Teater Musikal Keroncong, Presiden Jokowi Beri Apresiasi bagi Waldjinah

0
387

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pertunjukan teater musikal “Keroncog Pesona Indonesia Persembahan untuk Waldjinah”, diwarnai dengan pemberiaan Apresiasi Presiden Joko Widodo kepada penyanyi keroncong legendaris Waljinah.

“Ibu Waljinah terima kasih atas totalitasnya mengabdi dan menjaga kebudayaan Indonesia,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016) malam.

Mengenakan kemeja batik berwarna hijau, Jokowi naik ke atas panggung dan mengucapkan terima kasih kepada Sang Legenda yang kini berusia 71 tahun. Terlihat dari bangku penonton, Presiden Jokowi menyerahkan karangan bunga serta sebuah amplop putih yang diambi langsung dari kantong celananya.

Tampak juga keduanya sempat saling berbicara. Pelantun ‘Walang Kekek’ itu sendiri tepat berada di samping Presiden. Mengenakan gaun warna merah, Waljinah duduk di atas kursi roda sambil menahan haru.

Bagi Waljinah, ini adalah penghargaan kedua yang dia terima, langsung dari pemimpin tertinggi Indonesia, sebelumnya, Soekarno juga pernah memberi penghargaan bernama ‘Bintang Radio’ di era 1965 silam.

Tahun lalu, di acara yang sama, ‘Keroncong Pesona Indonesia’, Waldjinah hanya hadir dalam bentuk video. Tapi tahun ini, dirinya berkesempatan untuk tampil langsung, bahkan dua hari sekaligus, yakni pada 1 dan 2 April 2016.

Pertunjukan teater musikal “Keroncog Pesona Indonesia Persembahan untuk Waldjinah” yang menampilkan sejumlah pendukung acara yaitu Soimah, Endah Laras, Sruti Respati, Rita Tila, Sujiwo Tedjo, Butet Kertaradjasa, Miing Bagito, Cak Lontong, Akbar, Kelompok Sahita dan Trio Gam.

Dalam pertunjukan berdurasi 2 jam 30 menit tersebut, diceritakan gejolak kehidupan sinden yang tidak pernah lepas dari persaingan, pergulatan dan berbagai karakter yang dimilikinya dalam menghadapi perkembangan zaman. Di akhir pertunjukan, Waldjinah yang dikenal sebagai ratu keroncong, muncul untuk melengkapi kisah pelik sinden yang tengah kesulitan mendapatkan generasi penerus.

Disutradarai oleh Sudjiwo Tedjo, “Keroncog Pesona Indonesia Persembahan untuk Waldjinah” begitu terasa kaya pesan moril tentang kepemimpinan bangsa Indonesia dengan segala dinamikanya.

Hadir pula Presiden RI, Jokowi, dan sejumlah menteri kabinet kerja seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyambut baik digelarnya pentas “Keroncog Pesona Indonesia Persembahan untuk Waldjinah” dalam upaya melestarikan musik keroncong sebagai salah satu atraksi wisata budaya Pesona Indonesia. Arief Yahya menambahkan bahwa sebagai upaya mempopulerkan kembali dan melestarikan musik keroncong di kalangan anak muda, musik keroncong harus sering ditampilkan dalam konser kolaborasi dengan grup musik atau penyanyi yang banyak digemari kaum muda.

Waldjinah sebagai penyanyi yang spesialisasikan diri pada musik keroncong langgam Jawa, mengawali kariernya sejak menjadi juara pertama Bintang Radio Indonesia pada tahun 1965. Waldjinah di era 70an sukses dengan album-albumnya antara lain Walang Kekek, Jangkrik Genggong dan Rujak Ulek.

Di akhir acara, Waljinah didaulat menyanyikan lagu walang kekek. Suara parau terasa kuat, sehingga penyanyi Soimah, Endah Laras, Sruti Respati, Rita Tila, dan terakhir Sujiwo Tedjo menyanyikan dengan nada menangis. (endy)

LEAVE A REPLY