Tadabur Alam, Menggapai “Pintu Surga” di Gunung Tianmen Shan

0
1151

 Foto group peserta tour di Pintu Surga Tianmen Shan (foto-foto Hilda Ansariah Sabri)

ZHANGJIAJIE,test.test.bisniswisata.co.id: Setelah makan pagi, rombongan tour diajak kembali ke kota  Zhangjiajie dari kota tua Fengshang untuk mengunjungi obyek wisata Tianmen Mountain. Untunglah perjalanan panjang pagi ini bisa dimanfaatkan untuk meneruskan tidur.

“Hari ini kita awali dengan naik cable car ke puncak gunung Tianmen, melakukan sky walk glass, berjalan di atas jembatan kaca setinggi 1500 an meter lalu turun dengan escalator untuk berfoto bersama di kaki tangga menuju “Pintu Surga,” kata Makmum, tour leader kami.

Untunglah sebelum mata mengantuk dan meneruskan tidur, Ken Master sang pesulap kembali bergabung bersama kami. Setelah atraksinya diudara saat penerbangan charter flight Sriwijaya Airlines dari bandara Soetta-Zhangjiajie, Kamis lalu yang sekaligus menjadi rekor MURI,  baru hari ini Ken bergabung bersama bus kami.

Itulah sebabnya satu permainan sulap dipertunjukkannya di bus. Mengaku trik yang diperlihatkan sudah dipelajari sejak SMP, Ken meminta Apin yang baru berulangtahun untuk mengikuti semua ucapan dan gerakannya sehingga sapu tangan pink di tangannya bisa hilang.

Hasilnya kami semua tertawa terbahak-bahak karena “koh”Apin ternyata tidak bisa belajar sulap bahkan sapu tangan berwarna pink berubah menjadi lingerie celana ukuran anak-anak. Dalam sekejab tentu saja rombongan tour jadi terkesima dibuatnya.

Setelah atraksi sulap, tour leader Makmum menjelaskan tujuan destinasi wisata yang kami kunjungi hari ini adalah Tianmen Shan. Sedikitnya ada enam keunikan yang bisa kita temui di Gunung batu Tianmen Shan ini.

Cable car sepanjang 7 km
Cable car sepanjang 7 km

Pertama adalah karena gunung ini bisa dicapai dengan cable car terpanjang di dunia sepanjang 7 km. Kedua adalah jembatan tembus pandang skywalk glass yang membuat seseorang bisa mengecek apakah dirinya takut ketinggian ?.

Keunikan ketiga  adalah memiliki eskalator tertinggi di dunia dan yang terdasyat arau keunikan keempat yaitu puncak gunung yang bolong  disebut gua gerbang surga karena gua itu lebih mirip pintu gerbang, berupa ‘lubang’ alami setinggi 131,5 meter.

Keunikan kelima adalah memiliki anak tangga sebanyak 999 dan terakhir keunikan ke enam untuk mencapai Tianmen Shan melalui transportasi darat akan melewati 99 kelokan tajam.

Jalanan 99 kelokan menuju Tianmen Shan
Jalanan 99 kelokan menuju Tianmen Shan

Rasa ciut langsung menyergap ketka kami tiba di stasiun cable car. Soalnya pengunjung yang antri untuk naik seperti mengular sampai ke luar dan jumlahnya ribuan orang. Membayangkan antrian saja sudah membuat perut mules apalagi hujan mulai turun rintik-rintik.

Setelah menunggu selama 1,5 jam tiba giliran rombongan group kami masuk dalam cabine cable car yang hanya untuk 8 orang. Bersama Karina, Jeanne, Ani, shanti dan Siuling bersama suaminya,  peserta dari Babel kami merasakan sensasi melayang diatas udara.

Jalan kabel ke Tianmen Mountain diklaim sebagai yang terpanjang di dunia, dengan ketinggian maksimal 1.519 meter dan sudut tanjakan hingga 37 derajat. Diperlukan waktu 30 menit untuk menyusuri jalur sepanjang 7 km itu.

Melayang di atas cable car, berjalan di atas jalan kaca di ketinggian 1500 meter serta turun ke kaki gunung Tianmen Shan dengan escalator
Melayang di atas cable car, berjalan di atas jalan kaca di ketinggian 1500 meter serta turun ke kaki gunung Tianmen Shan dengan escalator

Melayang di atas cable car

Begitu cable car bergerak naik, kami di dalam cabine seperti sudah langsung sepakat untuk saling memotret berlatar belakang gunung batu diselimuti pohon hijau ataupun deretan cable car di depan dan dibelakang kami. Kehebohan saat cable car meluncur tajam atau naik dengan ekstrim  membuat rasa senasib sepenanggungan makin besar diantara kami.

