Tanah Lot, Primadona Pilihan Berlibur

0
438
Tanah Lot Bali Diserbu wisatawan

TABANAN, test.test.bisniswisata.co.id,- BENTROK antar ormas (organisasi massa) dan ancaman tindak terorisme saat perayaan Natal, Tahun Baru, tidak menyurutkan minat wisatawan domestik mau pun mancanegara berlibur di Bali. Bookingan hotel sampai pertengahan bulan Januari 2016 rata- rata 70 persen. ‘’Belum ada pembatalan,’’ ungkap General Manager Alaya Kuta Hotel, Jefry Wibisono menjawab test.test.bisniswisata.co.id.

Tidak hanya permintaan kamar hotel di Kuta, di wilayah Bali Utara, dari area wisata Munduk, Pemuteran, Lovina hunian hotel diatas 70 persen. Meski belum sepopular Kuta di Badung, Sanur di Denpasar atau Tanah Lot di Tabanan, trend kunjungan dan menginap di kawasan Bali Utara bagian barat menunjukkan kenaikan. ‘’Dua tahun terakhir ini permintaan meningkat, jumlah kamar pun meningkat,’’ ungkap Putu Ardana pemilik home stay de’Klaras dan donbiyu restorant di kawasan Munduk, Buleleng.

Libur akhir tahun adalah masa mendulang kunjungan wisatawan bagi usaha wisata di Bali, terlebih dengan ditetapkannya cuti bersama terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Natal 2015 dan Tahun Baru 2015. Arus kunjungan wisawatan domestik melalui pelabuhan penyeberangan Gilimanuk dan Padang Bay menunjukkan peningkatan lebih dari 100 persen. Sementara pengguna angkutan udara rute domestik sampai H- 1 Natal naik 0,9% (211 pesawat) dengan penumpang naik 0,1 % (29.239 penumpang) dibanding tahun 2014. Penerbangan internasional naik 8,4% (144 pesawat) dengan penumpang naik 7,5% (23.346 Orang)

Jumat Istimewa

Wisatawan pada libur akhir tahun 2015 ini masih menjadikan Tanah Lot objek primadona pilihan mereka. Kunjungan ke Tanah Lot meningkat tajam tidak hanya karena alas an menikmati sunset, debur ombak dan keunikan Pura Tanah Lot. Sejumlah pemedek (umat Hindu) juga memadati pura Tanah Lot untuk beribadah. Pasalnya bertepatan dengan Natal, umat Hindu di Bali juga merayakan Purnama Kapitu.

Hari Jumat 25 Desember 2015, tidak hanya menjadi hari istimewa bagi umat Kristiani, umat Islam dengan  shalat Jumat, umat Hindu melaksanakan puja Purnama Kepitu, bagi umat Buddha adalah hari Uposatha (bulan penuh), dan bagi penganut tradisi Chinese, bertepatan dengan hari Cap It Gwee (pertengahan bulan/purnama) pula.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana memprediksi kunjungan pada Jumat 25 Desember merupakan kunjungan tertinggi tahun 2015. ‘’Selain untuk kepentingan umat, Tanah Lot masih menjadi primadona pilihan berlibur,’’ tuturnya sembari menambahkan, jika secara umum kunjungan terpadat terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Tercatat jumlah kunjungan dari Januari sampai tanggal 24 Desember 2015 mencapai angka 3.049.089 orang. Pada tanggal 24 Desember saja, jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot mencapai 17.692 pengunjung.

Selain wisatawan mancanegara, pengunjung domestik berasal dari kota besar, seperti Jakarta, Malang, Surabaya, Makasar dan Solo. Hal ini dapat diketahui dari plat nomor polisi kendaraan atau mobil yang digunakan. Meningkatnya arus kunjungaan ke Tanah Lot, membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Dari pedagang kerajinan, resto, kudapan ringan khas Tabanan sampai penjaja temporary tattoo.

Temporary tattoo, mengisi waktu luang menunggu rombongan, berbagi rejeki.
Temporary tattoo, mengisi waktu luang menunggu rombongan, berbagi rejeki.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus pengunjung masa libur akhir tahun, majemen Tanah Lot bekerjasama dengan pihak Pecalang Desa Pakraman Beraban dan aparat kepolisian. Di Tanah Lot pun disiagakan Pos Operasi Lilin pihak kepolisian. Selain menambah kapasitas tenaga keamananan, kawasan wisata Tanah Lot dilengkapi perangkat CCTV. Manajemen juga selalu mengingatkan pengunjung untuk memperhatikan keselamatan mereka selama melakukan kunjungan dan memperhatikan rambu- rambu yang terpampang dibeberapa sudut kawasan.

Menutup tahun 2015 dan menyambut tahun 2016, manajemen Tanah Lot menyajikan hiburan Joged selama 3 hari bagi pengunjung. Selain menghibur wisatawan, juga sebagai apresiasi atas ditetapkannya tari Joged sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia dari UNESCO. (Dwi:bisniswisata.co@gmail.com)

 

LEAVE A REPLY