Ternyata, 1.028 Restoran di Jakarta Tunggak Bayar Pajak

0
568
Pemasangan Poster Menunggak Pajak di sebuah restoran di Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bisnis restoran di Jakarta memang marak. Sayangnya, ada 1.028 restoran tidak membayar pajak restoran atau menunggak setoran pajak ke Pemprov DKI. Jumlah wajib pajak restoran yang tercatat aktif sebanyak 7.593 wajib pajak dan baru 6.565 terus menyetorkan pajaknya.

“Kami mencatat ada 1.028 pengusaha restoran di Jakarta yang menunggak pajak. Kami akan melakukan tindakan untuk mengatasi hal ini,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta Elva Rinsa di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Ketentuan penindakan tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur DKI No. 105/2016 tentang Inventarisasi Daftar Tunggakan Pajak Daerah dan Pemasangan Stiker, Papan Informasi, atau Pemberitahuan Utang Pajak Daerah. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan inventarisasi daftar piutang seluruh jenis pajak.

Setelah itu, DPP DKI Jakarta akan membuat surat imbauan agar wajib pajak melunasi utang pajak dan setoran masa paling lambat lima hari kerja sejak tanggal terima surat. “Jika wajib pajak belum juga membayar tagihan, kami akan memasang stiker bertuliskan Objek Pajak Ini Belum Melunasi Pajak Daerah,” lontar Elva seperti dilansir laman bisnis.com.

Dijelaskan, penempelan stiker penunggak pajak tersebut dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi para wajib pajak. Apalagi, lanjutnya, setoran masa merupakan pajak kolektif yang dititipkan konsumen kepada pengusaha sehingga wajib dipertanggung jawabkan. “Penempelan stiker penunggak pajak mulai dilakukan sejak Jumat . Kami sidak ke restoran dan langsung tempelkan. Banyak konsumen yang tak jadi makan di sana karena pengelola restoran ini tak membayarkan pajak yang sudah mereka titipkan,” katanya.

Menurutnya, tunggakan pajak yang harus dibayarkan merupakan setoran masa pajak pertambahan nilai (PPN) 10% kepada Pemprov DKI. Penempelan stiker penunggak pajak tersebut dilakukan di restoran dan tempat hiburan yang tersebar di lima wilayah kota.

Elva mengatakan penempelan stiker dilakukan sejak Jumat (2/9) lalu dengan target Jakarta Utara 57 objek, Jakarta Timur 14 objek pajak, Jakarta Barat 39 objek pajak, Jakarta Utara 7 objek pajak, dan Jakarta Selatan 10 objek pajak.

Pemasangan Stiker

Pemasangan stiker menunggak pajak di Jakarta terus digencarkan. Tidak ada kendala dalam pemasangan stiker bertuliskan “obyek pajak ini belum melunasi kewajiban pajak daerah”, karena seluruh wajib pajak cukup koperatif dan berjanji secepatnya membayar tunggakan pajak daerah.

Di Jakarta Timur, Lima restoran dipasangi stiker nunggak pajak, Selasa (06/09/2016). Jika hingga 10 hari ke depan tak kunjung menunasi kewajibannya, tempat usaha itu akan disegel dan dicabut zin usaha seta operasionalnya. 

 Kelima wajib pajak yang dipasangi stiker menunggak pajak yakni, Restoran Ayam Bakar Lala di Jl Mabes Hankam kawasan TMII, Cipayung. Kemudian rumah kos H Jamal, rumah kos ibu H Tety, rumah kos H Mery, ketiganya berada di wilayah Duren Sawit. Juga Restoran Hans Batavia Jl Pintu II TMII.

“Seluruhnya adalah wajib pajak jenis non Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD).

 Dari lima obyek pajak yang kita pasangi stiker ini, estimasi realisasi penerimaan pajaknya mencapai sekitar Rp 221 juta. Kami berikan batas waktu 10 hari ke depan untuk melunasi tunggakan pajaknya, jika tidak akan disegel oleh Satpol PP,” papar Kepala Sudin Pelalayan Pajak Jakarta Timur, Syaukat Arkam.

