Terpesona Wana Wisata Ciherang, Sayang Jalannya Amburadul

0
50
Wana Wisata Kampoeng Ciherang Sumedang (Foto: Tribunnews.com)

SUMEDANG, Bisniswisata.co.id: Hawa sejuk menyelimuti sepanjang jalan menuju perkampungan ujung Kecamatan Tanjungsari, Sumedang Jawa Barat. Dingin menusuk badan seakan-akan menyambut perjalanan liburan akhir pekan. Suguhan mempesona pemandangan sepanjang jalan memanjakan mata, mengegelorakan jiwa.

Mulai pesawahan, kebun sayuran, udara segar, sungai yang mengalir di pinggir jalan, Hutan Pinus yang menjulang tinggi, alamnya masih asri dan terjaga baik yang turut memperindah suasana perjalanan.

Wana Wisata Kampung Ciherang itulah destinasi wisata baru seuas 12 hektar ini, memiliki pemandangan luar biasa. Kini tengah digandrungi wisatawan. Karena jauh dari higar bingar perkotaan, lingkungannya asri dan ekosistem alamnya terjaga baik.

Jugam Pesona susunan bambu dan batu, ucapan selamat datang yang dibuat secara rapih bertuliskan Wana Wisata Kampung Ciherang yang terpapang di depan pintu masuk lokasi wana wisata berlokasi di Dusun Cijambu, Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Destinasi wisata baru diresmikan pada pertengahan Februari 2017 oleh Elan Berlian, Kepala Divisi Regional Direktorat Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten. Keberadaan wana wisata ini, berawal dari kecintaan masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan, juga desakan warga Desa Cijambu karena ada off-roader ilegal memasuki hutan Ciherang, sering kali merusak tanaman hutan lindung.

Bahkan kawasan hutan pinus ini, digunakan untuk berkemah dan berwisata alam bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar. Karenanya, jika tidak ditindaklanjuti, ekosistem hutan akan rusak dengan sendirinya. Pihak Perum Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan menggandeng investor berkerjasama mengatasi permasalahan. Solusianya yang dijadikan obyek wisata.

Wana Wisata Kampung Ciherang ini masih dalam proses pembangunan. Meski demikian, tidak kurang dari 10.000 wisatawan lokal dan nasional setiap bulannya berwisata di wana wisata ini. Hal tersebut melebihi dari perkiraan awal yang ditargetkan oleh pihak pengelola wisata.

Pihak pengelola wisata Ciherang ini termotivasi untuk mempercepat proses pembangunan. Meski terbilang tempat wisata baru, Wana Wisata Kampoeng Ciherang dilengkapi fasilitas yang mumpuni. Ada tempat makan, musala, WC, gazebo, wahana air, dan lainnya. Selain itu, pengunjung bisa menguji adrenalinnya melalui permainan outbond, mini motocross, rumah pohon, dan bermain kuda.

Selain memiliki pesona alam yang memikat, pengelola juga menyediakan spot-spot terbaik untuk berfoto. Wahana air, sepeda di atas tali, dan sarang burung menjadi tempat terbaik bagi para pencinta fotografi. Maka dari itu, jangan heran jika saat berkunjung ke sana banyak yang melakukan sesi foto prewedding.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini kamu harus membayar Rp10.000 per orang yang di dalamnya sudah termasuk asuransi. Para pengunjung rela menempuh jarak yang cukup jauh demi menikmati pemandangan alam yang disuguhkan oleh Wana Wisata Kampung Ciherang.

“Memang Ciherang itu indah, sejuk, dan asri. Di sini tuh enak makan apalagi bila makannya bareng-bareng keluarga, saya sangat senang berada di tempat ini karena bisa menyatu dengan alam, sarana bermain untuk anak pun lengkap. Tetapi yang disayangkan itu akses jalan yang kurang memadai,” ujar Tatay, wisatawan lokal.

Hal senada juga dilontarkan Rahmawati, wisatawan lokal menyayangkan akses menuju lokasi wana wisata cukup jauh, sekitar 10 km jaraknya dengan pusat kecamatan, menjadi nilai minus tersendiri dikarenakan jalan menuju tempat wisata rusak. Hanya beberapa titik yang jalannya terbilang masih bagus. Sepertinya jalan tersebut sudah lama rusak. Jalanan yang rusak berupa batu-batu ini sangat licin.

“Selain itu, jalanan berdebu membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Ditambah di satu titik jalan ini terdapat kubangan yang terus tergenang air meski sebelumnya tidak hujan,” protesnya

Jalan itu, sambung dia, terbilang sangat sempit apalagi jika ada mobil berpasasan lewat dengan sisi kiri dan kanan perkebunan yang menjorok. Bahkan, kurangnya penerangan jalan juga menjadi ancaman bagi pengguna jalan. “Selain jalan rusak dan mayoritas jalan dikelilingi lahan pesawahan dan perkebunan, membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati,” saran Rahmawati

Dia berharap kepada pemerintah setempat segera memperbaiki jalan yang rusak dan memberi penerangan pada jalan yang rawan dan kurang penerangan. Hal itu agar tidak memicu tindak kejahatan dan bahaya lain bagi pengguna jalan. “Apalagi jalan tersebut adalah akses utama warga setempat. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus demi kenyamanan dan keamanan bersama. Juga dapat mengganggu kunjungan wisatawan<," tegasnya serius. "Saya ingin melihat langsung bagaimana tempat wisata ini, pada waktu saya lagi sekolah dulu sering ke sini tuh buat maen, ngeliwet makan-makan bersama teman sekolah saya. Tetapi sekarang yang dulunya hutan pinus sekarang menjadi tempat wisata yang sangat indah dan disayangkanlah bila belum mencoba sensasi dari tempat wisata ini. Memang jalan menuju ke sini ga bagus," ujar Cucu, turis domestik. Selain jalan rusak, sempit dan tidak nyaman juga akses ke wana wisata ini belum ada angkutan umum, hanya ojek yang bisa digunakan dengan tarif yang kadang menjerat leher wisatawan. Transportasi lainnya, menggunakan kendaraan pribadi atau sewaaan, tambahnya. Sementara deretan warung-warung yang berjajar di kawasan ini mempercantik kawasan Wisata Kampung Ciherang. Bagi para pengunjung yang tidak membawa makanan sendiri, di tempat wisata ini juga di sediakan warung-warung makanan. Bagi wisatawan pecinta kuliner di Wana wisata Kampung Ciherang ini disediakan area wisata kuliner yang menyediakan berbagai masakan khas Sunda, seperti nasi timbel, nasi liwet, nasi tutug oncom dan juga tahu Sumedang. Selain itu wisatawan juga dapat membeli oleh-oleh makanan atau souvenir khas dari Wana Wisata Kampung Ciherang ini. Setelah adanya tempat wisata ini sangat memberikan sumbangsih bagi warga sekitar, mulai membantu memperbaiki taraf perekonomian, mengurangi angka pengangguran. Dan yang lebih membantunya lagi, untuk saat ini para pedagang tidak ditarif membayar sewa tempat kepada pihak pengelola. Untuk masuk ke Wana Wisata Kampoeng Ciherang ini, pengunjung hanya harus membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang, ditambah biaya parkir tergantung jenis kendaraannya. Untuk biaya parkir motor yang harus dibayar hanya RP3.000. (*/BBS)

LEAVE A REPLY