Taiwan Minat Investasi Hotel di Bali & Lombok

0
482

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat jaringan grup hotel berbintang asal Taiwan ingin memperluas investasi di Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Indonesia merupakan salah satu negara prioritas bagi jaringan hotel tersebut mengingat besarnya potensi pertumbuhan ekonomi. Selain Jakarta, jaringan hotel tersebut juga berminat untuk mendirikan hotel di kawasan wisata pantai, di mana mereka tertarik untuk memiliki hotel di Bali dan Lombok,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani, di Jakarta, Jumat (8/4).

Sektor pariwisata, lanjut dia, merupakan salah satu sektor prioritas yang akan ditarik masuk ke Indonesia. Sektor ini juga dinilai prospektif mengingat pemerintah membuka bidang usaha restoran dan hotel untuk kepemilikan asing.

BKPM mendukung masuknya jaringan hotel sekelas bintang lima tersebut di Indonesia. Ia menambahkan, jaringan hotel sekelas bintang tiga pun memiliki pasar tersendiri sehingga juga potensial untuk masuk ke Indonesia.

Terkait rencana perluasan investasi asal Taiwan itu di Bali dan Lombok, pihak manajemen hotel meminta informasi mengenai kawasan-kawasan pariwisata potensial di Indonesia untuk kemudian disampaikan kepada para investornya. Grup hotel tersebut memiliki jaringan hotel sekelas bintang lima, bintang empat, dan bintang tiga.

Grup hotel Taiwan juga menjalankan kegiatan manajemen hotelnya sedangkan konstruksi bangunan akan didukung oleh para investor grup hotel tersebut.

Sementara hotel di Jakarta di bawah jaringan tersebut merupakan cabang hotel sekelas bintang setelah jaringannya memiliki cabang hotel di beberapa lokasi lain, termasuk Beijing, Berlin, Montenegro, Phuket, Singapura, Taipei, dan Turks and Caicos.

Properti Kepala Bidang Investasi Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Mohammad Faizal menambahkan hotel tersebut akan dibangun dalam satu kompleks properti di mana di dalamnya akan pula dibangun gedung residensial (kondominium).

“Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak jaringan hotel tersebut, saat ini untuk hotel yang berlokasi di Jakarta sedang dalam tahap konstruksi dan diharapkan akan dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2018,” lanjutnya.

Menurut Faizal, posisi Indonesia dinilai penting oleh para investor, terutama di kawasan ASEAN, karena populasi Indonesia mewakili 40 persen dari total populasi Asia Tenggara.

Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka dapat diperkirakan bahwa aktivitas ekonomi di Indonesia akan semakin sibuk. “Untuk itu, sektor-sektor pendukung seperti hotel sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu sektor yang dipromosikan kepada para pelaku usaha di Taiwan,” imbuh Faizal. (*/b)

LEAVE A REPLY