Tema HPD: Satu Miliar Turis Satu Miliar Peluang

0
389

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tema peringatan Hari Pariwisata Dunia (HPD) 2015, ‘Satu Miliar Turis, Satu Miliar Peluang’  semakin meyakinkan jika sektor pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional.

“Ini ditandai posisi pariwisata kita sebagai penghasil devisa negara yang kini berada di urutan kelima. Kalau target 20 juta kunjungan wisman pada akhir 2019 tercapai, maka terbuka kemungkinan sektor pariwisata dapat menggantikan posisi minyak dan gas penghasil devisa selama beberapa dekade,” ujanya dalam Seminar HPD 2015 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Apalagi dalam waktu terakhir ini, kata Menpar, posisi batu bara, karet, dan tekstil sedang mengalami penurunan. Sehingga yakin sektor pariwisata akan dapat melampaui komoditas yang selama menjadi andalan ekspor. “Saya yakin kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan meningkat dari 9 persen pada 2014 menjadi 15 persen pada 2019. Dan lapangan kerja yang tercipta meningkat dari 11 juta menjadi 13 juta tenaga kerja,” tegasnya.

Dia menjelaskan sektor pariwisata dalam lima tahun ke depan diproyeksikan akan menghasilkan devisa sebesar Rp 280 triliun dari posisi sekarang Rp 140 triliun. “Ini bisa dicapai melalui peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia dari 9,4 juta menjadi 20 juta serta peningkatan perjalanan wisnus dari 250 juta 2014 menjadi 275 juta pada 2019 nanti,” paparnya.

Arief Yahya optimis jika target itu bisa dicapai, mengingat beberapa waktu lalu, UNWTO dan WTTC (The World  Travel & Tourism Council) telah melakukan riset pasar. Dari hasil risetnya menyebutkan jika ekonomi G-20 dapat memberikan kemudahan perjalanan wisata.  “Diperkirakan jumlah kunjungan wisman di ekonomi G-20  itu akan meningkatkan 122 juta wisman yang menghasilkan devisa sebesar US$ 206 miliar, serta dapat meningkatkan tenaga kerja tambahan bagi 5 juta orang pada 2015 ini,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, Kemenpar melalu pemerintah mendukung dengan mengeluarkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada 30 negara, termasuk meliputi ASEAN 15, sehingga total 45 negara. “Dan sebentar lagi akan menambah BVK lagi untuk 45 negara, sehingga total menjadi 90 negara,” selorohnya.

Melalui kegiatan Seminar yang bertajuk ‘Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan’  ini, Menpar  mengajak pejabat Kemehub dan Imigrasi untuk ikut berbicara dalam seminar, guna memberikan dukungan kemudahan proses BVK tersebut.

“Kemudahan visa ini harus mendapat dukungan dari instansi terkait seperti Imigrasi dan Kementerian Perhubungan. Sebab sarana transportasi udara mempunyai peran sangat penting, karena 73 persen wisman berkunjung ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara, dan hanya 26 persen yang melalui laut,” cetus Menpar.

Selain itu, kata dia, Kemenpar berupaya mengembangkan pasar di luar negeri dengan menetapkan strategi pemasaran DOT (Destination, Original, Time). “Destinasi yang ditetapkan ada tiga pintu utama, yaitu Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam. Ketiga pintu utama ini memberikan kontribusi sebesar 90 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan untuk menetapkan original, lanjutnya, harus berdasarkan asal wisman yang memberikan kontribusi terbesar, seperti Singapura, Malaysia, China, Australia dan Jepang. “Kelima negara ini memberikan kontribusi sebesar 61 persen dari total kunjungan dari 18 pasar utama. Sedangkan strategi Time, kita menetapkan berdasarkan pola musim pasar,” kata Arief Yahya.

Begitu pun strategi promosi pariwisata, kata Menpar, menggunakan BAS (branding, advertising, selling) yang masing-masing menggunakan porsi dari anggaran sebesar 50 persen, 30 persen, dan 20 persen. “Branding sepenuhnya dibiayai pemerintah. Sedangkan advertising dilakukan pemerintah bersama pelakuindustri pariwisata, dan selling dilakukan industri pariwisata.

Arief Yahya mengajak semua pihak dan stakeholder pariwisata agar memaknai ajakan UNWTO itu untuk memaksimalkan potensi besar pariwisata sebagai sektor yang dapatmendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. “Kita promosikan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kehidupan yang bermartabat bagi semua,” kilahnya.

Seminar Hari Pariwisata Dunia yang diselenggarakan Kemenpar bekerjasama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)  ini juga memberikan sertifikat kepada 40 Asosiasi yang terkait usaha wisata.(ariefrmedia@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY