Teater Payung Hitam Memukau Warga Taiwan

0
611

TAIWAN, test.test.bisniswisata.co.id: Kelompok Teater asal Bandung, Teater Payung melakukan pementasan di taman Mount River Street 129 Lane, kota Tainan, Taiwan, 26 Maret 2016.

Ini adalah kehadiran kedua, setelah pada tahun 2015 kelompok seni yang didirikan Rachman Subur ini juga pernah tampil. Kehadiran mereka kali ini berkat undangan dan dukungan dari Mizuiro workshop disponsori oleh Cultural Affairs Bureau Tainan City Goverment.

“Penonton yang hadir pada acara tahun lalu tertarik dengan penampilan, dan akhirnya mengundang untuk pentas teater di kota Tainan,” ujar Rachman Sabur selaku sutradara seperti dikutip laman Republika.co.id, Rabu (30/03/2016).

Rusli Keleeng, asisten sutradara didampingi Nugraha Nur Santo mengatakan, pementasan menampilkan seni nusantara yang merepresentasikan budaya Indonesia. Pementasan bertajuk Cak dan Pohaci menampilkan perpaduan seni yang berasal dari beberapa daerah, antara lain: Bali, Sunda, Makassar, dan Minang.

Judul yang diambil Cak menggambarkan tentang budaya Bali yang telah terkenal di dunia dengan tarian kecaknya. Pohaci mengisahkan tentang Dewi kesuburan yang berasal dari tanah sunda.

Tradisi Randai dari minangkabau dan tradisi Angngaru (gerakan menusukkan badik) kebadan dari Makassar juga ditampilkan pada bagian pementasan ini. Properti bambu yang mendominasi menjadikan pertunjukan ini semakin elegan.

Iringan alat musik suling, angklung, dan gong mengiringi gerakan-gerakan mereka. Semburan api, suara teriakan bersahutan tarian kecak, dan lantunan khas “tekssuci” budaya sunda menambah semarak.

Tampil di malam hari di ruang terbuka dengan suhu mencapai 12 derajat dengan bertelanjang dada dan hanya berbalut kain hitam menutupi hingga di lutut tidak mengurangi aksi dari awal hingga akhir pertunjukan. Penonton yang antusias menyaksikan penampilan mereka, menjadi spirit untuk tampil maksimal. (*/r)

LEAVE A REPLY