Taman Ayun Tak Pernah Sepi dari Pelancong Asing

0
544
Taman Ayun Bali (Foto:http://4.bp.blogspot.com)

BADUNG BALI, bisniswisata.co.id: Objek wisata Taman Ayun, Badung, Bali tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Mereka terpesona dengan tiap inci bangunan ini. Dari total kunjungan 1500 orang, sebanyak 1.300 di antaranya adalah wisatawan asing.

Pengelola wisata Taman Ayun, Made Suandi, mengatakan kunjungan wisatawan luar negeri ke Taman Ayun tetap konsisten dari hari ke hari. “Tiap hari sampai 1.500 orang yang berkunjung ke sini. Tentunya lebih banyak wisatawan asing,” tutur Suandi seperti dilansir laman Tribun Bali, Sabtu (05/11/2016).

Menurut dia, objek wisata yang tertata rapi dan bersih menjadi salah satu alasan masih banyaknya kunjungan ke Taman Ayun. “Mereka senang ke sini karena penataan objek wisatanya rapi, toilet sangat bersih, terus alam sekitarnya masih asri. Itu yang dikatakan kebanyakan pengunjung,” kata dia.

Wisatawan paling banyak berkunjung adalah dari Eropa seperti Belanda, Jerman, Prancis dan sekitarnya. “Ditambah lagi karena ini termasuk warisan budaya dunia yang tercatat di UNESCO. Itu juga menjadi tambahan daya tarik wisatawan berkunjung ke sini,” Suandi menambahkan.

Taman Ayun memiliki 21 pegawai, mulai dari penjaga loket, petugas keamanan hingga tukang kebun. Tiket masuk ke objek wisata ini Rp 20 ribu untuk wisatawan asing, dan Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal.

Arya, pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menjelaskan Pura Taman Ayun saat dahulu kala adalah pesona bagi para bangsawan di Bali khususnya di Badung. Dan kini tidak sedikit warga asing dan Tiongkok yang berkunjung ke tempat bersejarah ini.

“Mereka menghabiskan sekitar satu sampai tiga jam waktu untuk melihat keindahan pura di Pura Taman Ayun. 400 Bule dan warga Tiongkok datang kesini. Kalau weekend bertambah setengahnya, sekitar 500 sampai 600 wisman” katanya.

Selain pura, di Pura Taman Ayun juga terdapat tempat pemandian para kaum bangsawan. Tak hanya itu, di sana juga terdapat tempat sabung ayam yang menjadi sarana kegagahan para kaum bangsawan dan pendatang. “Di sini mereka berkumpul membawa ayam kebanggaannya. Namun mereka yang kalah ya fair mundur tidak membuat konflik,” ucap Arya.

Pura Taman Ayun sendiri dikelilingi juga sejumlah taman air. Arya memuji arsitek zaman dahulu yang membuat Pura Taman Ayun ini. “Taman air ini juga menjadi daya tarik. Bagaimana memperlihatkan keindahan sebelum masuk ke Pura-puranya,” sambungnya. (*/TB)

LEAVE A REPLY