The Warehouse Hotel Padukan Budaya, Sejarah & Talenta

0
37
Lobby The Warehouse Hotel Singapura

SINGAPURA, Bisniswisata.co.id: Pengalaman menginap di Singapura terasa lebih berkesan dengan mengenal sejarah dan budayanya. Pilihan tempat menginap pun sangat mempengaruhi pengalaman menikmati negeri Singa.

The Warehouse Hotel merupakan perpaduan budaya, sejarah dan talenta Singapura dengan desain dan kenyamanan, sebuah properti warisan independen yang kini dibuka di tepi Singapore River.

The Warehouse Hotel adalah hotel perdana dari perusahaan perhotelan terkemuka Singapura The Lo & Behold Group dan merupakan bagian dari portofolio Design Hotels yang bergengsi. Properti ini dimiliki I Hotels, didesain badan lokal Asylum dan perusahaan lokal Zarch Collaboratives memimpin rehabilitasi arsitekturalnya.

Kepala desainer dan pendiri Asylum, Chris Lee, mengembangkan bangunan yang penuh gaya dan bernuansa misterius seperti bangunan aslinya agar berfungsi sebagai godown atau gudang selama puncak perdagangan rempah-rempah Singapura.

Dekorasi dan perabotannya merupakan perpaduan masa lampau dan era modern Singapura, menghadirkan suasana bernuansa industri namun tetap ramah, mewah dan menakjubkan. “Fokus kami adalah melindungi warisan properti, sekaligus menciptakan perspektif yang baru untuk istilah industri. Lingkungannya hangat dan modern agar tidak terkesan hanya tenggelam dalam sejarahnya di masa lampau,” ujar Chris

Bar lobinya yang khas menyajikan program koktail kreasi sendiri dengan infusi alkohol danesens buatan sendiri. Sebagai penghormatan pada tiga era masa lalu hotel yang berbeda, menu minumannya yang eklektik merupakan perjalanan melalui setiap inkarnasi.

Anda dapat menikmati cita rasa perdagangan rempah-rempah, merasakan berada di tengah-tengah penyulingan ilegal, dan akhirnya tenggelam di era 80-an yang memukau, saat bangunan ini menjadi diskotek paling terkenal di Singapura pada masa itu. Seluruh portofolio kulinernya dirancang oleh Chef Willin Low yang sudah sangat diakui.

The Warehouse Hotel memiliki 37 kamar yang elegan dengan enam kategori yang didesain dengan nuansa minimalis dan banyak kamarnya yang memiliki langit-langit yang sangat tinggi. Dengan tiga atap pelananya yang khas, dan dinding batu asli, kamar-kamarnya didesain untuk menonjolkan tatal etak bangunan yang sudah ada, membuat setiap kamarnya berbeda.

“Kami berupaya untuk menyediakan layanan yang spontan, intuitif dan informal. Kami ingin membangkitkan kenangan dan pengalaman pribadi yang berakar dalam budaya kita,” kata Wee Teng Wen, Managing Partner, The Lo & Behold Group. (*/LEO)

LEAVE A REPLY