Tips Agar Balita Tak Rewel saat Bepergian dengan Kereta

0
277

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bepergian dengan anak yang masih balita tentu saja memberikan kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Apalagi, si kecil memang diharuskan ikut, seperti halnya saat mudik ke kampung halaman.

Moda transportasi yang paling tepat dipilih jika membawa serta anak kecil adalah kereta api dan pesawat terbang. Namun, jika keuangan sedang tak bersahabat, kereta api bisa menjadi pilihan terbaik.

Bepergin dengan atau tanpa si kecil pasti rasanya berbeda. Mau tidak mau, memiliki tanggung jawab ganda, mengurus diri sendiri dan anak. Jika sudah membulatkan niat untuk membawa si kecil melakukan perjalanan dengan kereta api, simak dulu lima tip seperti dilansir laman Tempo.co, Ahad (16/04/2017):

01. Pesan tiket sejak jauh hari

Masalah tiket terlihat sepele, namun sangat penting untuk memesannya jauh-jauh hari. Kini, pemesanan tiket kereta bisa dilakukan 90 hari sebelum tanggal keberangkatan. Kemudahan ini terasa dengan banyaknya aplikasi memungkinkan untuk memesan tiket kereta secara daring, termasuk mengecek jadwal keberangkatan. Bisa memilih jenis kelas kereta diinginkan dan sesuai anggaran. Jika pesan jauh-jauh hari, biasanya masih bisa memilih tempat duduk. Bagi yang membawa si kecil, pastikan tempat duduk dipilih berada di tengah. Tujuannya agar anak tidak merasakan guncangan terlalu keras saat kereta api melaju di atas rel.

02. Pilih pemberangkatan malam hari

Jika si kecil sangat aktif atau sering rewel saat di perjalanan, solusinya memilih pemberangkatan malam hari. Agar tak perlu repot menenangkan atau mengajak jalan-jalan anak sedang rewel. Pasalnya, anak kecil sangat mudah tertidur di malam hari. Selain itu, pastikan si kecil sudah makan dengan kenyang sebelum berangkat. Kondisi ini, mempercepat ia tidur di kereta api. Jangan lupa membawa selimut, kaus kaki, baju tebal, dan minyak hangat untuknya karena suhu di kereta api sangat dingin, terlebih pada malam hari.

03. Beri peringatan berulang kepada anak

Jika memilih pemberangkatan pagi atau siang hari, wajib mengingatkan si kecil tentang beberapa hal yang tidak atau boleh dilakukan selama di kereta. Cara ini semacam hipnotis dengan memberikan kata-kata berulang kepada anak. Anda harus menerapkan peringatan berulang pada si kecil dari jauh-jauh hari sebelum naik kereta api. Sebagai contoh, Anda dapat memberikan peringatan berulang pada si kecil seperti dengan ucapan “Saat naik kereta api nanti, kamu jangan rewel, ya!” atau “Di kereta api nanti, kamu jangan lari-larian, ya!”. Secara tak sadar, kalimat ini terekam dalam benaknya dan anak tak akan melakukannya.

04. Bawa barang favorit anak

Perjalanan panjang dan membutuhkan waktu lama pasti membuat anak rewel. Karenanya, bawalah barang-barang favorit si kecil untuk mengalihkan perhatian saat merasa bosan dengan suasana di kereta api. Juga bawa mainan, makanan, atau minuman yang si kecil suka. Tak hanya berfungsi mengalihkan anak dari rasa bosan, makanan dan minuman yang dibawa bisa mengurangi kemungkinan si kecil untuk jajan. Tidak semua makanan dalam kereta dijamin kebersihannya. Mengingat sistem pencernaan anak masih belum sempurna, Anda harus ekstra waspada. Selain membawakan barang-barang tersebut, Anda juga bisa mengajak si kecil untuk berjalan-jalan di dalam kereta api. Ruang gerak yang cukup luas memungkinkan ia bisa berjalan-jalan di dalam gerbong. Siapa tahu, saat sedang berjalan-jalan di dalam gerbong, Anda bertemu dengan anak kecil yang seusia anak sendiri. Dengan begitu, si kecil akan mendapatkan teman baru untuk bercanda atau sekadar bermain dengan barang-barang kesayangannya.

05. Bawa barang pribadi seperlunya

Saat bepergian naik kereta api dengan anak, usahakan Anda hanya membawa barang secukupnya. Jika membawa barang-barang yang berlebihan, Anda akan sangat kerepotan membawa banyak barang, ditambah menggendong anak jika sedang rewel. Anda pun tak harus berlebihan membawa keperluan si kecil, seperti sepak popok atau sedus susu. Anda bisa membelinya lagi saat sudah sampai di tempat tujuan. (*)

LEAVE A REPLY