Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Saat Terjadi Situasi Darurat di dalam Gedung

0
2863
Titik api terjadi di lantai 6 pada latihan evakuasi kebakaran di Senayan City, Jakarta.

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Beberapa kemungkinan situasi darurat terjadinya kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, mati lampu, dan kebocoran air atau gas di dalam gedung baik itu gedung perkantoran atau mal perlu diwaspadai.
Masing-masing situasi tentunya memiliki prosedur standar (SOP) sendiri, seperti halnya yang dilakukan mal Senayan City Jakarta. Pada Selasa pagi (2/12) Senayan City menggelar latihan menangani situasi darurat.
Latihan yang diikuti karyawan management building, tim customer service, tenant relations, engineering, security & parking, dan housekeeping, hingga tim dari vendor Senayan city ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian tim dalam menangani situasi darurat.
“Latihan evakuasi kebarakan ini merupakan program sosial dan kepedulian terhadap keselamatan pengunjung, karyawan, tenant, dan seluruh penghuni komplek mal kami yang diakukan setahun dua kali secara rutin,” ujar Center Director Senayan City, Ronald Lim.
Ronald mengatakan, “Selain latihan evakuasi, setiap minggu kami juga menggelar latihan bagi tim tanggap darurat yang nantinya untuk melatih kesigapan dalam menghadapi bencana”.
Menurutnya, latihan ini wajib dilakukan di setiap pusat perbelanjaan agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diatasi dengan cepat, tanggap, dan sesuai prosedur.
“Di gedung ini kami melengkapi dengan perlengkapan standar keselamatan, seperti akses tangga darurat di tiap lantai. Pengunjung cukup mengikuti arahan dari petugas pengawas, atau Floor Warden di tiap lantai,” ungkapnya.
Yang membedakan latihan tahun ini dengan sebelumnya menurut Ronald terdapat dua korban satu diantaranya seorang ibu hamil yang mendapat penanganan dari In House Clinic dari Medic One, untuk selanjutnya di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulance.

Korban pada latihan kebakaran mendapatkan tindakan pada latihan evakuasi kebakaran. (Foto. evi)
Korban pada latihan kebakaran mendapatkan tindakan pada latihan evakuasi kebakaran. (Foto. evi)

Pada latiahan kebakaran tersebut, Senayan City bekerjasama dengan Dinas Kebakaran Jakarta Pusat. “Disini kami membawa enam mobil pemadam kebarakan. Latihan seperti ini sebaiknya minimal satu kali dalam setahun dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan kepanikan pengunjung dan penghuni gedung,” ujar Rahmat Kristanto dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat.
Menurut Rahmat da tiga hal yang perlu diperhatikan pada saat mengalami situasi darurat di suatu gedung yaitu, yang pertama saat masuk gedung pertama kali yang perlu di perhatikan yaitu melihat jalur keluar (emergency exit). Kedua bila terjadi kebakaran, dan lain sebagainya usahakan bersikap tenang (tidak panik).
“Jika tidak panik, maka sesuatunya bisa dilakukan dengan baik, dan yang ketiga jangan mempergunakan lift untuk turun. Meskipun lift dalam keadaan hidup,” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY