Terminal Bandara Pangkalpinang Senilai Rp300 M Resmi Beroperasi

0
216
Bandara Depati Amir Pangkalpinang (Foto: Bangka Pos)

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: Terminal baru Bandara Depati Amir-Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung, hari ini, Rabu (11/1), resmi beroperasi. Dengan investasi sekitar Rp300 miliar, pembangunan terminal mampu meningkatkan kapasitas penumpang dari 350 ribu penumpang per tahun menjadi lebih dari 1,5 juta penumpang per tahun.

“Revitalisasi ini memang kami harapkan bisa cepat karena sudah ditunggu, bukan hanya oleh masyarakat dari Kabupaten Bangka Tengah tetapi juga oleh masyarakat secara umum,” tutur Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) atau APII, Muhammad Awalludin saat ditemui di Bandara Depati Amir Bangka, Selasa (10/1) malam.

Revitalisasi dilakukan perseroan pada sisi darat (landside) bandara meliputi pembangunan terminal baru, perbaikan fasilitas terminal, pelataran pesawat (apron), serta lahan parkir mobil penumpang. “Terminal dan apron sudah selesai 100 persen. Secara total untuk landside sudah 70 persen dan akan kami pastikan satu bulan dari esok hari, sisa 30 persen akan kami tuntaskan,” ujarnya.

Lokasi terminal baru seluas 11.500 meter persegi ini tak jauh dari terminal lama. Pengguna jasa yang dapat menikmati pertama kali fasilitas baru Bandara Depati Amir adalah penumpang NAM Air dengan nomor penerbangan IN 079 yang berangkat pukul 06.45 dengan tujuan Jakarta.

Selain lebih luas, terminal baru Bandara Depati Amir memiliki desain modern dan dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti food court, ruang istirahat eksekutif, fasilitas internet, toilet difabel, serta ruang ibu dan anak.

Menurut Awaluddin, kota Bangka yang kaya dengan hasil tambang dan tempat wisata menjadi daya tarik pendatang sehingga jumlah penumpangnya setiap tahun selalu naik. Saat ini, ada enam maskapai yang beroperasi di Bandara Depati Amir, diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, dan Lion Air.

Tahun ini, kepadatan penumpang di bandara ini diperkirakan mencapai lebih dari 2 juta penumpang per tahun atau tumbuh sekitar 10 persen dari kepadatannya saat ini, 1,9 juta per tahun. Ke depan, perseroan masih akan melakukan perluasan Bandara Depati Amir. Namun, kata Awaluddin, hal itu akan sejalan dengan perkembangan maskapai dan penumpang di bandara.

Bandara Depati Amir merupakan bandara kedua yang rampung revitalisasinya awal tahun ini. Pada 6 Januari lalu, perseroan telah mengoperasikan terminal baru Bandara Husain Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. “Nanti, Insya Allah menyusul, yang ketiga [rampung revitalisasinya] itu Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Bandara Supadio di Pontianak, dan yang terakhir nanti Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujarnya.

General Manager AP II Bandara Depati Amir Eko Prihadi menambahkan dalam rencana induk bandara yang saat ini tengah diproses di Kementerian Perhubungan, ke depan, Bandara Depati Amir diharapkan bisa menampung tiga hingga empat juta penumpang per tahun.

Lahan yang tersedia saat ini sudah mencapai 152 hektare sementara total kebutuhan lahan mencapai 309 hektare. Sisa kebutuhan lahan, kata Eko, akan dibantu pembebasannya oleh pemerintah provinsi. Besaran anggaran pengembangan masih harus menunggu detail desain pengembangan. (*/CIO)

LEAVE A REPLY