TigerAir Australia, Hentikan Layanan Penerbangan ke Bali

0
143

SYDNEY, bisniswisata.co.id,- TIGERAIR Australia, hari ini (Jumat (3/2) waktu Australia) secara permanen menghentikan penerbangan ke Bali,  setelah pihak berwenang di Indonesia mengatakan mereka harus memenuhi persayaratan yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Menurut maskapai penerbangan berbiaya rendah itu, untuk memenuhi persyaratan tersebut diperlukan  waktu enam bulan.

Bulan lalu pemerintah Indonesia mencabut izin penerbangan unit Virgin Australia Holdings itu karena tidak memenuhi aturan penerbangan carter. Virgin Australia sebelumnya mengoperasikan penerbangan sendiri, namun kemudian mengalihkannya ke Tigerair dalam upaya memulihkan laba divisi internasionalnya.

Anak perusahaan Virgin Australia itu, yang dijadualkan  mulai terbang kembali ke Bali Jumat (3/2), namun pada Kamis (2/2) malam mengatakan persetujuan akhir dari pemerintah Indonesia belum diterima. Para calon penumpang yang telah membeli tiket ke Bali akan menerima uangnya secara penuh, menurut maskapai itu.

Drama Desember 2016

Perlu diketahui, TigerAir pada Kamis 1 Desember 2016, tidak mendapat ijin terbang  meninggalkan Bali oleh otoritas penerbangan Indonesia.

“Tigerair  tidak memenuhi aturan untuk penerbangan carter. Mereka seharusnya tidak menjual tiket di wilayah Indonesia,” ujar Agoes Soebagio, juru bicara transportasi udara di Kementerian Perhubungan.

TigerAir mengatakan membatalkan semua penerbangannya ke Bali hari Kamis (1/12) dan satu penerbangan pagi hari pada Jumat.  Dan Virgin Australia mengoperasikan dua penerbangan dari Bali hari Kamis untuk membawa kembali sebanyak mungkin penumpang yang terdampar. Pasalnya TigerAir, mengangkut ratusan penumpang ke Bali setiap hari dari Melbourne, Adelaide dan Perth. Bali merupakan tujuan wisata populer untuk Australia

TigerAir Australia  pada  Kamis (12/1) menuduh Indonesia gagal mematuhi perjanjian yang memperbolehkannya terbang ke Bali. Maskapai yang dimiliki sepenuhnya oleh Virgin Australia Holdings itu mengatakan otoritas di Indonesia telah menyetujui operasi penerbangan antara Australia dan Bali sampai 25 Maret, namun prosedur-prosedur barunya telah menyebabkan kebingungan.

“Jika pemerintah Indonesia tidak mau menghormati perjanjian saat ini, kami meminta mereka untuk memberi kami waktu tenggang agar kami bisa melanjutkan penerbangan sambil mengupayakan persyaratan baru bersama-sama,” ujar Kepala Eksekutif Tigerair Rob Sharp dalam pernyataan.

“Hal itu akan membantu kami mendukung para pelanggan kami yang memberikan kontribusi penting bagi pariwisata di Indonesia.”

Penerbangan TigerAir dari Melbourne, Adelaide dan Perth ke Bali, yang dimulai Maret 2016 menggunakan  lisensi dan awak kabin Virgin Australia,  sampai Indonesia memberikan persetujuan untuk Tigerair mengoperasikan penerbangannya sendiri. Virgin Australia mengalihkannya ke unit berbiaya rendah tersebut dalam upaya meningkatkan profitabilitas divisi internasionalnya.

TigerAir tidak memberikan rincian mengenai persyaratan-persyaratan administratif yang baru, seorang sumber yang memahami isu ini mengatakan pemerintah Indonesia awal minggu ini mengganti badan yang mengawasi operasional penerbangan di Indonesia. Kewenangan diambil dari departemen yang mengurus penerbangan berjadwal reguler dan memindahkannya ke departemen yang mengurus operasional penerbangan carter, yang menyebabkan persyaratan penjualan yang lebih ketat, menurut sumber itu. Bali merupakan tujuan wisata populer untuk warga Australia. *Dwi/pr/bisniswisata.co@gmail.com

LEAVE A REPLY