Tercemar Limbah Batubara, Wisatawan Ogah Kunjungi Pantai Meulaboh

0
183
Pantai wisata Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat tercemar (Foto: tribunews.com)

MEULABOH, Bisniswisata.co.id: Pantai wisata Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat kini tercemar limbah batubara. Sejak dua tahun terakhir, wisatawan ogah kunjungi pantai ini. Suasana pantai kian sepi, apalagi kini dipasang tiga papan larangan bagi wisatawan untuk mandi di sepanjang pantai.

“Ini terpaksa kami pasang karena sudah bertahun-tahun kondisi pencemaran batubara yang tumpah saat dilakukan bongkar muat di Pelabuhan Jety Meulaboh beberapa tahun lalu,” kata Abdul Kais (50), Sekretaris Desa Suak Indrapuri kepada wartawan, Jumat (11/08/17).

Pemasangan papan larangan mandi di lokasi pantai wisata itu dilakukan warga Desa Suak Indrapuri karena khawatir terhadap kondisi kesehatan para pengunjung pantai, sebab kondisi bibir pantai dan air laut saat ini semakin hitam pekat akibat tumpahan batubara.

“Sekarang memang kondisi pantai sangat parah akibat pencemaran batubara, karena laut kita lagi musim darat, kalau pada musim timur batubara mengendap di laut, jadi daripada menimbulkan penyakit, makanya lebih baik dilarang saja pengunjung mandi di sini,” katanya.

Warga setempat, kata Kais, sangat mengharapkan limbah batubara yang telah menahun mencemari pantai dapat segera dibersihkan, sehingga seluruh aktivitas warga di pesisir pantai Barat Selatan Aceh ini dapat kembali normal.

“Selama laut tercemar dampaknya sangat kami rasakan, ikan sudah sulit didapat oleh nelayan, karena dasar laut sekitar satu mil sudah tercemar batubara, kemudian para pedagang yang berjualan di lokasi wisata juga sepi pembeli, karena pengunjungnya sangat berkurang,” jelasnya.

Papan larangan mandi ini akan terus terpasang hingga laut kembali dibersihkan, baik oleh perusahaan tambang yang melakukan aktivitas borkar muat di Pelabuhan Jety Meulaboh, maupun pemerintah setempat. “Papan ini akan terus kami pasang sampai laut kembali dibersihkan, kalau belum dibersihkan papan ini tidak akan kami cabut,” ujarnya seperti dikutip laman Kompas.com, Sabtu (12/08/2017).

Batu bara sudah mencemari Pantai Desa Suak Indapuri sudah hampir tiga tahun lamanya tidak diperdulikan oleh pihak pemerintah dan pihak perusahaan Batu Bara yang melakukan bongkar muat dipelabuhan jetty Meulaboh.

Kepala Dusun Camar Laut Desa Suak Indrapuri Zulkifli (50), mengatakan, objek wisata Indrapuri itu sudah mulai tercemar sejak tahun 2014 sampai saat ini belum mendapat perhatian. Hingga kini masih tercemar oleh batu bara, sehingga objek wisata tersebut mulai sepi pengunjung.

Batu bara sudah mencemari Pantai Desa Suak Indapuri sudah hampir tiga tahun lamanya tidak diperdulikan oleh pihak pemerintah dan pihak perusahaan Batu Bara yang melakukan bongkar muat dipelabuhan jetty Meulaboh.

“Dari pertama bongkar muat dipelabuhan sampai saat ini pantai masih tercemar oleh batu bara, dan diabaikan oleh pihak mereka, sudah hampir tiga tahun bongkar muat itu tidak ada lagi dan pantai didesa kami masih tidak dibersihkan juga” Ujarnya

Ia menjelaskan pencemaran batu bara bukan hanya diseputaran bibir pantai saja tetapi juga mencemar laut hingga mencapai 1 Mil yang menyebabkan penghasilan masyarakat nelayan kini mulai menurun

“selain batu bara tak kunjung dibersihkan penghasilan kami pun turun drastis, bahkan hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan” keluh Zulkifli yang juga bekerja sebagai nelayan.

Sampai saat ini batu bara milik PT Mifa Bersaudara yang mencemari laut desa Suak Indrapuri itu tidak juga mendapat diperdulikan oleh pemerintah maupun pihak perusahaan (*/BBS)

LEAVE A REPLY