Tol Soroja Mudahkan Wisatawan Jelajah Destinasi Bandung Selatan

0
36

BANDUNG, Bisniswisata: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini adanya Tol Soroja yang menghubungkan Soreang-Pasir Koja, memudahkan wisatawan menuju ke tempat wisata kebun teh di Rancabali, Malabar, Pangalengan Bandung Selatan.

“Ada danau indah Situ Patenggang, Cileunca, Cimanggu, Ciwalini, Kawah Putih. Rumah peninggalan Boscha sampai rumah tempat syuting Pengabdi Setan ada di Bandung Selatan,” ungkap Presiden Jokowi saat meresmikan Tol Soroja, Senin (04/12/2017) siang.

Kepala negara mengatakan Tol Soroja merupakan infrastruktur yang paling dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Sebab, lanjut Presiden, pembangunan tol sepanjang 10,55 kilometer ini telah mangkrak cukup lama, yaitu sejak tahun 1996.

Presiden lantas menggunakan bahasa Sunda saat menyampaikan perasaannya usai meresmikan Tol Soroja itu. “Ka Soreang Ngagaleuh laja, uihna ka Pasir Koja, geuning ayeuna aya tol Soroja. Dina rasa anu bahagia,” kata Presiden, yang artinya: “Ke Soreang beli lengkuas, pulangnya ke Pasir Koja. Ternyata sekarang ada Tol Soroja. Jadi rasanya bahagia.”

Dengan dibukanya Tol Soroja sepanjang 10 km itu, menurut Presiden, akses menuju Soreang yang biasanya 1,5 jam sekarang bisa dipangkas menjadi 12 menit.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat di Bandung Selatan, terutama Kabupaten Bandung, agar bersiap untuk mengalami percepatan berbagai bidang. “Jangan lupa, bersiap juga dengan kartu e-tol karena semua pintu sudah sistem elektronik,” ujar Presiden Jokowi.

Tol Soroja yang menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya dan terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi ini memiliki lima gerbang, yaitu Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur, dan Soreang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pembangunan Tol Soroja ini menghabiskan biaya Rp1,765 triliun merupakan kerja sama pemerintah dan badan usaha, yang sahamnya 65 persen dimiliki PT CMNP, 25 persen PT Wijaya Karya dan 10 persen Jasa Sarana. (HMS)

LEAVE A REPLY