Tadabur Alam Di Gunung Pelangi, Zhangye

0
84
Masyarakat Indonesia suka leasure ketimbang beli barang

ZHANGYE, GANSU, CHINA,  bisniswisata.co.id: Perjalanan hari ke empat dari program tour Inner Mongolia sudah saya incar sejak mendapat undangan dari bos TX Travel, Anton Thedy yang bersinergi dengan Grand China Travel dan Islam China Travel dengan penerbangan charter Citilink.

Soalnya pada hari ke empat inilah kunjungan utamanya adalah The Zhangye Danxia Geological Park Nasional dimana obyek wisata ini adalah lokasinya gunung pelangi ( Rainbow mountain) yang pernah menghebohkan dunia maya.

Saat pertama kali melihat foto gunung pelangi saya sudah yakin foto-foto yang beredar di dunia maya itu memang ada meski sebagian orang  menganggap pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer.

Salah satu  teman seperjalanan mengatakan wajar kalau keberadaan gunung pelangi itu dianggap hanya berita hoax karena China sendiri terkenal dengan produk palsu alias barang KW.  “ Mungkin saja bukit-bukitnya disemprot warna dari pesawat,” ujarnya membuat kami berdua jadi tertawa cekikikan.

Tapi foto gunung pelangi yang saya peroleh dari komunitas WhatsApp ( WA) group itu tetap saya simpan karena takjubnya atas kebesaran Allah SWT pencipta alam semesta dan umat manusia. Sejak melihat foto gunung pelangi itu saya berharap suatu hari nanti bisa berkunjung dan menemukan fakta sebenarnya.

Kini Rainbow mountain itulah yang akan kami tuju sehingga semangat dan energi yang ada memang besar sekali untuk membuktikan keajaiban alam yang telah tertulis dalam kitab suci Al Quran.

Gunung pelangi ini berada di wilayah Zhangye, merupakan Kota Kecil yang terletak jauh di Barat Provinsi Gansu. Di utara berbatasan Inner Mongolia dan Qinghai di Selatan. Zhangye memiliki luas 42.000 km2 (16.000 mil²) dengan banyak sungai, sinar matahari berlimpah dan tanah yang subur, sehingga menjadi pusat pertanian yang penting untuk Gansu dan semua China.

“Perjalanan hari ini hanya ke gunung pelangi dan lamanya juga 7-8 jam pulang-balik. Jadi kita akan lebih banyak waktu di dalam bis dan stop untuk makan siang serta ke toilet saja,” kata Caca, guide kami pagi ini saat bis sudah bergerak meninggalkan hotel.

Aktivitas rombongan tour di gunung pelangi

One day trip ini sama halnya kalau turis berwisata ke Gunung Bromo, sama-sama di Jawa Timur tapi menginapnya di Surabaya sebagai ibukota provinsi sehingga sudah terbayangkan perjalanan panjangnya, tambah Caca.

Memasuki jalan bebas hambatan tampak puncak gunung dikejauhan sudah dilapisi es berwarna putih ditambah langit biru membentang indah sekali.  Bis D yang kami tumpangi memang sudah seperti “rumah” kedua kami. Bisnya tinggi terdiri dari dua lantai. Supir dan seluruh kopor ada di lantai bawah dan penumpang dilantai dua.

Seluruh rombongan Inner Mongolia yang berjumlah 120 orang dibagi dalam 4 bis dan tiga diantaranya kebanyakan warga Indonesia keturunan China. Khusus bis kami pilihan restorannya adalah makanan halal karena pesertanya mayoritas muslim.

Kalau biasanya  pemandangan tepi jalur tol hanya gurun dan ladang pertanian serta kincir-kincir angin pembangkit tenaga listrik maka kali ini  di provinsi Ningxia mulai terlihat bukit-bukit yang bentuk dan lekukannya mempesona.

Setelah 3,5 jam perjalanan dan mendekati destinasi yang dituju tampak pekuburan muslim pula karena disini penduduknya banyak dari suku Hui yang beragama Islam.

Fenomana lanskap yang kami lalui mulai membuat saya tercengang terdiri dari tebing-tebing dengan  lengkungan yang eksotis didominasi warna kecoklatan dan abu-abu. Bukit batu berwarna mirip kue lapis legit, diatur sebaris-sebaris dengan warna yang berbeda.

Rasanya ingin menangis mengingat impian untuk membuktikan ada daerah pegunungan berwarna pelangi dimuka bumi ini  sudah terwujud meski belum tiba di tujuan. Malah bis berhenti untuk makan siang dulu di sebuah restoran sekitar lima menit dari The Zhangye Danxia Geological Park.

Area taman nasional ini mencakup seluas 510 kilometer persegi.  Sebelumnya taman nasional ini menjadi geopark nasional pada November 2011. Gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.

Menariknya, di tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus. Warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu yang  kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya.

Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca.

