Tips Travelling dengan Ortu sudah Lansia

0
493
Turis lansia main angklung (Foto: Warta Kota - Tribunnews.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Lambang kesuksesan, kesetiaan seorang anak adalah ketika dia bisa mengajak orangtua (ortu) pergi berlibur, berwisata, travelling. Dulu semasa kecil orangtua yang membawa kita berlibur ke berbagai tempat, kini giliran kita mengajak orangtua berlibur.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat mengajak orangtua kita berlibur. Terutama bila mereka sudah tergolong lansia. Fisik mereka sudah tidak sama dengan kita yang masih muda.

Jangan sampai acara liburan bersama yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi menyebalkan. Orangtua kesal, kita pun kecewa. Nah, berikut ada beberapa tips berlibur bersama orangtua yang sudah lansia:

01. Tentukan Destinasi

Anda bisa mempertimbangkan, apakah mau berlibur di dalam negeri atau di luar negeri. Destinasi mana pun yang Anda pilih, sebaiknya pilih destinasi yang tidak terlalu menguras energi dan waktu tempuh perjalanannya tidak terlalu panjang. Waktu liburan yang ideal bersama lansia biasanya adalah antara empat hari sampai seminggu, dan maksimal dua minggu. Perhatikan juga kondisi cuaca/iklim di destinasi liburan Anda. Hindari tempat-tempat dengan cuaca ekstrem. Jangan melakukan perjalanan jauh. Carilah destinasi yang jaraknya dekat. Idealnya bagi lansia perjalanan maksimal adalah 12 jam.

02. Pilih Transportasi aman, nyaman

Pilih moda transportasi yang aman, nyaman dan menyenangkan. Duduk selama berjam-jam mungkin bisa menjadi masalah bagi lansia. Pilih transportasi yang paling nyaman, apakah itu dengan kendaraan pribadi, kereta api, atau pesawat terbang. Usahakan jangan menggunakan bus umum karena melelahkan, berdesakan juga naik turun bus akan semakin merepotkan. Apalagi ortu kerap buang air kecil, pasti akan merepotkan. Liburan pun terganggu.

03. Susun itinerary tak melelahkan

Anda yang masih muda tentunya memiliki jiwa petualang yang lebih menggebu-gebu. Namun, ingatlah bahwa Anda berlibur bersama orang tua yang tenaga dan kemampuan fisiknya sudah lebih terbatas. Hindari menyusun itinerary perjalanan yang terlalu padat, semacam mulai pada pagi-pagi buta dan baru kembali ke hotel lewat tengah malam. Berkunjung ke berbagai tempat wisata alam yang mengharuskan mereka trekking berkilo-kilometer sebaiknya dicoret dari itinerary (kecuali orangtua Anda memang sudah terbiasa). Pilih tempat-tempat wisata yang akan menyenangkan bagi mereka, seperti tempat-tempat bersejarah, tempat ibadah, museum, atau taman bunga. Tapi tentunya Anda juga bisa bertanya kepada mereka, kira-kira tempat wisata apa yang ingin mereka datangi. Menggunakan jasa tour and travel juga dapat menjadi pilihan.

04. Siapkan asuransi perjalanan

Asuransi perjalanan cenderung diabaikan oleh wisatawan yang masih muda.Namun, ada baiknya menggunakan asuransi perjalanan saat berlibur bersama lansia.

05. Waspadai Kesehatannya

Masalah terbesar para lansia untuk berlibur adalah kesehatan. Makanya penting bagi para lansia untuk memahami kondisi kesehatan dirinya. Dan kita harus terus memperhatikannya, jangan asyik sendiri lantas melupakan kondisi kesehatan ortu. Periksa kondisi ‎kesehatan setidaknya setiap pagi dalam perjalan liburan. Hal ini penting agar bisa merancang kegiatan sepanjang hari. Bila merasa tak sehat, segera konsultasi ke dokter. Bila mampu tak ada salahnya membawa serta perawat khusus.

06. Persiapkan obat-obatan

Jangan lupa untuk menyiapkan obat-obatan pribadi mereka dan beberapa catatan penting semisal nomer telepon rumah sakit dan dokter pribadi. Anda juga bisa membawa serta beberapa alat penunjang kesehatan seperti alat tes kadar gula darah atau tensimeter. Anda juga bisa membawa ketel listrik (walaupun rata-rata hotel kini sudah menyediakannya). Bila orangtua Anda sudah kurang kuat berjalan jauh, Anda bisa mempertimbangkan untuk membawa kursi roda.

07. Pilih penginapan nyaman

“Murah” sebaiknya tidak menjadi prioritas pertama Anda saat berlibur bersama orangtua. Pilih tempat penginapan yang bersih dan nyaman/sejuk, sehingga orangtua Anda bisa tidur nyenyak setelah seharian berwisata. Orangtua pastinya tidak nyaman jika harus menginap di penginapan model dorm atau hostel. Sebaiknya pilih juga penginapan dengan kamar mandi pribadi. Kebersihan hotel bisa menjadi pertimbangan utama Anda dalam memilih penginapan. Jadi carilah tempat penginapan, transportasi, dan atraksi yang ramah lansia. Misal: tangganya tidak tinggi, jaminan makanannya yang bersih dan sehat, cuaca tidak ekstrem, dan lain sebagainya.

08. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Saat liburan, kita cenderung kebablasan dalam menikmati kuliner. Namun, saat berlibur dengan lansia, Anda harus ingat agar mereka mengkonsumsi makanan yang sehat bagi mereka. Jangan sampai kadar kolesterol atau gula darah melonjak. Pilih juga makanan yang bersih. Beberapa lansia mungkin lebih pemilih dalam bersantap. Pilih makanan yang bisa cocok dengan lidah mereka. Baik juga jika Anda menyiapkan makanan dari rumah semisal biskuit.

09. Biarkan mereka enjoy!

Tips berlibur bersama lansia yang terakhir adalah biarkan mereka yang menikmati! Ingatlah bahwa tujuan utama liburan ini adalah untuk menyenangkan mereka. Jangan terlalu memaksakan mereka. Santai. Rileks. Yang penting mereka happy.

10. Jangan Beraktifitas padat dan berat

Jangan melakukan kegiatan yang padat agar badan tidak terlalu lelah. Satu hari cukup dua tempat atau dua atraksi. Pilihlah atraksi yang tidak menyita banyak tenaga dan memacu adrenalin. Penting adalah melakukan kegiatan yang menyenangkan hati dan tidak dipaksakan. (*)

LEAVE A REPLY