Di Jakarta Utara, Dua restoran di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, dipasangi stiker penunggak pajak. Keduanya tidak menyetorkan pajak restoran yang seharusnya dilakukan setiap bulan. Kepala Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Utara, Selkiansyah mengatakan, pajak restoran diperoleh dari perhitungan 10 persen omzet objek pajak. “Awal berdiri sih tertib, tiga tahun terakhir belum bayar pajak,” katanya.

Restoran yang dipasangi stiker: Restoran Sunda Kelapa Jalan Ancol Barat IV No 28 dan Restoran Sarang Kepiting, Jalan Raya Ampera II No 4. “Wajib pajak yang bersangkutan sudah pernah diberi surat peringatan, akan tetapi tidak pernah ada itikad baik melunasi tunggakan. Dalam tiga tahun belum bayar, karena data dipantau oleh Sistem Pemungutan Pajak Daerah (SP2D) dan bisa dilihat oleh Gubernur dan Dinas Pelayanan Pajak. Ini sudah sering ditegur, ini shock therapy supaya wajib pajak punya kesadaran,” tandasnya.

Di Jakarta Selatan, pemasangan stiker penunggak pajak di kafe Pong me, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru. Pemasangan stiker lantaran pemilik menunggak pajak restoran senilai Rp 68 juta. Juga ada dua restran lain yang juga menunggak. Namun, ke dua kafe lain menyatakan siap membayar tunggakan pajaknya

Kepala Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Selatan, Johari menjelaskan restoran Pong me dipasang stiker lantaran menunggak pajak dari tahun 2013-2016 dengan nilai Rp 68 juta. Selain tak taat pajak juga tidak ada niat baik untuk membayar. Dua restoran yang menunggak namun berjanji melunasi adalah Brances Bistro, Jalan Senopati dan restoran Batik Kuring, SCBD Senayan, Kebayoran Baru berjanji melakukan pelunasan dalam waktu lima hari ke depan.

Diinventarisir sebanyak 40 wajib pajak (WP) yang melanggar batas waktu pembayaran. Sebagai sanksinya, tempat usaha mereka akan dipasangi stiker penunggak pajak . “Hasil inventarisir kita ada 40 pelanggar. Besok kita tindak dengan melakukan pemasangan stiker penunggak pajak,” ujar Johari.

Di Jakarta Timur, Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Timur memasang stiker di lima tempat usaha yang menunggak pajak lebih dari tiga tahun. ” Dari lima obyek pajak itu nilai tunggakan pajak yang harus dibayar totalnya mencapai Rp 363 juta. Lima tempat usaha yang dipasangi stiker meliputi Hotel sindang Raya di Rawa Bunga, Jatinegara karena menunggak pajak Rp 216 juta.

Juga Warung Bebek Goreng Slamet di Jambore Cibubur dengan tunggakan pajak senilai Rp 90 juta. Selanjutnya Food Court Lovetia di Cibubur Junction menunggak pajak Rp 18 juta. Berikutnya, Restoran Taman Hek di Kramat Jati menunggak pajak senilai Rp 21 juta dan Restoran New Domas dengan tunggakan pajak senilai Rp 18 juta. “Dari lima obyek pajak itu, nilai tunggakan pajak yang harus dibayar totalnya mencapai Rp 363 juta. Kami akan kejar terus agar mereka membayar pajak,” ungkap Kepala Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Timur, Syaukat Akmar

Di Jakarta Timur, ada 38 wajib pajak (WP) yang akan dipasangi stiker karena menunggak pajak. Namun dari jumlah itu, enam di antaranya telah membayar tunggakan pajak. Sementara 32 WP sisanya akan dipasangi stiker secara bertahap. “Tahap pertama kita pasangi stiker 14 WP yang menunggak pajak. Penempelan stiker kita mulai sejak hari ini hingga Rabu (7/9),” katanya. (BBS)

LEAVE A REPLY