Tak Laporkan Turis GMT, Hotel di Kalteng Dipidanakan

0
334

PALANGKARAYA, test.test.bisniswisata.co.id: FENOMENA gerhana matahari total (GMT) menjadi sorotan bagi wistawan asing. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah meminta pemilik hotel yang ada di daerah itu wajib melaporkan keberadaan orang asing yang menyaksikan gerhana matahari.

“Kita minta kepada pemilik hotel agar segera melaporkan keberadaan orang asing untuk diketahui lebih lanjut, tidak terkecuali menjelang peristiwa gerhana matahari total 9 Maret 2016,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah, Bambang Widodo.

Dijelaskan, pemilik hotel, penginapan atau usaha yang menyediakan tempat tinggal bagi orang asing wajib melaporkan keberadaan orang asing yang tinggal di hotel atau tempat penginapannya dalam 1×24 jam sejak kedatangan orang asing tersebut.

“Jika pemilik hotel, penginapan atau usaha yang menyediakan tempat tinggal bagi orang asing tidak melaporkan keberadaan orang asing, kami menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tandas mantan Kadiv Imigrasi Kanwil DKI Jakarta itu.

Kewajiban melaporkan setiap tamu asing yang menginap, sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pasal 72 ayat 2 menyatakan, pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas.

Pasal 117 menyatakan, pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

“Pengusaha hotel, penginapan atau sejenisnya wajib melaporkan keberadaan orang asing yang menginap, agar tidak terjadi sesuatu penyimpangan maupun kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi,” kata mantan Kabiro Kepegawaian Kementerian Hukum dan Ham itu seperti dilansir Antara, Senin (07/03/2016).

Bambang juga mengatakan, pihaknya akan tetap terus mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi yang ada di Kalimantan Tengah terkait keberadaan warga negara asing yang mana nanti akan berkunjung ke Kalteng menyaksikan gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 maupun yang ada di perusahaan-perusahaan besar di daerah itu. (*/a)

LEAVE A REPLY