Melayang diatas ketinggian sementara di kiri nampak gunung batu dengan formasi yang mengagumkan terlihat seluas mata memandang. Dari jauh rangkaian gunung batu berwarna coklat diselingi dengan tumbuhan hijau itu tampak sangat indah mengajak kita untuk tadabur alam atas ciptaan Tuhan.

Pemandangan di bawah juga menakjubkan Sedangkan dengan lembah curam dan formasi jalanan dengan kelokan 99 tampak nun di bawah sana. Tidak salah bila di dalam cable car itu saya terus bezikir dan mengumandangkan di dalam hati 99 nama Allah SWT atau disebut Asmaul Husna yang jumlah nama-nanaNya sama dengan jumlah kelokan tajam yang ada.

Mengapa jalan menuju gunung Tiamen Shan ini ada 99 kelokan, hanya kebetulankah ? Apa maksud sang pencipta dan mengapa mendesain gunungnya bolong dibagian atas? Mengapa jumlah tangganya juga 999 ?.

Takjub dan bersyukur mendapat kesempatan menikmati keindaham alam Zhangjiajie saya ungkapkan dalam doa-doa yang tidak terucap. Apalagi pemandangan kota Zhangjiajie dalam sekejab berubah menjadi hutan dan danau yang jernih, lalu mulai terlihat gunung-gunung batu yang kokoh berwarna kecoklatan dan dibeberapa tempat ditumbuhi tanaman hijau.  Di bawah tampak jalanan meliuk-liuk yang bisa bikin pemabuk darat angkat tangan menyerah.

Kami tiba di terminal pemberhentian pertama. Buat yang coba-coba naik cable car lalu diliputi rasa takut yang menyergap,  bisa memilih turun di setengah perjalanan. Mereka akan meneruskan dengan bis melewati 99 Kelokan menuju Tianmen Peak Summit.

Untuk bisa mencapai Tianmen Shan yang berlubang kita harus melewati ratusan anak tangga yang lumayan curam. Kedelapan penumpang cable car rombongan saya kompak memutuskan langsung ke puncak gunung. Turun dari cable car, kami menyusuri jalur pejalan kaki.

Sebuah taman dengan papan-papan petunjuk menghentikan langkah kami untuk beristirahat sejenak. Bau tanaman dan bunyi serangga hutan mewarnai waktu istirahat kami.

Seekor kupu-kupu yang cantik tiba-tiba menghampiri dan langsung terbang saat disapa. Saat berpergian apalagi langsung berada dialam terbuka saya kerap dihampiri kupu-kupu cantik.

Sesi foto selfie dan foto diberbagai sudut bersama grup teman yang satu cable car membuat kami menjadi lebih akrab apalagi sebentar lagi mau melintasi jembatan kaca sky walk way di pinggir tebing yang telah saya sebutkan di awal tadi.

Glass Sky Walk

ida, TX Travel Makasar berpose melayang di jembatan kaca
ida, TX Travel Makasar berpose melayang di jembatan kaca

Kita harus membeli tiket seharga 5 yuan dulu untuk merasakan sensasi berjalan di atas lantai kaca selebar 1,6 meter itu dan menyewa alas sepatu dari bahan kain berwarna merah untuk melindungi kaca dari gesekan sepatu pengunjung.

Dengan pemisah dari pagar beton berbentuk akar sky walk memang cukup bikin merinding karena berjalan di sisi jurang dengan kedalaman 1535 meter. Meski panjangnya hanya 61 meter Tapi kalau kita berjalan di atasnya dan melihat ke bawah, rasanya seakan melayang jatuh ke jurang hijau yang sangat dalam.

Tidak main-main, glass sky walk ini berkelok-kelok mengikuti bentuk tebing. Kami sebentar-sebentar berhenti untuk memotret, kadang harus sabar menunggu rombongan turis yang berpapasan lewat agar bisa mendapatkan sudut bagus.

Sempat terpikir berapa sebenarnya kapasitas jumlah orang yang memadai saat melintas di jembatan udara ini karena info yang saya dapat kapasitas 600 orang tapi saat saya melintas jumlahnya melebihi kapasitas.

