Tiga Kota Pusaka di Indonesia Diharapkan Diakui UNESCO

0
3014
Ir Adjar Prajudi, MCM, MCE (kiri) dan Endi Subijono pada jumpa pers di Jakarta, jumat (29/5/15). Foto. evi

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertekad mengembalikan identitas Kota Pusaka (Heritage City) di Indonesia yang terancam hilang karena pesatnya pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Untuk menjaring masukan dari berbagai pihak dalam menyusun pedoman Kota Pusaka, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan seminar Kota Pusaka bertajuk “Smart Planning for Heritage River Cities” di JHCC, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/15).

“Seminar Kota Pusaka menjadi ajang berkumpul para pihak yang memiliki perhatian dengan isu pelestarian kota pusaka, memiliki semangat untuk mengeksplorasi ide-ide melestarikan sejarah yang terkandung dalam bangunan pusaka, sekaligus mempertahankan utilitas bangunan pusaka agar sejalan dengan perkembangan kota-kota moderen Indonesia,” ujar Direktur Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir Adjar Prajudi, MCM, MCE pada jumpa pers setelah seminar.

Adjar mengatakan, “Kota pusaka harus mendapatkan perhatian karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat pesat dan dikhawatirkan menggerus peninggalan budaya”.

“Diharapkan kota-kota pusaka di Indonesia dapat diakui sebagai Kota Pusaka Dunia (World Heritage City) oleh UNESCO dan mengembalikan identitas kota-kota di Indonesia dengan menyelenggarakan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) bekerjasama dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI),” ungkapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, praktisi Heritage Indonesia, Endi Subijono mengatakan, “Heritage yang dimiliki Indonesia memang cukup banyak. Ada 12 heritage di Indonesia yang didaftarkan ke UNESCO, tetapi yang siap hanya tiga heritage dari tiga kota di Indonesia”.

“Tiga heritage di Indonesia, yakni Kota Tua (Jakarta), Penambangan di Sawahlunto, serta Semarang,” ujarnya.

Kota Tua di Jakarta memang sudah terlihat sebagai heritage yang layak didaftarkan ke UNESCO demikian Sawahlunto punya sejarah panjang karena memang menarik peninggalan Eropa, khususnya dari segi tambang. Sedangkan, Semarang dilihat dari sejarah sangat menarik dari Eropa, lalu ada China dimana terdapat Cheng Ho,

Menurut Endi, bila ketiganya sangat siap dalam menseriuskan heritage yang dimilikinya menjadi dikenal dunia.

Ia mengatakan, “Untuk bisa masuk dalam World Heritage City, maka heritage-nya harus memiliki badan pengelolanya, kesiapan tentu sudah harus 100 persen, dari sisi bangunannya pun juga tidak boleh ada yang rusak maupun rapuh”.

“Terakhir adalah sisi keamanan dan ini sudah terpenuhi oleh tiga heritage di tiga kota Indonesia tersebut,” ungkapnya.

Endi menegaskan, “Tiga kota siap untuk didorong ke World Heritage City milik UNESCO, sedangkan sisanya hanya sebagai Nasional
Heritage, yakni Palembang, Bogor, Yogyakarta, Karangasem, Denpasar, Banjarmasin, Bau Bau, Banda Aceh, dan Trowulan di Jawa Timur”. (evi)

LEAVE A REPLY