“Mudah-mudahan warna pelanginya muncul dan udara cerah hari ini mendukung karena kita datang di awal musim dingin jadi jelas ada pengaruhnya,” urai  Caca.

Daerah ini dengan cepat menjadi objek wisata yang populer bagi kota  Zhangye. Begitu masuk area parkir langsung terlihat bangunan dengan bentuk-bentuk unik. Penumpang turun dan berjalan melewati para pedagang kaki lima yang kiosknya berbentuk binatang seperti onta, banteng, kerbau dan lainnya.

Warna gunung pelangi saat musim panas lebih cerah. Warna tergantung musim yang tengah berlangsung.

Dari area parkir banyak spot untuk selfie seperti tugu coklat yang menjulang tinggi mirip tumpukan kayu bertuliskan The Zhangye Danxia Geological Park Nasional. Di dekatnya ada tiga bangunan bewarna coklat yang atapnya mirip kemah Mongol dan ada bangunan lainnya bertuliskan POLICE.

Sementara bangunan utamanya modern dan bentuknya dari atas mungkin mirip angka delapan dengan atap yang bentuknya datar  (flat) saja. Kami langsung menuju toilet dengan puluhan kabin dan lantai yang bersih.

Sepanjang empat hari di China baru kali ini menemukan toilet yang modern, bersih dan bergaya futuristik didominasi tempat duduk dan kaca-kaca rias panjang berwarna putih didalamnya. Kondisi ini kontras dengan toilet di rest area yang dari jauhpun ada yang sudah tercium baunya.

Tampaknya pemerintah China serius menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. Maklum UNESCO juga telah menetapkannya  dalam Daftar Warisan Dunia pada pertemuan ke-34 yang diadakan di Brasilia, ibu kota Brasil, pada tanggal 1 Agustus 2010.

Kiosk souvenir di kawasan wisata gunung pelangi

Untuk berkeliling diarea gunung pelangi disediakan bis-bis untuk berkeliling. Jadi setelah pengecekan tiket masuk kami langsung antri naik bis dan sedikit berebut untuk duduk di pinggir jendela supaya mata bisa lebih leluasa melihat pemandamgan.

“ Ada 4 tempat pemberhentian  (stopan) bis selama kita menjelajah gunung pelangi ini tapi rombongan kita hanya berhenti di stopan nomor dua dan empat jadi kalau terpisah dan tidak menemukan rombongannya naik saja bis berikutnya yang siap melayani pengunjung dan menyusul ke stopan nomor empat “ kata Caca mengingatkan.

Baru duduk di dalam bis yang bergerak selama 20 menit ke stopan kedua, saya sudah terkesima atau tepatnya  terhipnotis dengan bentuk maupun warna bukit-bukit dari pegunungan pelangi ini dan tak mampu berkata-kata.

Dari jauh terlihat pengunjung di tempat pemberhentian pertama tengah menaiki jalan setapak ke atas bukit supaya mendapat pemandangan bebas ke segala arah.

Meski warnanya tidak seindah foto yang saya lihat pertama di WA dengan warna merah dan orange yang lebih terang,  tetap saja membuat lingkungan yang indah ini tempat yang tepat untuk tadabur alam.

Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal ke Maha Besaran Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. China atau disebut negeri Tiongkok yang luas ini menyimpan banyak keajaiban alam.

Tahun lalu bersama TX Travel saya juga berkesempatan melakukan tadabur alam di kota kecamatan lainnya di China yaitu di Gunung Angkasa Selatan di Zhangjiajie, Provinsi Hunan,  China yang sekarang  disebut Gunung Avatar Hallelujah.

Nah, melihat fakta di depan mata begitu indahnya gunung pelangi ini   sudah semestinya jika saya berzikir, bersyukur bisa sampai ke tempat ini pada Allah karena dengan  mengenal ciptaan-Nya ini akan menambah keimanan dan ketakwaan kita.

Zhangye Danxia merupakan satu-satunya tempat di dunia dengan formasi bebatuan seperti ini.Pegunungan ini terhampar luas dan seperti layaknya kue lapis yang berwarna-warni sangat indah bak lukisan.

Oh iya, sebaiknya jika berkunjung di saat cuaca cerah, karena bebatuan Zhangye Danxia tampak paling cerah dan cantik saat diterpa cahaya matahari, terlebih lagi saat sehabis hujan seperti tayangan video yang saya lihat di dalam bis.

Bis berhenti di stopan nomor dua, sejauh mata memandang maka terbentang bukit warna-warni.Tengok kanan, kiri, depan, belakang semua bukit-bukit yang indah. Sejumlah petugas berjaga dan mengawasi pengunjung agar tertib di tempat yang sudah ditentukan, tidak menerobos masuk ke bukit-bukit kecil lainnya

Hasil googling dan keterangan guide Chang, mengatakan terbentuknya warna-warna yang berbeda itu berasal dari mineral yang berbeda. Warna merah tua konon muncul terutama karena mineral bijih besi yang berkarat. Bebatuan ini kaya akan mineral besi yang kemudian teroksidasi saat batu-batu itu terbentuk.

