Tiga Siswa Spanyol Belajar Kuliner Rendang

0
218
Beef Rendang

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Guerlemo Prado Yebra, Ruth Argiz Guillen, dan Maria Almudena Sanchez Lopez, merasakan keseruan saat blusukan ke Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hingga memasak menggunakan bahan rempah dan alat bakar tradisional.

Ketiganya merupakan siswa Akademi Kuliner Gredos San Diego College, Spanyol, yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar yang digagas Akademi Gastronomi Indonesia. Mereka bertugas mengeksplorasi masakan Indonesia selama enam minggu di Restoran Marco Padang.

Ruth nampak kebingungan ketika harus menggunakan 25 macam rempah sebagai bumbu dasar rendang. Tak cukup itu, dia juga harus terbiasa menggunakan kayu bakar dalam proses pemasakan rendang, serta mengasah rasa untuk memastikan makanan itu telah matang.

Kebiasaan tersebut jelas berbeda dengan negara asalnya, Spanyol. Seperti masyarakat Spanyol pada umumnya, Ruth sangat bergantung pada oven dalam pengolahan bahan makanan. Selain oven, Ruth juga bergantung pada alat pengukur waktu untuk menentukan kapan masakan telah matang.

Kebingungan Ruth juga dialami dua kawan lainnya, yakni Guelermo dan Maria. Perbedaan budaya dan rasa membuat mereka beradaptasi pada proses pengolahan tradisional menu Nusantara dan alat yang digunakan.

Selama di Restoran Marco Padang, tantangan ketiganya adalah mempelajari bagaimana proses pengolahan masakan Padang yang rumit, mulai dari bumbu hingga teknik pengolahan. Selanjutnya, mereka ditantang menciptakan menu kolaborasi Spanyol-Indonesia, tanpa meninggalkan citarasa Indonesia.

Menu kolaborasi Spanyol-Indonesia tersaji pada hidangan Croquetas de Rendang, Chupito de Salmorejo is, Sopa de Pescado al Estilo Padang is, Ensalade de Dendeng Kering is, dan Brochetas de Pollo al Ajillo is.

“Tantangannya adalah saat harus menggunakan peralatan yang ada. Sementara, Spanyol terbiasa dengan oven,” tutur Ruth seperti dilansir laman bisnis.com, Ahad (04/09/2016). (*/B)

LEAVE A REPLY