TKAI  Tampilkan Kecerdasan Majemuk Siswa Lewat Operet Putri Tidur.

0
61

Pertunjukan Operet Putri Tidur oleh siswa Taman Kreativitas Anak Indonesia ( TKAI) di Sasana Langen Budoyo, TMII, Kamis (5/4).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Taman Kreativitas Anak Indonesia ( TKAI) tampilkan kecerdasan majemuk ( multiple intelligence) siswanya dengan menggelar Operet Putri Tidur di Sasana Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah ( TMII), kemarin.

Lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal dari tingkat Taman Bermain ( TB), Taman Kanak-kanak hingga tingkat Sekolah Dasar ( SD) ini menjadikan pesta akhir tahun pelajaran TB dan TK dengan pertunjukan yang dikemas secara profesional melibatkan seluruh siswa, guru, orangtua murid dan karyawan administrasi lainnya.

“Kegiatan tahunan ini menjadi ajang kreativitas anak mulai usia 2 tahun ke atas atas apa yang telah diperolehnya di sekolah selama satu tahun,” kata Dr.Rose Mini,A.P.,M.Psi yang lebih dikenal sebagai Bunda Romy, Pembina Yayasan TKAI.

Soalnya  selain menjalankan kurikulum Diknas pihaknya juga mengajarkan multiple intelligince, life skill serta creativity dalam pelajaran sehari-hari dengan mengasah dan mengoptimalkan sedikitnya 9 kecerdasan yang dimiliki setiap orang.

“Setiap anak itu cerdas, kewajiban orang tua untuk dapat mengenali kecerdasan dan membantu mengoptimalkan potensi kecerdasan multitalentanya. Di operet Putri Tidur ini kita bisa lihat hasil dari anak-anak yang dioptimalkan a.l linguistic intelligence, Life Skill Intelligence, Kinesthetic Intelligence dan Moral Intelligence nya,” ujar Bunda Romy.

Bunda Romy saat membuka acara perpisahan

Menurut dia, sebelum tampil anak melalui proses berlatih dengan teman, guru, instruktur sehingga terjadilah proses simulasi dari kecerdasan majemuk. Anak yang dilatih linguistic intelligencenya anak berani bicara dan mengemukakan pendapat.

Intrapersonal dan interpersonalnya terasah karena anak mampu memahami dirinya dan percaya diri, berani berada disatu situasi seperti tampil di atas panggung. Dari sisi interpersonalnya mampu bekerjasama dengan orang lain baik teman mainnya maupun pendukung acara lainntya.

Menurut dia, karena disekolah life skill dan creativity terasah maka anak-anak terbiasa trampil menghadapi situasi misalnya saat tidak diajak bermain oleh temannya maka dia akan pro-aktif, bicara pada guru atas situasi tidak nyaman yang diterimanya dan mampu mengatasi masalah dengan cara kreatif.

“Dalam situasi dia tiba-tiba merasa dijauhi oleh temannya maka dia berani mengatakan mau ikut bermain bersama dong,” jelas Bunda Romy. Hal ini karena beragam kecerdasan yang diasah bukan hanya logical mathematic tapi juga Moral Intelligence, Naturalis Intelligence, Music Intelligence dan Visual Spatial Intelligence.

Sejak usia dini di kelas taman bermain anakpun  sudah diajarkan berfikir kritis, berani tampil beda sehingga ketika tampil dipanggung pertunjukkan di Sasana Langen Budoyo yang luas dan megah mereka bisa menikmati perannya masing-masing meski usianya baru berumur kurang dari 3 tahun.

Operet Putri Tidur

Operet yang mengangkat kebudayaan Betawi berkisah tentang seorang anak yang bernama Putri. Anaknya cantik dan pintar, tapi punya sifat mau menang sendiri dan tidak patuh kepada orangtua.

Anak dari mpok dan abang Somad ini kemudian minta ulangtahunnya dirayakan dengan pesta rakyat, mengundang banyak orang, banyak hiburan dan beragam makanan kuliner khas Jakarta ( Betawi).

Ketika tukang jahit keliling melintas depan rumah yang tengah berpesta itu, Putri langsung memanggilnya dan memainkan mesin jahitnya. Meski sudah dilarang orangtua dan tamu yang datang dia tetap tidak mau berhenti sehingga akhirnya jarinya tertusuk jarum dan Putri pingsan.

Selama berhari-hari pingsan dan segala upaya dilakujan untuk membangunkan Putri tidak berhasil. Sampai akhirnya datanglah Ali, teman Putri yang mencoba membangunkannya dan berhasil.

Uniknya setelah bangun dari pingsan, sifat Putri berubah menjadi baik dan penurut, peduli, sayang dan sabar dengan teman-temannya. Akhir ceritanya dikisahkan Putri bersama orangtua serta teman-temannya berwisata keliling kota Jakarta karena ungkapan gembira sudah bangun dari tidur panjangnya.

Murid-murid TKAI berfoto bersama dengan latar belakang obyek wisata Museum Fatahilah, Jakarta.

Alhasil seluruh murid Taman Bermain maupun Taman Kanak-Kanak TKAI yang diantar orangtua maupun kakek/nenek serta anggota keluarganya mampu menampilkan pertujukkan berkelas yang menghibur.

Para orangtua juga bisa menikmati beragam booth dengan interior Betawi di luar arena pertunjukkan. Di sini berisi karya kreatif anak-anak mengerjakan prakarya serta bazaar produk susu Morinaga sebagai sponsor utama.

“Putri Tidur sengaja dipilih karena ceritanya mengandung kecerdasan moral ( Moral Intelligence). Anak belajar apa akibatnya jika mengabaikan nasehat orangtua,” jelas Bunda Romy.

Kecerdasan moral mengajarkan anak untuk mampu membedakan perbuatan baik dan buruk sehingga akhirnya tertanam dalam diri bahwa mereka harus selalu berbuat baik pada orang lain. Apalagi mengingat di  jaman Now, tambahnya, faktanya banyak orang beragama belum tentu bermoral begitu juga sebaliknya.