Warna kuning muncul kemungkinan karena hanya sedikit kandungan mineral besinya dan lebih banyak pasir dan tanah liat. Warna abu kebiruan dan kehijauan berasal antara dari tanaman organik atau dari mineral yang disebut dengan glauconite yang ditemukan di daerah laut.

Setelah foto bersama dan sibuk selfi selama 30 menit, rombongan kembali naik bis untuk ke  tempat pemberhentian ( stopan) nomor empat. Sebelum naik bukit bisa istirahat sejenak di bangku- bangku yang disediakan.

Untuk beristirahat, stopan ke empat ini  memiliki terminal yang lebih luas dan nyaman. Tersedia tempat berteduh dengan bangku-bangku panjang, toko souvenir serta toilet yang luas dan bersih.
Saya memilih duduk dahulu sejenak sambil melihat teman-teman sudah menapaki tangga kayu menuju atas bukit. Memperhatikan kondisi sekeliling saya terus mengumandangkan Almaul Husna dalam hati.
Dalam kliping tulisan sebelum berwisata ke wilayah China Utara ini sempat membaca  keberadaan gunung pelangi ini dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat Al Fathir (35: 27) di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”  (QS 35: 27).

Al-Quran telah menjelaskan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu, bahkan sebelum para Sahabat Rasulullah datang dan berdakwah ke China. Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur’an adalah salah satu bukti terpenting akan kekuasaan Allah.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS 41: 53).

Aktivitas peserta tour

“ Wah…salah kostum nih kita kesini pakai baju dua lapis dan mantel dingin sementara langit biru dan panas terik cocok pakai payung,” kata Hanum dari Bunaya Tour & Travel.

Namun mereka yang sudah tiba di atas bukit merasakan terpaan angin yang cukup dingin sehingga jacket atau mantel dingin tetap dibutuhkan. Soalnya Zhangye Danxia terletak di tengah daerah Hexi Corridor, yang di musim dingin biasa diterpa angin yang cukup kencang.

Bahkan di musim panas pun, para pengunjung dianjurkan untuk membawa jaket karena di pagi dan sore hari temperatur udara cenderung menurun dengan drastis. Meski demikian, kata pemandu, bagi sebagian orang lebih suka mengunjungi Zhangye Danxia saat matahari terbenam dan saat matahari terbit.

Konon pemandangan lebih indah di pagi hari atau saat senja. Ketika matahari terbenam, warna pegunungan mengalami perubahan terus menerus, menunjukkan lapisan kuning dan merah yang dilapisi oleh lapisan abu-abu terang.

Itu sebabnya dari jauh saya melihat sejumlah fotografer berada di beberapa  puncak bukit yang saya lewati untuk  mengabadikan keindahan alam yang ada. Menapaki tangga menuju puncak sudah menjadi perjuangan tersendiri.

Datang diawal musim dingin memang tidak menemukan warna seindah dimusim panas. Oleh karena itu dianjurkan melihat keindahan rainbow mountains ini antara bulan Juli dan September karena cuaca pada waktu-waktu tersebut cukup bersahabat.

Usai tadabur alam dan bersyukur atas pelangkahan yang saya peroleh ke rainbow mountains, saya mulai naik ke atas bukit di pos 4. Jalan santai dan mengatur nafas dengan baik. Baju berlapis yang saya pakai akhirnya bermanfaat juga untuk menjadi ‘foto model’ dadakan.

Kebetulan teman seperjalanan yang diminta memanggil saya dengan julukan “ Andungnya Sarah” cukup sabar membantu saya memotret. Hasilnya lumayan optimal karena bisa pose dengan baju berwarna orange, abu-abu, biru dan krem

Itulah keuntungan pakai stelan baju dan syal, rangkap dengan  pakaian dalam yang hangat ( longjhon) serta  jacket dua warna biru dan cream. Semuanya bisa dimanfaatkan di puncak bukit untuk berfoto ria berlatar belakang gunung pelangi.

Jam 15.00 kami meninggalkan lokasi Rainbow mountain. Dibutuhkan waktu sekitar  2 jam untuk menyelesaikan perjalanan mengelilingi Zhangye Danxia National Geological Park dengan mobil bis wisata ini.

Turun dari bis, turis bis berbelanja souvenir karena tersedia sejumlah toko dan resto. Tapi yang ingin mempelajari lebih jauh fenomena alam di bukit pelangi ini bisa masuk ke dalam ruangan video dengan layar besar seperti menonton bioskop mini.

Sayang tak banyak waktu yang tersedia sehingga saya dan rombongan harus kembali ke bis dan melanjutkan perjalanan ke Wuwei. Sepanjang jalan kembali ke bis, teman-teman memborong oleh-oleh seperti korma kering dan gojiberry.