Tips Kurangi Sampah Plastik di Obyek Wisata

0
16
Wisatawan mancanegara berjemur saat terjadi fenomena Equinox di Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (21/3). Menurut BMKG, fenomena Equinox saat posisi semu matahari tepat di atas garis khatulistiwa tidak mengakibatkan peningkatkan suhu udara drastis di Indonesia dengan suhu rata-rata berkisar 33-35 derajat Celsius. ANTARA FOTO/KALEIDOSKOP-2017/Fikri Yusuf/pd/17

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sampah masih menjadi masalah di banyak negara, termasuk Indonesia. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), disebutkan bahwa sektor rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, yakni sekitar 48 persen. Disusul pasar tradisional sebesar 24 persen dan jalan sebesar 7 persen.

Tak hanya di darat, sampah juga berlabuh di lautan. Indonesia disebut sebagai negara kedua terbesar di dunia yang berkontribusi pada sampah yang masuk ke laut, dengan perkiraan mencapai 1,3 juta ton sampah per tahun.

Ironisnya, saat ini Indonesia tengah gencar menawarkan industri pariwisata baharinya. Sampah di lautan juga berlabuh di Bali. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mendeklarasikan keadaan darurat sampah di sepanjang 6 kilometer garis pantai yang mencakup pantai populer seperti Jimbaran, Kuta, dan Seminyak.

Dari sekian banyak sampah yang tercecer, sampah plastik menyumbang jumlah terbesar. Dari data yang dirilis jurnal lingkungan hidup, PLOS ONE, disebutkan bahwa pada tahun 2015 jumlah sampah plastik yang mengambang di lautan mencapai 5,2 triliun ton.

Jumlah tersebut belum yang termasuk mengendap di dasar lautan. Sebagai turis yang bertanggungjawab, ada banyak cara untuk mengurangi pemakaian plastik saat berwisata. Berikut ini ialah cara sederhana mengurangi sampah plastik:

#. Tak gunakan alat makan plastik

Alat makan seperti sendok, piring atau sedotan yang disediakan oleh tempat makan biasanya terbuat dari plastik. Walau terlihat ringkas, namun sampahnya sangat sulit diurai. Membawa alat makan sederhana dari rumah bisa dilakukan. Jika terpaksa melakukannya, jangan gunakan lebih dari tiga alat makan. Kalau memungkinkan, bawa pulang alat makan plastik yang diberi untuk digunakan kembali.

#. Kemasan kertas

Belilah barang yang dikemas dalam karton bukan plastik. Sampah kertas lebih mudah diurai dibandingkan botol.

#. Botol pribadi

Di Eropa atau Amerika banyak keran air bersih siap minum yang bisa digunakan untuk minum. Selalu sediakan tempat minum kosong untuk diisi air bersih. Trik ini sekaligus menghemat pengeluaran.

#. Korek api isi ulang

Korek api kayu dianggap kuno dan merepotkan. Meski praktis, namun korek plastik juga bakal menjadi sampah yang sulit terurai. Menggunakan korek isi ulang bisa menjadi solusinya.

#. Santap perlahan

Santap minuman atau makanan dengan perlahan agar bisa dihabiskan ditempat. Jika terpaksa membawa pulang makanan yang berjenis kering, minta pelayan membungkusnya dengan kertas.

#. Perlengkapan mandi

Hotel biasanya menyediakan peralatan mandi dalam kemasan plastik di setiap kamarnya. Jika masih memiliki ruang sisa di koper, sebaiknya bawa peralatan mandi dari rumah untuk mengurangi penggunaan yang dikemas dalam plastik dari hotel.

#. Tempat ramah lingkungan

Pilih jasa wisata yang memiliki konsep ramah lingkungan. Beberapa jaringan hotel besar, seperti Anantara dan Marriott, sudah mulai melakukan pengurangan sampah plastik dengan tak menggunakan alat makan dan kemasan plastik dari kamar tamu dan tempat makannya. Mereka juga memiliki program daur ulang sampah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat. Selamat Mencoba… (*)

LEAVE A REPLY