Tarif Gunung Papandayan Mencekik Wisatawan Pendaki

0
454
Gunung Papandayan (Foto: www.penabiru.com)

GARUT, test.test.bisniswisata.co.id: Wisatawan pencinta alam dan pendaki gunung mengeluhkan tarif mendaki Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, yang sangat mencekik. Mahalnya tarif masuk kawasan, lokasi wisata dan parkir di lereng Gunung Papandayan setelah destinasi wisata alam ini dikelola pihak swasta. Akibatnya wisatawan nusantara (wisnus) kecewa dengan tarif yang mendadak mahal saat musim libur Lebaran.

Daniel (25), wisatawan lokal asal Jakarta mengaku kaget saat libur Lebaran mengunjungi Gunung Papandayan di Garut. Namun, ada perubahan tarif masuk, camping dan parkir. Harga tiket masuk yang ada di papan pengumuman Rp 22 ribu, tapi di pintu masuk ia diminta Rp 65 ribu. “Kalau ingin kamping bayar lagi Rp 35 ribu per malam, bayar parkir Rp 17 ribu untuk kendaraan roda dua,” kata Daniel, Rabu (13/7).

Diakuinya, wisatawan termasuk para pendaki yang datang ke Papandayan banyak yang mengeluh karena tidak ada pemberitahuan soal kenaikan tarif. Hingga akhirnya banyak pendaki yang mengurungkan niatnya kamping di Gunung Papandayan. Mereka turun kembali dan memilih mendaki Gunung Cikuray.

Meski sudah dipasang tarif mahal, menurut Daniel, pemandangan di Pondok Salada masih kurang nyaman karena banyak sampah berserakan. Bahkan, informasinya ada pendaki yang menuju Bengalau tapi diminta untuk kembali membeli tiket.

Pendaki lainnya, Muhammad Kurniawan (25) tidak mempermasalahkan soal kenaikan tarif asalkan dikelola dengan lebih baik. Jadi, setelah dikelola pihak swasta, seharusnya tidak ada lagi cerita sampah berserakan di Gunung. “Pengelola jangan hanya mengambil keuntungan dengan menaikan tarif tapi juga harus memperhatikan soal sampah, upaya menjaga lingkungan agar tetap alami,” ujar Kurniawan seperti dilansir laman Republika.co.id

Pendaki asal Bogor, Dedi Maulana (28) mengatakan, pada Jumat (8/7) naik ke Gunung Papandayan. Memang ada perubahan, sejumlah tempat di kawasan Papandayan menjadi lebih tertata. Di sepanjang jalur mereka menempatkan security. “Namun, masalah sampah nggak berubah masih kotor, kemarin kami camp di Pondok Salada pas malamnya ada sekitar lima kali bakar petasan kembang api, padahal di lokasi ada security,” jelas Dedi.

Dedi menambahakan, sepengetahuannya tarif masuk ke kawasan Gunung Papandayan Rp 30 ribu. Tarif kamping permalam Rp 35 ribu. Tapi, ada pendaki lain yang harga tarif masuk dan kampingnya tidak sama. Dedi pun tidak tahu mengapa tarifnya bisa berbeda-beda. Masalah tarif yang tidak jelas pun banyak membuat para pendaki kecewa. (*/REP)

LEAVE A REPLY