TAFISA: Wisata dan Olahraga Tradisi

0
284

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id,- INDONESIA menjadi tuan rumah perhelatan internasional bergengsi TAFISA (The Association for International Sport for All ) Games, yaitu kegiatan olahraga masyarakat non-olimpiade. Berlangsung pada 6-12 Oktober 2016 dengan mengambil tempat di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Tema Tafisa tahun ini adalah Unity in Diversity  dengan sub tema, Let’s Move be Active.

TAFISA (The Association for International Sport for All ) Games, bermula tahun 1960-an dari pertemuan reguler sejumlah orang yang tertarik mengembangkan olahraga tradisional. Berikutnya komunitas ini lebih serius mewadahi kegiatannya dengan membentuk organisasi di Bordeaux, Prancis, pada September 1991. Kini, TAFISA terus tumbuh mencapai 270 organisasi Sport for All dari 160 negara bernaung di bawahnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan keyakinan bahwa akses ke Sport for All dan aktivitas fisik adalah hak semua manusia.

Awalnya Tafisa merupakan singkatan dari Trim and Fitness International Sport for All Association. Singkatan tersebut kemudian diubah menjadi The Association for International Sport for All. Lebih dari  40 negara sepakat meletakkan pondasi pembentukan organisasi yang menaungi olahraga tradisional masyarakat dunia, mau pun cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di 0limpiade.

Edisi pertama event olahraga masyarakat dunia digelar di Bonn, Jerman. Empat tahun kemudian, pada 1996, di Bangkok, Thailand, lalu di Hannover (Jerman) tahun 2000. Montreal, Kanada, semestinya menjadi penyelenggara berikutnya di tahun 2004 tapi kemudian ditiadakan karena pihak tuan rumah tidak siap. Pada edisi 2008, Busan di Korea Selatan menjadi tuan rumah. Tahun 2012, Tafisa World Game digelar di Lithuania, dengan Siauliai sebagai kota penyelenggara. Oktober 2016, Jakarta menjadi tuan rumah.

Tafisa Games digelar empat tahun sekali pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan olimpiade, hanya saja pesertanya tidak berada di bawah Komite Olah Raga Nasional mereka. Olah raga yang ditampilkan dalam Tafisa berbeda dengan cabang-cabang olahraga di Pekan Olah Raga Nasional, SEA Games atau pun Olimpiade. Beberapa cabang yang dilombakan diantaranya seperti panahan traditional, BMX, jetski, yoga, senam, dan sepak bola jalanan. Sementara itu, pencak silat akan hadir sebagai olah raga budaya, sama seperti aikido dari Jepang.

 

Global Summit

Selain sejumlah festival dan kompetisi olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, ajang tersebut juga akan diisi dengan Global Summit untuk menghasilkan Jakarta Action Plan for Traditional & Sports Games. Selain itu, kegiatan ini diyakini akan bermanfaat besar bagi bangsa Indonesia selain menumbuhkan minat masyarakat untuk berolahraga.

Ketua Panitia Pelaksana Tafisa Games 2016 Hayono Isman mengutarakan dalam Tafisa, Indonesia bertekad mempromosikan berbagai olahraga rekreasi tradisional yang sudah berakar di masyarakat. Dengan memperkenalkan permainan egrang, terompah panjang, layang-layang, senam kreasi daerah dan senam poco-poco sebagai contoh, pencak silat budaya, sepeda tua (ontel), gulat tradisional dan sebagainya.

“Tafisa ini olahraga yang memprioritaskan sehat, bugar dan membawa kegembiraan kepada pelakunya. Karena itu, sangat besar peluang bagi Indonesia untuk mempromosikan segala budaya dan olahraga warisan bangsa, termasuk pariwisata kita. Harmoni Indonesia harus ditampilkan dalam kegiatan ini untuk mengkikis potensi konflik di negeri kita,” ujar Hayono.

Usai festival, peserta diberi kesempatan menikmati keindahan pariwisata di Indonesia. Sejumlah destinasi wisata sudah disiapkan untuk mereka antara lain Raja Ampat, Bunaken, Bali, Lombok, Danau Toba, dan lainnya. *Dwi/R

LEAVE A REPLY