Synthesis Development Promosikan Ekowisata Wakatobi

0
399
Diving di Wakatobi (Foto: www.cntraveler.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Peduli ikut menyebarluaskan kesadaran pentingnya kegiatan wisata ramah lingkungan, Synthesis Development merangkul WWF-Indonesia mempromosikan ekowisata (ecotourism), yaitu berwisata di lokasi yang menawarkan suasana alam yang masih asri dan sarat kekayaan alam yang termasuk dalam area konservasi.

Program ini ditujukan kepada customer Synthesis Develompet yang terpilih. Dengan ketentuan pada akhir Oktober hingga awal November 2016, customer terpilih memberikan referensi bagi pembeli properti di proyek Synthesis Development kepada teman maupun keluarganya. Hasil referensi itu, bisa merasakan langsung mengikuti ecotourism ke Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, selama lima hari.

“Dipilihnya Wakatobi karena destinasi tropis populer ini memiliki wisata alam, diving, snorkeling, keindahan terumbu karang serta populasi bawah laut yang begitu bervariasi dan berwarna.” papar Teresia Prahesti, Corporate Public and Media Relations Manager Synthesis Development dalam keterangan tertulis, Ahad (02/10/2016).

Di Wakatobi, lanjuta Prahesti, peserta juga terlibat dalam kegiatan konservasi seperti menanam pohon mangrove di pulau Kaledupa atau memanen rumput laut di area laut sekitar pulau Hoga bersama warga setempat.

Bahkan Peserta dapat menikmati kuliner laut setempat bersama suku Bajo dan melihat sendiri persiapan sajian tersebut melalui ritual tradisi yang tetap dipertahankan hingga sekarang

Delapan orang akan dipilih Synthesis Development untuk mendapatkan tiket serta akomodasi di Wakatobi (31 Oktober – 5 November). Banyak peminat akan program ini, dengan persyaratan hanyalah mesti menjadi pemberi referensi (buyer-to-buyer, referral) untuk seluruh projek Synthesis Development yang melakukan penjualan dengan nominal nilai minimal Rp 10 miliar (termasuk PPn).

Dilanjutkan, berbeda dengan aktivitas wisata seperti biasanya, ecotourism memasukkan elemen lingkungan ke dalam agenda perjalanannya. “Kami berharap kelak kegiatan ini menjadi sesuatu yang umum dilakukan kemudian hari dan dapat membuat manusia lebih aware betapa pentingnya menjalani gaya hidup yang bersahabat dengan alam,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY