Tak Punya Rambut & Gigi, Melanie Sukses Jadi Model

0
1052

AMERIKA SERIKAT, test.test.bisniswisata.co.id: Seorang model identik dengan fisik sempurna, di tengah ketatnya standar kecantikan yang diterapkan media dan iklan: rambut panjang, tubuh tinggi dan langsing, serta wajah simetris diterapkan. Tak semua orang ‘diizinkan’ melenggang di panggung runway atau tampil di cover majalah.

Namun, Melanie Gaydos adalah perkecualian. Ia berhasil mewujudkan impian jadi peragawati. Meski, kondisi fisiknya dianggap tak sempurna. Sebagian orang bahkan tega menyebutnya mengerikan.

Melanie lahir 27 tahun lalu di Connecticut, Amerika Serikat. Sejak lahir, ia mengalami kondisi ectodermal dysplasia – merupakan keabnormalan pertumbuhan gigi, pori-pori kulit, kuku, bahkan tulang. Melanie juga mengembangkan kondisi bilateral cleft palette dan alopecia, membuat rambut dan bulu tubuhnya tidak bisa tumbuh. Hasilnya, ia tidak memiliki gigi juga tak berambut. Alis dan bulu mata pun absen. Secara keseluruhan, penampilan fisik Melanie berbeda dengan para wanita kebanyakan.

Selain itu, kondisi alopecia yang diidapnya mengakibatkan bulu-bulu justru tumbuh di dalam kulit. Pertumbuhan bulu matanya memiliki dampak terhadap kornea, mengakibatkannya mengalami buta sebagian. Namun, Melanie tak menyesali penampilan fisiknya. Juga tidak menghalanginya mengejar mimpi. Dikutip Daily Mail, passion pertamanya adalah seni murni, di mana ia mempelajarinya saat kuliah di Institut Pratt New York.

Melanie menekuni seni potret diri, yang membantunya menggali kecantikan dirinya yang unik. “Orang-orang merasa tidak nyaman melihatku tidak bergigi. Namun itu bukan masalah bagi saya,” ungkap Melanie yang baru menerima implan gigi di usia 26 tahun, saat ia tampil di talk show medis The Doctor.

Ia juga kerap ditanya mengenai apakah kondisi yang diidapnya mengganggu, dan Melanie menjawab: “Tidak, itu tidak pernah mengganggu saya. Jika sesekali itu mengganggu, itu karena orang-orang yang mengatakan bahwa seharusnya saya terganggu.”

Melanie turut berpartisipasi dalam proyek What’s Underneath. Di mana ia berbicara mengenai penerimaan diri. Tahun 2014, Melanie berpartisipasi dalam proyek “What’s Underneath” — di bali sesuatu — yang digagas oleh Style Like U. Dalam proyek ini, ia berbicara mengenai bagaimana ia memandang dirinya dan menerima keadaan dirinya sebagaimana adanya.

Suatu hari, kekasih Melanie mengajaknya mencoba kesempatan di dunia modeling. “Ia membantu saya mengerti bahwa saya punya potensi.” Maka perempuan tabah itu mulai mencari daftar lowongan ‘model unik’ melalui situs Craiglist, dan perlahan-lahan menyusun portofolio.

Pencarian itu membuahkan hasil. Suatu hari, ia menerima surat dari fotografer terkenal Spanyol Eugenio Recuenco. Melalui surat, sang fotografer menyatakan kekagumannya pada keunikan Melanie. Ia pun tidak menyangka dan sangat bersemangat dengan tawaran di depan mata itu.

Eugenio yang terkesan dengan foto-foto Melanie mengajak gadis itu terbang ke Berlin. Di sana Melanie membintangi video musik band Jerman Rammstein, yang disutradarai oleh Eugenio.

Mengenai inspirasinya menjadi seorang model, Melanie mengungkapkan: “Saya selalu punya mimpi besar. Saya ingin wajah saya terpampang di papan iklan besar dan layar lebar.”

Melanie membintangi beberapa video musik Rammstein, yang mengantarkannya pada lebih banyak tawaran pemotretan dan modelling. Dari akun Instagram Melanie, diketahui dalam satu tahun terakhir, ia sudah berpose untuk fotografer kosmopolitan seperti Martin Weiss dan Scott Irvine, juga turut meramaikan Berlin Fashion Week.

New York Fashion Week merupakan debut Melanie berjalan di runway. Bekerjasama dengan desainer fesyen Nina Athanasiou, ia bereksperimen mengenakan gaun couture berhiaskan bulu-bulu burung sintetis dan sepatu berhak tinggi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY