Tari Pendet Disabilitas Massal Raih Muri

0
594
Tari Pendet (Foto:youtube)

SINGARAJA BALI, Bisniswisata.com: Sebanyak 130 penari Bali tampil sangat memukau, mengharukan. Mereka adalah penari disabilitas merupakan binaan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kampus ternama ini menggandeng beberapa pelatih tari Bali.

Hasilnya, tari pendet disabilitas massal ini encatat rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk tari pendet disabilitas massal terbanyak yang baru pertama kali dilaksanakan.

“Ini pertama kali Undiksha mengelar tari massal dengan menggerakkan kaum disabilitas. Dan pari penari tampil dengan sangat memukau, menyentuh hati dan ini bagian dari pelestraian tari Bali sekaligus menunjukkan penari disabilitas bisa tampil menari yang luar biasa,” lontar Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, di Singaraja, Ahad (14/01/2018).

Jampel mengatakan anak berkebutuhan khusus adalah aset yang sama nilainya dengan anak-anak pada umumnya. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus harus diberikan kedudukan yang sama. Dalam bidang pendidikan pun harus dilibatkan dalam berbagai jenis program, baik seni maupun pendidikan.

“Dengan berkesenian, anak berkebutuhan khusus merasakan nilai positif yang tertinggi, yaitu kebahagiaan. Mereka akan merasakan hidupnya tetap berarti dan diperlukan sehingga semangat menjalani kehidupan dapat terus dilalui meskipun dengan berbagai keterbatasan,” kata Jampal.

Koordinator Muri Tari Pendet massal, Made Agus Dharmadi mengatakan para penari disabilitas dilatih secara intensif bersama sejumlah instruktur yang berpengalaman.

Para penari ketika melakukan gerakan dituntun oleh satu orang derigen yang memperagakan beberapa jenis gerakan sebagai simbol beberapa bagian tari. “Kami lumayan bekerja keras agar mereka paham beberapa gerakan tari pendet. Selain untuk Muri, kami juga meneliti dalam hal pendidikan disabilitasnya,” kata dia.

Tari pendet pernah diklaim sebagai milik Malaysia yang tayangkan pada sebuah stasiun televisi sebagai upaya promosi pariwisata bagi negara tetangga. Padahal yang sesungguhnya, tari pendet terlahir dan berkembang di Bali.

Tari ini tercatat telah cukup memasyarakat sejak lebih dari setengah abad silam. Tari ini diciptakan dua seniman Bali pada tahun 1950, tari pendet langsung memasyarakat sehubungan kerap dipakai menyambut kehadiran tamu-tamu penting yang datang ke Pulau Dewata.

Dari catatan yang ada, tari pendek digagas dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Kota Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Kedua seniman itu yang pertama kali mencetuskan tari pendet dengan menampilkan empat orang penari wanita. (TMP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.