Target Ciletuh Jadi Geopark Dunia

0
182
Geopark Ciletuh (Foto: reservasi.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Setelah berhasil menjadi inisiator Geopark Kaldera Batur dan Geopark Gunug Sewu menjadi Geopark Dunia, kini Badan Geologi Kementerian ESDM terus mengawal kawasan Ciletuh-Palabuhanratu yang sudah berstatus Geopark Nasional agar segera menjadi geopark dunia.

Jika rencana tersebut berhasil, maka Ciletuh-Palabuhanratu akan menjadi Geopark ketiga yang diakui dunia. Selain itu, Badan Geologi juga menjadi institusi yang ikut membantu resminya pengakuan Geopark Nasional Rinjani, Toba, dan Merangin Jambi.

“Berkaitan dengan rencana mewujudkan kawasan Ciletuh dan Palabuhanratu menjadi Geopark, Badan Geologi sudah sejak beberapa tahun lalu menjajaki kegiatan inventarisasi keragaman geologi sekaligus warisan geologinya,” ujar Kepala Badan geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (08/05/2017).

Menurut Ego, dari sudut pandang kegeologian, kawasan Ciletuh-Palabuan Ratu menampilkan keunikan dan eksotika tersendiri. Salah satunya Curug Cikaso yang menjadi destinasi favorit.

“Kawasan ini memberikan bukti terjadinya tumbukan lempeng tektonika samudera dengan lempeng benua. Kegiatan yang awalnya diinisiasi oleh Badan Geologi tersebut selanjutnya bergayung sambut dengan kegiatan ilmiah yang dilakukan baik oleh kalangan perguruan tinggi maupun dinas-dinas terkait yang ada di lingkungan Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Pada 22 Desember 2015, Geopark Ciletuh menjadi anggota Jaringan Geopark Nasional. Karena wilayahnya diperluas, maka nama Geopark Ciletuh ditambah menjadi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu pada 21 Juni 2016 dengan meliputi kawasan seluas 1.261 km2 mencakup 74 desa dan memiliki 24 situs geologi.

Adapun geopark merupakan konsep baru model pemanfaatan warisan kebumian untuk keberlangsungan hidup masyarakat lokal secara berkesinambungan. Pada intinya, konsep taman bumi dunia yang digagas UNESCO itu adalah pola pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadukan tiga keragaman, yaitu keragaman geologi, hayati, dan budaya.

Tujuan pengelolaannya adalah mengembangkan ekonomi masyarakat setempat dengan berasaskan perlindungan atas ketiga keragaman yang terdapat dalam kawasan tersebut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY