Tagline Wonderfull Indonesia untuk meraih 20 juta wisman

0
1009
Menteri Pariwisata Arief Yahya ingatkan peserta rakor pemasaran pariwisata agar bicara dengan angka untuk bisa mengukur target pangsa pasar

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id; Wonderfull Indonesia dan Pesona Indonesia menjadi tagline pemasaran pariwisata untuk menjaring 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama lima tahun ke depan, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, hari ini

“Target itu adalah dari presiden bukan target menteri, karena menteri hanya punya program operasional menteri saja. Jadi ini target negara dan sudah pasti didukung oleh kementrian lainnya. Kita tidak ada pilihan karena Malaysia sudah dikunjungi 26 juta wisman, Thailand sudah meraih 27 juta wisman. Jadi tidak ada pilihan kecuali bangsa ini mau selalu kalah dalam segala sektor dengan tetangga,” kata Arief.

Oleh karena itu, dia mengingatkan bahwa target kunjungan 10 juta wisman pada 2015 dan target 20 juta wisman pada 2019 harus disikapi para kepala Dinas Pariwisata dari berbagai daerah maupun para pelaku pariwisata dengan sikap outward looking, bergotong royong dalam kerangka Indonesia Incorporated, tegasnya.

Berbicara pada Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata, Kementrian Pariwisata di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Arief mengingatkan semua pihak bahwa dibutuhkan kesamaan visi, misi dan bahasa untuk mewujudkan target itu.

Menteri Arief Yahya bersama dua narasumber dari UN World Tourism Organization ( UNWTO), Sandra Carvao (kiri) dan Xu Jing (kedua kanan) dan Giri Adnyani, Sekditjen Pemasaran
Menteri Arief Yahya bersama dua narasumber dari UN World Tourism Organization ( UNWTO), Sandra Carvao (kiri) dan Xu Jing (kedua kanan) dan Giri Adnyani, Sekditjen Pemasaran

Hadir pada kesempatan itu para nara sumber dari UNWTO (United Nations World Tourism Organization), Xu Jing dan Sandra Carvao, I Gede Ardhika, Menteri Pariwisata dan Budaya Kabinet Gotong royong serta Wiendu Nuryanti Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Bersatu serta Yanti Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Hadir pula country managers Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) dari 13 negara yakni; Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok (Beijing dan Guangzhou), Jepang, Korea, India, Timur Tengah, Inggris, Belanda, Prancis, Jerman dan Rusia. Ke depan akan ada  16 fokus pasar utama antara lain adalah  Tiongkok, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia.

“Kita tidak bisa mengukur kalau tidak punya angka makanya harus tahu bahwa wisman yang datang ke Indonesia 60% menyatakan karena budaya, 30% karena pesona alam, 5% karena obyek buatan dan sisanya 5% karena hal lainnya. Kalaua ada angka kita tahu arah bagaimana mengelolanya,” jelasnya.

Arief lalu memberikan bobot untuk mencapai target itu yang menjadi tantangannya adalah 40% karena masalah infrastruktur, 30% masalah pemasaran termasuk promosi, 20% hambatan akibat regulasi yang tidak menunjang bisnis wisata dan 10% ada di destinasi yang dimiliki.

“”Kunjungan wisman ke Bali, Jakarta dan Batam tinggi karena kota-kota tujuan itu di dukung oleh kesiapan infrastruktur. Jadi intinya baik wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus) akan lebih dulu datang yang aksesnya mudah dicapai,” ungkapnya.

Dia meyakinkan bahwa pencapaian 20 Juta wisman itu perlu kerja keras karena merupakan lompatan

Dirjen Pemasaran Esthy Reko Astuty, bersama Giri, Sandra dan Xu Jing
Dirjen Pemasaran Esthy Reko Astuty, bersama Giri, Sandra dan Xu Jing

besar. Harapannya dengan semangat gotong royong dan koordinasi berbagai sektor maka tujuan tersebut dapat tercapai. Target lainnya dengan tagline Pesona Indonesia pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tercapai sebanyak 275 juta, dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat dunia berdasarkan TTCI (Travel and Tourism Competitiveness Index) World Economic Forum akan berada di ranking ke-30 dari sebelumnya di posisi ke 70.

Target pariwisata di akhir 2019 akan memberikan dampak “tangible” dalam bentuk sumbangan kepada PDB Nasional sebesar 8 %, devisa sebesar Rp 240 triliun, dan menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang. Pariwisata juga akan memberikan dampak “intangible” pada masyarakat Indonesia yakni lebih sejahtera dan bahagia, menghargai keanekaragaman budaya nusantara dan hidup rukun saling menghormati satu dengan yang lainnya.

Menyinggung branding pariwisata Indonesia yang akan tetap menggunakan tagline “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” (untuk dalam negeri) maka pedoman penggunaan branding-nya akan dilakukan pada 23 Desember 2014. Seluruh stakeholders  bertanggungjawab mendukung pencapaian target tersebut yang akan diimplementasikan dalam program dan dukungan finansial masing-masing seperti promosi citra dengan menggunakan pola 50% : 50%.

Menteri Pariwisata menyiapkan peraturan yang mendukung pariwisata, memfasilitasi kegiatan promosi sesuai budget yang dialokasikan, promosi citra daerah dan Indonesia dengan menggunakan minimal 20% branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” dan maksimal 80% branding destinasi, promosi paket-paket destinasi, serta mendukung upaya promosi melalui pemberitaan yang positif. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY