The Message, Film Nabi Muhammad Diputar Saat Lebaran

0
477
Anthony Quinn berperan sebagai Hamzah bin Abdul Muttalib, sosok paman sekaligus sahabat Nabi Muhammad.

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id: Arab Saudi kembali mengizinkan pemutaran film The Message, yang sempat memicu kontroversi lantaran menggambarkan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad. Diputarnya film saat Lebaran ini merupakan film yang diputar setelah penayangan Black Panther saat pembukaan bisokop di Arab Saudi.

Film The Message yang aslinya dirilis tahun 1976, kembali tayang di layar bioskop Arab Saudi dalam bentuk 4K yang merupakan hasil restorasi. Sebelumnya Desember 2017, film lawas yang mencapai box office saat itu, kini dikabarkan rampung direstorasi dan ditayangkan perdana pada 13 Desember di Dubai International Film Festival.

Film The Message digarap dan dikepalai sineas Suriah-Amerika, Moustapha Akkad. Film itu dibuat berdasarkan kisah Nabi Muhammad dalam kepercayaan umat Muslim yang menawarkan awal kisah sejarah agama Islam hadir di jazirah Arab.

The Message pada awalnya didukung oleh Pemerintah Arab Saudi, namun kemudian mereka berbalik menentang produksi film tersebut. Film tersebut dibuat dalam dua versi, yaitu berbahasa Inggris yang merekrut Anthony Quinn dan Irene Papas, serta versi berbahasa Arab yang merekrut aktor Mesir Abdullah Gheith dan dari Suriah, Mouna Wasef.

Kedua versi tersebut dikabarkan telah lulus sensor di Arab Saudi dan akan rilis pada Kamis (14/6) atau bertepatan dengan momen libur lebaran di bioskop the Vox Riyadh Park, di Riyadh. Pun, film ini tengah dalam proses negosiasi untuk tayang di jaringan AMC di Arab Saudi.

“Ayah saya, Mousthapha tidak berkesempatan untuk melihat film ini tayang secara penuh dalam hidupnya, namun saya yakin ia akan amat bangga,” kata Malek Akkad, putra Mousthapha sekaligus pemilik Trancas Entertainment, distributor The Message.

“Ini penghormatan untuknya. Dia ingin berbagi cintanya atas budaya ini dan pelajaran penting dari Islam dan The Message [pesan] untuk semua orang. Kini, di masa ketika dunia amat membutuhkannya, mimpinya menjadi nyata,” lanjut Malek dalam pernyataannya, dikutip dari Variety, Selasa (12/06/2018).

Di awal pembuatan film tersebut, para kru dan pemain dilarang masuk ke Arab Saudi sehingga lokasi syuting dipindahkan ke Maroko lalu menciptakan gambaran kota Mekkah dan Madinah era Nabi Muhammad pada abad ke-7 Masehi.

Sedangkan ketika rilis pada 9 Maret 1977, penayangan film itu mendapatkan pertentangan di sebagian besar kawasan Timur Tengah. Di Amerika Serikat, penayangan film tersebut juga sempat berhenti setelah sekelompok ekstremis melakukan pengepungan di sebuah bioskop di Washington DC.

Kelompok ekstremis tersebut keliru menduga sang bintang utama, Anthony Quinn berperan sebagai sosok Nabi Muhammad. Dalam film yang berjudul asli Mohammad, Messenger of God tersebut, Quinn sebenarnya berperan sebagai Hamzah bin Abdul Muttalib, sosok paman sekaligus sahabat Nabi Muhammad.

Film yang dirilis dengan berbahasa Inggris dan Arab itu mendapatkan nominasi Best Original Score dalam acara Academy Awards ke-50. (VAR)

LEAVE A REPLY