

PADANG, test.test.bisniswisata.co.id: Tour de Singkarak dinilai sebagai kejuaraan balap sepeda paling populer di dunia menurut situs Worldcyclingstats.com, mengungguli empat kejuaraan lain yang diselenggarakan di waktu yang bersamaan yaitu Tour of Szeklerland (Rumania), Tour de I”Ain (Perancis), The Larry H Miller Tour of Utah (Amerika Serikat) dan Anterwpse Hapenpijl (Belgia).

“Tour de Singkarak jadi trending topic di sosmed sehingga bisa ada di peringkat satu di website Worldcyclingstats.com,” kata Jamaludin Mahmood, Director Tour de Singkarak 2016 usai acara grand finish di Monumen Merpati Perdamaian, Kota Padang, pekan lalu.

Menurutnya, TdS 2016 merupakan TdS terbaik yang pernah diselenggarakan selama ini karena sinergi dan keamanan yang sangat baik dari berbagai pihak. Union Cycliste Internationale (UCI), induk organisasi internasional olahraga sepeda, mengapresiasi hal ini. “UCI memberikan penghargaan keamanan yang terbaik. Kalau tahun lalu masih ada masalah dengan penginapan dan makan, tahun ini tidak lagi, sudah mengalami peningkatan,” lanjutnya.

Ada beberapa indikator sehingga kejuaraan dengan kategori 2.2 ini menjadi yang populer versi www.worldcyclingstats.com diantaranya adalah gencarnya pemberitaan di media massa, media sosial hingga keterlibatan masyarakat kejuaraan yang juga sebagai media untuk pengenalan pariwisata di wilayah Sumatera Barat itu.

“Tapi inginnya Menteri Pariwisata TdS ini dilangsungkan untuk pembangunan daerah, jadi tidak perlu berambisi naik kelas menjadi 2.1. Karena nanti tuntutan kualitas ke kabupaten/kota juga akan besar,” ujar Jamal.

Untuk TdS 2017 nanti pembukaan akan berlangsung di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar dan penutupan di Kota Bukittinggi. Sebelumnya beberapa kabupaten telah mengajukan kesiapannya menjadi titik grand opening seperti Pasaman Barat dan Pariaman.

Memang, Tour de Singkarak 2016 sukses diselenggarakan mulai dari etape pertama di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, hingga etape kedelapan di Monumen Merpati Perdamaian, Kota Padang, Minggu (14/8). Amir Kolahdouz pebalap asal tim Pishgaman (Iran) berhasil keluar sebagai juara umum, diikuti pebalap Indonesia Dadi Suryadi di tempat kedua yang memperkuat Terengganu Cycling Team (Malaysia), serta Ricardo Garcia di posisi ketiga yang memperkuat Kinan Cycling Team (Jepang).

Amir Kolahdouz (23) mengaku senang bisa menjuarai TdS 2016. Sebelumnnya, ia memang sudah optimis bisa unggul dari ratusan pebalap lainnya. “Saya senang sekali dengan hasil yang sekarang ini. Kejuaraan yang saya ikuti di China kemarin jadi pemanasan untuk Tour de Singkarak ini, makanya saya optimis bisa menang di sini,” kata Amir usai acara grand finish TdS 2016.

Amir tidak hanya berhak atas yellow jersey (juara umum individual) namun juga memegang green jersey (juara umum raja sprint) dan polkadot jersey (juara umum raja tanjakan). Ketiga jersey ini sudah dimiliki Amir sejak etape keempat hingga di etape kedelapan.

Lawan terberat Amir Kolahdouz, tidak lain adalah Dadi Suryadi, pebalap asal Indonesia kelahiran Sumedang. Dadi harus puas berada di posisi kedua untuk juara umum individual, namun ia berhasil membawa pulang red and white jersey yang merupakan penghargaan untuk pebalap Indonesia tercepat. “Alhamdulillah bisa masuk ke dua besar, setelah ini saya akan memaksimalkan kemampuan untuk bisa juara di tour lainnya,” ujar Dadi Suryadi.

Baik Amir Kolahdouz dan Dadi Suryadi mengakui bahwa etape yang tersulit mereka adalah etape keempat dengan rute Padang Panjang menuju Puncak Lawang, Kabupaten Agam. “Yang paling berat itu stage 4, tanjakannya lebih tajam, finishnya juga di atas jadi lebih harus tampil maksimal,” jelas Dadi Suryadi.

Etape kedelapan membawa pebalap dari titik start di Jam Gadang, Kota Bukittinggi menuju Monumen Merpati Perdamaian di Kota Padang. Jarak yang ditempuh oleh pebalap antara lain 145,9 kilometer. Etape kedelapan dimenangkan oleh Mat Amin S dari Malaysia, Chen Chien Liang dari Taiwan di tempat kedua dan Jamalidin Novardianto dari Indonesia di tempat ketiga. (*/NDI)

LEAVE A REPLY