Namun akhirnya saya membuang rasa khawatir dan sibuk melihat pemandangan di sela-sela kaki yang tembus pandang ke jurang di bawah apalagi tanaman yang menempel di bukit batu yang saya lihat dari kejauhan saat di cable car kini sangat jelas terlihat di depan mata membuat rasa syukur makin tinggi.

Berbagai pose juga dilakukan oleh Jeanne, Ida, Ayu,  Ani dan saya sendiri saat melintas diatas jembatan kaca.Pemandangan dari kaca tempat kami berpijak  bisa melihat awan berada di bawah jembatan ini. Wow….

Serasa berjalan di atas langit dengan udara demikian sejuk membuat kami sangat menikmati pengalaman ini. Di akhir jalanan kaca ada tempat penjualan foto. Rupanya aktivitas sepanjang jembatan itu semua terekam dengan baik sehingga bila kita mau minta dicetakan foto cukup tunjuk layar komputer dan bayar 20 yuan/foto.

Di musim dingin konon suhu Tianmen Shan bisa mencapai 00 Celcius, di musim panas udaranya hangat bahkan cenderung panas sepanjang hari. Menurut Anton Thedy, CEO TX Travel yang mendampingi perjalanan kami. Prakiraan cuaca adalah hujan, namun hari itu cuaca cerah bermandikan sinar matahari,  mengiringi perjalanan tour di hari ke tiga ini.

Gunung Tianmen sendiri berarti Gunung Gerbang Surga. Hal ini dikarenakan ada sebuah gua alam besar yang membentang di gunung tersebut. Tianmen juga merupakan salah situs yang ditetapkan Unesco sebagai warisan dunia.

Menuju Pintu Surga

Berfoto dengan gunung bolong menjadi favorit pengunjung termasul saya dan Karina Ayu
Berfoto dengan gunung bolong menjadi favorit pengunjung termasul saya dan Karina Ayu

Jalur yang kami tempuh dengan naik cable car langsung ke Peak Summit dan melintasi jembatan kaca ternyata keputusan yang tepat karena setelah itu dengan escalator tinggal turun menuju ‘Pintu Surga’ tadi. Pintu keluar escalator itu membawa saya ke anak tangga terakhir tepat di bawah ‘Pintu Surga’.

Saya sempat menghitung tujuh kali turun escalator barulah tiba tepat dibawah ‘Pintu Surga”. Kerumunan turis lokal dan mancanegara membuat saya dan rombongan kesulitan bergerak. Akiong, tour leader lokal kami mengajak turun lagi ke pelataran di bawah. Sempat terpikir akan banyak menguras energi menuruni 999 anak tangga.

“Kita turun naik tangga berjalan (escalator)  lagi silahkan berfoto ria dulu sambil menunggu peserta lain berkumpul,” katanya sambil menunjuk lorong untuk menuju escalator,” ujarnya.

Layaknya dalam gua yang berudara lembab, kami menuruni lima kali escalator. Setiap kali ganti escalator ada petugas yang mengawasi aktivitas pengunjung supaya tetap aman tiba dibagian bawah. Saat keluar dan tiba di pelataran menatap ke atas langit tampak dengan jelas ‘Pintu Surga” itu.

Saya baru menyadari keberadaan Peak Summit tempat saya menuruni escalator itu posisinya berada di atas lubang gunung. Subhanallah betapa ‘mahal’ nya pengalaman saya hari ini ditengah upaya uji nyali dan merasakan kebesaran dan kasih sayang Allah pada umat Muhammad SAW ini.

Foto group dan kegiatan selfie menjadi kenikmatan sendiri padahal hari sudah menjelang magrib. Kami lalu turun gunung dengan bus-bus wisata yang sudah tersedia di kaki gunung Tianmen Shan itu untuk diantar ke stasiun cable car tempat kami ‘mendaki’ gunung itu pada pagi hari.

Hanya ada sedikit waktu untuk makan malam di kota kecil Wulingyuan sebelum melewatkan malam dengan menonton drama kolosal dan spektakuker kisah percintaan seorang tukang kayu dengan siluman rubah (Lady Fox and the woodman)  yang melibatkan sedikitnya 700 pemain dengan sutradara Zhang Yi Mou, pria yang juga merancang acara pembukaan Olimpiade Beijing.

Hal yang sangat memukau adalah panggung pertunjukannya terbuka mengambil lokasi di kaki gunung Tianmen Shan. Pertunjukkan dimulai jam 20.00 wakru setempat dengan tiket per orang setara Rp 800.000/ orang. Wow…harga tiket itu mengundang tanya seberapa spektakuler kah drama kolosal ini ?. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.