Tiga BUMN Bersinergi Kembangkan Wisata Teluk Nipah

0
28
Pantai Teluk Nipah Lampung

LAMPUNG, Bisniswisata.co.id: Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN): PT Perkebunan Nusantara VII, PT PP (persero) dan PT Patra Jasa bersinergi dengan memanfaatkan lahan PTPN VII untuk pembangunan sekaligus pengoperasian kawasan wisata Teluk Nipah. Tujuan dari kerja sama untuk mengoptimalkan aset dimiliki PTPN VII.

Kawasan Teluk Nipah di Desa Bulok, Lampung selatan tepatnya, 35 kilometer dari pelabuhan Bakauheni, merupakan kawasan wisata alam dan pantai yang belum digarap optimal.

Sementera kepemilikan atas lahan milik PTPN VII ini berdasarkan sertifikat Nomor 39 dengan memiliki luas 820,47 Ha. Sampai dengan saat ini area milik PTPN VII tersebut digunakan untuk tanaman karet dan tambang batu basalt seluas 30 Ha. Namun kini, untuk pengembangan kawasan wisata yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto mengatakan, dari sinergi ketuga BUMN demi mewujudkan pembangunan dan pengelolaan kawasan wisata tersebut, nantinya ketiga BUMN memiliki peran masing-masing. PTPN VII sebagai pemilik lahan, PT PP sebagai pengembang sekaligus kontraktor, dan PT Patra Jasa selaku operator dan pengelola kawasan wisata Teluk Nipah.

“Ini permulaan. Jadi kita kerja sama dengan PTPN VII dan Patra Jasa untuk proyek di Teluk Nipah. Ini masih dalam tahap permulaan. Jadi ini adalah kalau kita ibarat itu masing-masing diketemukan oleh Kementerian BUMN untuk sinergi,” papar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Setelah nota kesepahaman ini, lanjut dia, semua akan bergerak cepat. Jadi masing-masing pihak akan berkolaborasi untuk menyusun FS (feasibility study). “Dari FS itu nanti alternatif dan kemungkinan pengembang-pengembang seperti apa yang akan kita kembangkan di sini,” sambungnya.

PT PP dalam proyek pengembangan wisata ini ditunjuk sebagai pengembang sekaligus kontraktor. Terkait dengan dana yang yang harus dikeluarkan PT PP, Agus mengatakan masih belum bisa memastikan karena semuanya masih dalam kajian. “Tergantung hasil kajian. Tentunya kita akan berkomitmen sukseskan program pengembangan kawasan di Nipah ini,” lanjut Agus.

Sejalan dengan peluang pengembangan kawasan pariwasata, sudah terdapat akses berupa jalan provinsi, Pelabuhan Bakauheni, dan penyelesaian jalan tol pada 2018. Untuk Pantai sendiri, memiliki ciri khas pasir yang menjorok kelaut dan perpaduan kawasan pantai bukit menghasilkan suasana berbeda di berbagai lokasi wisata.

“Karena ini wisata, ya banyaknya resort serta nanti akses dari tol Lampung ke situ. Otomatis supaya menggerakkan wisatawan atau traffic nantinya otomatis kita akan bangun infrastruktur yang mengarah ke objek tersebut,” ujar Agus.

Dari Pembangunan dan Pengoperasian kawasan wisata Teluk Nipah ini mampu menumbuhkan sinergi antar BUMN dalam wisata sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud saling memberikan benefit yang positif bagi semua pihak. Dukungan dari pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kawasan Wisata Teluk Nipah masuk dalam usulan bersama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY