Ternyata, Ada 567 Penerbangan Lion Air yang Delay

0
626

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Sejak Rabu (18/2/2015) pukul 17.00 WIB hingga Ahad (22/2) pukul 12.00 WIB, ternyata ada 567 penerbangan Lion Air yang mengalami keterlambatan terbang alias delay. Jumlah ini cuma untuk keberangkatan dari Bandara Soekarno Hatta saja menuju ke berbagai kota di penjuru nusantara.

“Rute yang paling berdampak adalah rute Jakarta menuju Medan. Rute Jakarta-Medan memiliki setidaknya 20 penerbangan oleh Lion Air sendiri dalam satu hari. Rute ini, untuk semua maskapai ada 40 flight. 20 di antaranya dioperasikan oleh Lion Air,” papar Direktur Operasional PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo di Jakarta, Ahad (22/2/2015).

Rute lain, lanjut dia, yang paling terkena dampak keterlambatan Lion Air adalah Jakarta-Lombok, dan Jakarta-Bali.
Penerbangan ke Bali sendiri sempat dilakukan dengan pesawat yang lebih besar sehingga mampu mengangkut dua nomor
penerbangan sekaligus.

Terkait insiden keterlambatan ini, Djoko menilai kekurangan yang dimiliki Lion Air adalah komunikasi dengan penumpang yang kurang. Karena pihak Lion Air tidak memberikan keterangan yang jelas kepada penumpang, hasilnya para penumpang merasa terlantar dan tidak sedikit yang mengamuk di bandara.

“Saya sudah katakan yang penting adalah komunikasi, namun mereka tidak melakukan, saya nggak tahu kenapa hal itu tidak dilakukan,” jelasnya.

Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi menegaskan kerusakan beberapa fasilitas bandara akibat emosi dan tindakan anarkistis penumpang Lion Air sejak Rabu (18/2) merugikan pihaknya hingga Rp100 juta.

Beberapa tindakan anarkis itu, memecahkan kaca di beberapa titik Terminal 1 dan 3, perusakan komputer check in di terminal 1, penutupan pintu masuk check in counter ke arah meeting point di Terminal 3, serta pemblokiran curbside di Terminal 1B.
Juga ancaman lebih lanjut berupa pembakaran dan pemblokiran landasan dan apron.

Dilanjutkan, tindakan penumpang Lion Air dilatarbelakangi emosi dan kemarahan penumpang yang menunggu terlalu lama tanpa adanya suatu kepastian tentang penerbangan mereka, hingga terjadi penumpukan penumpang di Terminal 1A, 1B, dan 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Kondisi penumpang juga memprihatinkan, ada yang sakit bahkan pingsan, dan pada saat itu tidak ada satu pun petugas Lion di bandara yang bisa memberikan kejelasan pada mereka,” ujarnya.

Ditegaskan, AP II akan mendalami isi perjanjian mereka dengan pihak Lion Air, terkait sanksi yang akan dikenakan terhadap maskapai berlogo singa tersebut. “Kalau tercantum di dalam perjanjian sebagai tanggung jawab Lion Air, kami akan minta mereka menanggung biaya perbaikan fasilitas, tapi kalau tidak biaya perbaikannya akan diurus asuransi,” katanya.

Budi mengakui keterlambatan beberapa penerbangan hingga tiga hari memang baru pertama kali dihadapi oleh Angkasa Pura II.
“Bahkan keterlambatan penerbangan yang berlanjut ke hari Kamis (19/2) dan Jumat (20/2) itu menyebabkan terganggunya kegiatan maskapai lain seperti Sriwijaya Air dan Air Asia,” katanya. (endy)

LEAVE A REPLY